Featured

Napak Tilas PUBG Mobile di Indonesia Tahun 2018!

Seperti apa sih perjalanan PUBG Mobile yang baru hadir di awal tahun 2018 ini? Simak napak tilasnya di sini ya. #PUBGM


GGWP.ID juga punya konten video lho! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini, dan add official LINE GGWP.ID di sini untuk giveaway, update breaking news, dan diskon voucher AOV!

Ada fenomena baru di ranah esports mobile Indonesia dimana salah satu gim yang baru rilis tahun 2018 ini berhasil menjelma menjadi salah satu gim fenomenal, PUBG Mobile. Oleh karena itu redaksi GGWP.ID kali ini membahas mengenai napak tilas PUBG Mobile di Indonesia tahun 2018.

Keunikan game battle royale menjadi hal baru dan ternyata digemari oleh para gamer, termasuk gamer yang bermain di perangkat mobile.

Awalnya PUBG hanya bisa dimainkan melalui perangkat PC dengan harus membeli gim tersebut dan memainkan dengan requirement yang dianjurkan dan terbilang high spec PC.

Tetapi melihat perkembangan dari gamer yang bermain di perangkat mobile, akhirnya PUBG Mobile hadir pada bulan Maret 2018 dan bisa dimainkan oleh gamer di Indonesia.

Hebatnya lagi, PUBG Mobile langsung melejit karena banyak dimainkan dan mendapat respon positif dari para gamer hingga akhirnya mendapatkan predikat best game of the year 2018 di GooglePlay.

Pencapaian dari PUBG Mobile, selain karena dari antusias gamer, juga disokong oleh developer yang sangat memperhatikan perkembangan gim ini. Hal yang mungkin sederhana, namun dampaknya sangat positif bagi para gamer adalah update besar yang dihadirkan.

Update besar yang dihadirkan bukan lain adalah map yang bisa digunakan oleh gamer. Berawal dari Erangel, kemudian disusul oleh Miramar dan juga Sanhok dan paling anyar adalah Vikendi.

Kehadiran map membuat setiap pertempuran di dalam game menjadi berwarna karena masing-masing map memiliki ciri alam yang berbeda-beda. Erangel dengan tema militer dan hutan, Miramar dengan tema padang pasir, Sanhok dengan pertempuran di ukuran yang lebih sempit dan Vikendi dengan cuaca musim salju.

Selain perkembangan dari gim itu sendiri, PUBG Mobile juga sangat memperhatikan kemajuan esports sehingga rutin mendukung bahkan mengadakan turnamen PUBG Mobile baik secara global maupun di Indonesia.

Untuk di Indonesia sendiri, Tencent Mobile selaku publisher menghadirkan divisi untuk menangani esports dan merekrut sosok yang sudah tidak asing di komunitas esports, Andrew Tobias, kemudian dilanjutkan dengan mengadakan turnamen berskala nasional, PUBG Mobile Indonesia National Championship (PINC).

Gelaran PINC berlangsung mulai dari kualifikasi regional hingga akhirnya mencapai babak puncak yang berlangsung di Jakarta pada bulan Oktober 2018. Gelar juara PINC 2018 diraih oleh Bigetron Esports dan menjadi wakil Indonesia di turnamen dunia PUBG Mobile, PUBG Mobile Star Challenge (PMSC) 2018.

Berlangsung di Dubai pada 29 November hingga 2 Desember 2018 silam, PMSC menghadirkan permainan kelas atas dari tim-tim terbaik yang lolos dari National Championship di masing-masing region, seperti Bigetron Esports dan wild card.

Setelah melewati pertempuran selama 12 ronde yang dipertandingkan, tim RRQ Athena dari Thailand berhasil dinobatkan sebagai tim PUBG Mobile terbaik di tahun 2018 ini dengan menjadi juara PMSC 2018.

Rangkaian turnamen PMSC 2018 juga menghadirkan kabar terbaru untuk update PUBG Mobile yang akan hadir di tahun 2019, yaitu disepakatinya kerjasama PUBG Mobile dengan Resident Evil.

Komunitas PUBG Mobile yang sangat ramai dan sangat positif juga menghadirkan drama tersendiri di tahun 2018 ini yaitu dengan terungkapnya top global Asia adalah cheater.

Hal ini pertama terendus oleh seorang youtuber yang mengunggah video di kanal youtube RAHMAD. Kesal karena mati tapi dengan proses yang mencurigakan, beliau membahas keanehan-keanehan dari akun yang membunuhnya yaitu karaktere bernama DigihPra.

Beberapa hari kemudian, salah satu youtuber PUBG Mobile, MIMIN HELMET, berhasil secara langsung mengontak dan mewawancarai Digih Pradito selaku pemilik akun DigihPra dan mengakui kalau dirinya melakukan cheat.

Bukan tanpa alasan DigihPra melakukan cheat. Awalnya Digih menggunakan cheat adalah untuk melawan para cheater yang sangat sering dijumpai di ranking tier atas. Tetapi hal itu ternyata bukan langkah yang bijak karena justru membuat ketagihan menggunakan cheat.

Akun DigihPra kemudian memang langsung di-banned dan tindakan dari Tencent Mobile ini jelas layak diapresiasi karena tidak pandang bulu dalam mem-banned akun yang terbukti menggunakan program ilegal atau cheat.

Itu dia napak tilas PUBG Mobile di Indonesia tahun 2018. Akankah perjalanan game dan juga komunitas serta esports PUBG Mobile di Indonesia semakin berkembang pada tahun 2019 mendatang?

Momen apa yang kalian ingat dari perkembangan PUBG Mobile di Indonesia tahun 2018 ini? Sampaikan melalui kolom komentar di bawah ini ya.


CONTINUE READING BELOW


About Writter

Related Article