Featured

ELITE8 Memilih Mengundurkan Diri Dari VPL. Ini Alasannya.

Penyelenggara VPL bilang diskualifikasi. Tim ELITE8 bilang mengundurkan diri. Apa yang sebenarnya terjadi? Ini jawaban management ELITE8.


GGWP.ID juga punya konten video lho! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini, dan add LINE GGWP.ID di sini untuk giveaway, update breaking news, dan diskon voucher AOV!

Bagi kalian yang mengikuti kompetisi Esports di Indonesia, kalian tentu tahu nama organisasi Elite8 kan? Well, satu kabar mengejutkan hadir dari ranah kompetitif Vainglory di Indonesia dimana Elite8 mengundurkan diri dari VPL!

Kabar Elite8 mengundurkan diri dari VPL ini tidak terlepas dari keputusan VPL yang sebelumnya mendiskualifikasi Elite 8. Keputusan ini diumumkan oleh Age Vainglory selaku pelaksana VPL di Indonesia melalui fanpage resminya.

Tim Vainglory Elite8 merupakan salah satu tim kuat di Indonesia yang popularitasnya sudah mendunia. Catat, tim Elite8 adalah  juara Vainglory SEA Spring Championship 2017 dan menjadi peserta di turnamen tertinggi Vainglory World Championship 2017!

Sebagai tim kuat di Indonesia, Elite8 mendapatkan satu slot invitation bertanding di babak utama VPL Indonesia. Namun slot tersebut harus dicabut karena Elite 8 didiskualifikasi dari VPL.

Adapun alasan diskualifikasi adalah melanggar aturan fairplay dan sportivitas. Berikut pernyataan VPL perihal diskualifikasi ke Elite8 yang diunggah melalui fanpage AGe Vainglory.

“[VPL OFFICIAL UPDATE]

Team Elite8 eSports telah didiskualifikasi dari Vainglory Premier League Indonesia karena telah melanggaraturan fairplay dan sportivitas.

Slot direct Invite yang dipegang oleh E8 akan ditarik kembali dan dialihkan ke tim Grizzlies, juara 2 VPL Qualifier 2.

Fairplay : Honorable actions, adhering to the rules and sportsmanship”

Namun tim ELITE8 mengeluarkan pernyataan perihal yang terjadi dan menyatakan mereka mengundurkan diri dari VPL. Berikut pernyataan dari ELITE8 yang diunggah di fanpage resmi ELITE8.

“- Official Statement –

Dua pemain ELITE8 telah diindikasi melakukan account sharing untuk memainkan akun pemain Team Ded Gim pada saat melawan Surabaya Legacy di tournament VPL Qualifier 2. ELITE8 diberikan pilihan untuk tidak memainkan kedua player tersebut selama VPL berlangsung.

Tetapi ELITE8 memutuskan untuk mengundurkan diri dari tournament VPL atas ketidakadilan dari pihak AGE Network yang hanya memojokan ELITE8 dimana team invitation maupun team qualifier lainnya juga turut melakukan account sharing. Pihak ELITE8 merasa dirugikan atas ketidakadilan tersebut.

Terima kasih dan minta maaf kepada #sahabatelite yang sudah menunggu pertandingan VPL ELITE8, kami tidak dapat bermain di tournament tersebut.”

Menanggapi apa yang terjadi, penulis sudah mengonfirmasi ke management ELITE8 dan mendapat jawaban atas apa yang sebenarnya terjadi. Berikut pernyataan detail dari Elite 8.

“ELITE8 awalnya tidak di diskualifikasi dari VPL, dari pihak panitia mereka ingin kedua pemain tersebut untuk digantikan oleh pemain penganti lainnya selama VPL berjalan.  Tetapi ELITE8 tidak mau menerima vonis tersebut dengan alasan tidak menerima keputusan organizer yang awalnya tidak ingin melanjutkan proses kepada team lain yang juga melakukan pelanggaran.”

Mengenai siapa pemain yang diindikasikan account sharing, Elite 8 tidak bisa memberi tahu siapa nama kedua pemain tersebut. “Untuk pemainnya kami tidak bisa kasi tau ya, tapi kalo alasannya kenapa mereka jokiin itu adalah ded gim adalah ex pemain pensiunan E8, kita kenal dekat dan pada saat itu ada 2 pemain Ded gim yang tidak dapat bermain dan minta untuk dimainin oleh temannya. Jadi alasan simple sebenarnya dari pada di WO.”

ELITE8 juga mengatakan ada tim invitation dan tim qualifier lainnya ada yang turut melakukan account sharing. Perihal hal tersebut (account sharing yang dilakukan tim lain – red) sudah kami kirim bukti yang kuat kepada panitia, kita akan menunggu apakah panitia akan memprosesnya juga.”

ELITE8 juga menegaskan bahwa ELITE8 mengundurkan diri dari VPL. “Tidak mungkin juga kami di”diskualifikasi” karena kami di-invite ke VPL. Jadi kurang tepat kalo mendiskualifikasi team yang kalian undang sendiri.”

Apapun yang saat ini sedang terjadi di VPL, semoga bisa cepat terselesaikan dan nantinya menjadi pelajaran bagi seluruh penggiat Esports untuk Vainglory dan juga game lainnya di Indonesia.


CONTINUE READING BELOW


About Writter

Related Article