Arena of Valor

Napak Tilas Arena of Valor di Indonesia Tahun 2018!

Jadi gini mhanx… Momen mana yang paling kalian ingat? #aov


GGWP.ID juga punya konten video lho! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini, dan add official LINE GGWP.ID di sini untuk giveaway, update breaking news, dan diskon voucher AOV!

Perkembangan pesat dari esports di Indonesia tidak bisa dipungkiri, termasuk untuk salah satu game mobile esports yaitu Arena of Valor. Seperti apa perkembangannya? Kalian bisa simak napak tilas AOV di Indonesia tahun 2018 ini.

Game yang rilis pada pertengahan 2017 silam ini mengalami perkembangan yang sangat pesat sepanjang tahun 2018. Hal ini tentu tidak terlepas dari berbagai hal yang hadir baik di dalam game maupun untuk esports scene di Indonesia bahkan dunia.

Awal tahun dimulai dengan hadirnya kompetisi tertinggi untuk game AOV di Indonesia yaitu AOV Star League season 1. Dimulai pada bulan Januari 2018, ASL Season 1 berlangsung selama empat bulan dan menghadirkan permainan kelas atas dari seluruh tim yang hadir.

Melewati dua periode yaitu regular season dan grand final, ASL season 1 akhirnya menobatkan EVOS sebagai juara dan GGWP.ID yang mengejutkan mampu menjadi runner up.

Kejutan GGWP.ID sebenarnya sudah terlihat ketika regular season dimana tim ini pada awal musim berada di papan bawah. Namun setelah setengah musim, GGWP.ID tampil luar biasa dan mengamankan slot empat besar ke babak grand final.

Dengan berhasil menjuarai ASL season 1, EVOS otomatis menjadi wakil Indonesia ke ajang AOV World Cup (AWC) di Los Angeles, Amerika Serikat. Namun dalam ajang AWC perdana yang dijuarai Korea, Indonesia yang diwakili EVOS gagal berbicara banyak dan harus tersingkir di babak awal.

Meningkatnya pamor AOV di Indonesia juga tidak terlepas dari berbagai turnamen selain ASL, baik itu yang diadakan oleh Garena untuk komunitas maupun turnamen multi game lain seperti IGC 2018 dan juga IGX 2018. Jangan lupa juga dengan hadirnya AOV di ESL 2019 yang kualifikasinya sudah selesai baru-baru ini.

Puncak meningkatnya AOV di Indonesia bisa dibilang adalah ketika Asian Games 2018 berlangsung dimana Arena of Valor menjadi salah satu cabang game yang dipertandingkan! Walau timnas Indonesia gagal di babak awal, dengan dipertandingkannya AOV di Asian Games jelas merangsang gamer untuk mencoba menjadi pro player dan ada juga yang bercita-cita menjadi pemain timnas AOV.

Menjaga konsistensi turnamen nasional, ASL season 2 dimulai pada bulan Agustus 2018 kemarin. Namun berbeda dengan season 1, ASL season 2 berlangsung cukup panjang (rencananya sampai Februari) dan ada mid season break pada akhir tahun ini.

ASL season 2 sendiri menghadirkan satu kasus besar namun memiliki dampak besar untuk kedisiplinan tim peserta dimana EVOS terbukti melakukan poaching ke salah satu pemain GGWP.ID. EVOS diputuskan bersalah dan harus menerima sanksi teguran keras dari Garena karena pelanggaran peraturan mengenai poaching, walau sanksi terberat yang tercantum adalah denda 100 juta rupiah.

Di tengah musim, ada satu turnamen dunia yang berlangsung yaitu AIC 2018 yang dijuarai J Team dan Indonesia mendapatkan slot yang diisi oleh SES. Tim SES yang berhasil menjuarai Indonesia qualifier sebelumnya, harus menerima kenyataan pahit tersingkir di babak penyisihan grup pertama.

Perkembangan AOV, selain dari kompetisi yang banyak dan besar, juga didukung dengan pengembangan game AOV itu sendiri. Update besar-besaran dilakukan dan membuat permainan semakin menarik. Jangan lupa ada juga hero dari Indonesia, Wiro Sableng, yang hadir di bulan Agustus.

Tetapi yang paling terasa dari update yang hadir di Indonesia adalah usaha mengejar patch dengan yang sudah rilis di regional lain. Walau harus diakui patch Taiwan masih lebih maju, tetapi ketertinggalan tersebut sudah semakin dikejar dan tidak mungkin nantinya akan sama.

Satu hal lain yang mewarnai perkembangan AOV di Indonesia adalah apa yang terjadi di komunitas itu sendiri. Satu ‘drama’ yang cukup menghebohkan dan berhubungan dengan AOV di komunitas adalah tuduhah terhadap AVERO. Namun AVERO yang merasa dituduh melawan balik karena mencemarkan nama baik mereka.

Itu dia napak tilas AOV di Indonesia tahun 2018. Secara garis besar, perkembangan AOV sangat pesat di tahun 2018 ini dan diprediksi juga masih akan terus berkembang di tahun 2019 mendatang.

Menurut kalian, apa hal yang paling kalian ingat dari AOV di tahun 2018 ini? Corat-coret pada kolom komentar di bawah ya.


CONTINUE READING BELOW


About Writter

Related Article