League of Legends

Pamit!! Selamat Tinggal LGS.. Terima Kasih!!

Garena akan merubah struktural kompetisi esport untuk region Asia Tenggara yang jelas akan berpengaruh di Indonesia juga. Tujuan dari perubahan itu adalah untuk membuka peluang lebih besar tim tim Asia Tenggara dan meningkatkan level kompetisinya itu sendiri.


GGWP.ID juga punya konten video lho! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini, dan add official LINE GGWP.ID di sini untuk giveaway, update breaking news, dan diskon voucher AOV!

Satu satunya kompetisi esport di Indonesia dengan produksi berskala internasional harus mengakhiri kebersamaannya dengan kita setelah berjalan dengan cukup megah dan keren. Kompetisi itu bernama League of Legends Garuda Series atau yang selama ini kita kenal dengan nama LGS. Apakah LGS dikalahkan oleh gemerlap Arena Of Valor dan Free Fire?

Perubahan baru untuk turnamen Asia Tenggara.

League of Legends

source : Garena

Garena akan mengubah struktural kompetisi esport untuk region Asia Tenggara yang jelas akan berpengaruh di Indonesia juga. Tujuan dari perubahan itu adalah untuk membuka peluang lebih besar tim tim Asia Tenggara dan meningkatkan level kompetisinya itu sendiri. Maka dari itu Garena Premiere League atau GPL yang selama ini dijadikan kiblat oleh para pemain League of Legends tanah air, dijadikan Holy Grail oleh Cruzher, Petland, Whynuts, Soapking, dan ratusan pemain professional League of Legends tanah air lainnya akan dipensiunkan.

GPL Spring 2018 akan menjadi muara terakhir bagi para pemain League of Legends di Asia Tenggara dan selanjutnya SEA Tour akan menjadi seri turnamen yang akan menjadi lanjutan tujuan bagi tim tim Asia Tenggara untuk menginjak kelas dunia. Tak hanya itu saja, akan banyak turnamen terbuka bagi tim tim yang ingin mengasah kemampuan dan mengumpulkan pundi pundi hadiah bagi mereka yang bertaji.

Garena selaku publisher memiliki cita-cita membawa League of Legends menjadi sebuah ajang kompetitif yang juga memberikan hiburan, dengan pemain full-time, tim, stadium, broadcast, dan juga sponsor. Hal ini berujung pada lahirnya Garena Premier League (GPL) di 2012 – Liga profesional pertama untuk League of Legends secara global. GPL sendiri telah berhasil membuat fans di region SEA bangga, mulai dari memenangkan Season 2 World Championship, hingga menambah liga kompetitif di LMS pada 2014, serta VCS di tahun 2018.

Format Liga menjadi Cup

League of Legends

source : Garena

Kualifikasi untuk event-event global seperti Mid-Season Invitational (MSI), Rift Rivals (RR), World Championship (Worlds) dan All-Star Events (ASE), akan bertransisi dari yang sebelumnya menggunakan format liga nasional menjadi series cup tournament yang disebut SEA Tour. Kali ini durasi kompetisi akan lebih pendek dari yang biasanya sekitar 3-4 bulan per musim menjadi lebih pendek. Hal ini menyebabkan para tim akan punya kesempatan untuk bisa ikut di turnamen lain. Turnamen dalam jalur menuju global event, termasuk season championship dan turnamen yang berpotensi menjadi seed ke season championship, akan dinaungi brand SEA Tour. Tournament yang tidak berpengaruh pada global events akan disebut dengan Open Tournament.

Nantinya turnamen akan lebih pendek dan bisa diselenggarakan pihak ketiga, durasi turnamen pun akan berlangsung sekitar 1 bulan saja yang sudah termasuk kualifikasi dan playoff. Hal ini akan membuka kesempatan dan waktu yang lebih luas untuk mengikuti beberapa turnamen di tingkat lokal dan regional, memperkuat ekosistem kompetitif yang sudah ada. Meskipun kini ada beberapa turnamen dalam SEA Tour, 2 turnamen akan dijadikan final qualification tournament yang meloloskan tim langsung ke global event, yang nantinya disebut SEA Tour Spring Championship untuk MSI dan RR, serta SEA Tour Summer Championship untuk Worlds.

Hal yang menyenangkan dari perubahan ini adalah kini player pro bebas untuk bisa mengikuti turnamen manapun dan kapanpun, meskipun demikian akan ada perarturan yang mengatur hal tersebut nantinya di SEA Tour 2018 ruleset.

Kami juga mewawancarai beberapa pengamat League of Legends tanah air yang sudah sangat dikenal sebelumnya mengenai hal ini, mau tahu pendapat mereka?? Simak halaman berikutnya.



CONTINUE READING BELOW


About Writter

Gerry Eka

Juventini sejak 1995, atlit profesional tidur siang, pria penikmat Nasi Goreng, punya cita cita ke Juventus Stadium suatu saat nanti.

Related Article