Dota 2

Sisi Gelap! Deretan Skandal Judi dan Juga Percobaan Judi yang Pernah Terjadi di Esports!

Semoga praktik judi dan juga match fixing tidak mempengaruhi integritas para pro player lokal dan juga para organisasi yang terlibat di dalamnya


GGWP.ID juga punya konten video lur! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini untuk menonton GGWP.Riri dan GGWP.Skyes livestream hampir setiap hari lur! Selain itu, tentunya banyak konten-konten seru seputar esports yang kocak, serius santai, sampai bikin baper!

Match Fixing dan skandal judi ternyata tidak hanya ada di olahraga konvensional saja, namun sudah merambat ke olahraga elektronik atau yang kita kenal dengan esports. Inilah tiga dari sekian banyak skandal judi esports yang pernah terjadi.

Kalau bicara skandal judi esports sebenarnya ada banyak sekali, hampir setiap gim esports memiliki skandalnya masing-masing, namun kita hanya akan memilih tiga kasus match fixing atau skandal judi esports, yang mungkin kalian lebih familiar.

Sebelumnya apa sih pengertian dari Match Fixing itu sendiri? Match Fixing adalah satu kejadian yang di mana sebuah pertandingan yang sudah diatur sedemikian rupa sehingga kita bisa mengetahui hasil akhirnya.

Baru-baru ini ada sebuah postingan yang cukup mengejutkan, di mana salah satu pro player AOV atau Arena of Valor dikirim DM atau direct message, tentang pemberitahuan adanya cabang AoV dalam situs judi mereka.

AoV masuk situs judi?

Satu kabar mengejutkan hadir dimana salah satu pro player ASL dapat iklan judi dari web yang mempertandingkan match di ASL!


Kali ini yang dipertandingkan adalah gelaran ASL yang melibatkan banyak sekali tim AoV papan atas Indonesia.

1

CS:GO Lotto

Mungkin untuk kalian yang bermain CS:GO sudah familiar dengan kejadian yang satu ini, kejadian yang melibatkan dua streamer luar dengan nama besar di CS:GO, yaitu TmarTn dan juga ProSyndicate.

Keduanya merupakan streamer gim CS:GO hingga akhirnya mereka memutuskan untuk membuat situs judi, dengan sistem seperti kasino di Las Vegas, Sekitar tahun 2015 kejadian ini terjadi.

Pada saat itu situs judi mulai meledak, banyak gim yang di jadikan ajang taruhan salah satunya adalah CS:GO. Melihat peluang ini, kedua streamer ini akhirnya memutuskan untuk membuat situs judi yang sama, namun masalahnya adalah bagaimana cara agar situs yang baru ini bisa ramai pengunjung.

Banyak situs sejenis yang juga menawarkan berbagai macam keuntungan jika bergabung, lantas apa yang harus dilakukan agar situs dengan nama CS:GO Lotto ini menjadi ramai pengunjung. Jika menggunakan jasa advertising jelas mahal.

Maka cara terakhir adalah dengan membuat livestream atau react video, keduanya bermain di situs ini dan memenangkan banyak sekali hadiah menarik hanya dengan modal yang sedikit. Tapi orang tidak akan percaya jika keduanya menang terus.

Keduanya juga membuat livestream pada saat mereka kalah, hingga pada akhirnya ada satu streamer dari komunitas Call of Duty dengan nama HonorTheCall, membuat satu video tuduhan bahwa CS:GO Lotto merupakan milik dari TmarTn dan juga ProSyndicate.

Permasalahan ini ternyata tidak berhenti sampai disini saja, ini membuat salah satu badan pemerintahan Amerika, turun tangan untuk menyelidiki kasus yang melibatkan dua Youtuber ini. Yang menjadi perhatian dari badan pemerintah selain tindakan penipuan ini adalah Valve.

Karena secara tidak langsung Valve seperti menyetujui perjudian yang menggunakan salah satu gim nya.

2

322 Dota 2

hal ikonik dota 2

Kejadian selanjutnya merupakan kejadian yang mungkin tidak hanya familiar untuk anak Dota 2 saja, namun hampir semua yang terlibat di dalam esports. Karena akibat kejadian ini, ungkapan ini digunakan oleh hampir semua skema esports apabila ada kejadian match fixing terjadi.

Sebenarnya 322 incident ini, bukan yang pertama terjadi di Dota 2. Namun kejadian ini berubah menjadi sesuatu yang ikonik dan akan terus dikenang oleh para penikmat esports khususnya Dota 2.

Terjadi pada tahun 2013 silam, tepatnya diturnamen StarSeries Season enam, yang menimpa salah satu pemain RoX.KIS yaitu Alexei “Solo” Berezin. Yang dimana RoX.KIS pada saat itu akan berhadapan dengan zRAGE.

Pertandingan yang hasil akhirnya sebenarnya tidak akan mengubah keadaan apapun ini, ternyata menjadi ajang untuk mencari untung terutama bagi para pemain RoX.KIS itu sendiri, match yang seharusnya dengan mudah dimenangi oleh RoX.KIS justru malah terlihat begitu aneh.

Bagaimana tidak, RoX.KIS yang lebih diunggulkan ternyata harus terbantai hingga lebih dari 50 kill pada match kali ini dan terjadi pada menit ke-23. Sebuah hal yang jarang terjadi untuk kelas turnamen internasional.

Setelah diselidiki ternyata pemain RoX.KIS terlibat dalam skandal match fixing. Hal ini menyebabkan Solo mendapatkan banned seumur hidup tidak dapat mengikuti turnamen ini, dan untuk timnya mendapatkan sanksi 3 tahun tidak bisa ikut turnamen.

Karena saking terkenalnya sehingga membuat para influencer Dota 2 yaitu para caster, analist dan juga panelist menggunakan kata-kata “322 scandal” sebagai pengganti kata dari match fixing. Mungkin karena itulah istilah 322 yang terjadi lima tahun silam masih tetap kita ingat dan gunakan hingga sekarang.

3

Percobaan Kasus Suap ESL Indonesia Dota 2

Mungkin masih segar di ingatan kita, bahwa terjadi percobaan kasus suap pada gelaran turnamen ESL Indonesia untuk divisi Dota 2, salah satu pro player dari salah satu organisasi esports terkemuka ditawari oleh oknum uang sebesar  Rp.30 Juta.

Dengan syarat jika mereka mengalah satu round dari best of two series, di  ESL Indonesia divisi Dota 2.

Menjawab pertanyaan mengenai apakah sang oknum sering memberikan penawaran sejumlah uang kepada pro player Dota 2 lain untuk mempengaruhi hasil pertandingan, sang pemain mengatakan bahwa ia kurang mengetahuinya. Namun ia mengungkapkan beberapa rekannya juga ditawari hal yang sama.

Praktik suap di esports lokal

Praktik suap ini diduga tidak hanya terjadi di tingkat pemain lokal dan ESL Indonesia, tetapi juga di tier 1 dan 2 SEA.


“Wah gw krg tau ya, cuma ya d comment post gw emg ad bbrp org yg krm ss kalo dia jg nawarin, (Red: Wah gue kurang tau ya, cuma ya di comment post gue, emang ada beberapa orang yang kirim screenshot kalau dia juga nawarin).” Jawab sang pemain yang ditawari uang suap ini.

Ia juga menambahkan bahwa tidak hanya pemain Indonesia, pemain tier 1-2 juga diberikan tawaran serupa dengan nilai yang tidak diketahui. “Sampe player sea tier 1-2 aja jg ad yg blg kl dia nawarin,” ungkap sang pemain.

Perlu diketahui, bahwa sang pemain tersebut menolak mentah-mentah tawaran ini.

Semoga praktik judi dan juga match fixing tidak mempengaruhi integritas para pro player lokal dan juga para organisasi yang terlibat di dalamnya. Karena jika ini terus berlanjut, rasanya akan sulit bagi skena esporst lokal untuk terus berkembang.


Bagaimana menurut kalian tentang hal ini? Tuliskan pada kolom komentar dan jangan lupa untuk share artikel ini serta tag teman kalian juga ya.


Banner Tournament Coming Soon
Mau jadi atlet esports, tapi gak punya tim? Bingung cari turnamen esports buat diikutin? Santuy lur, GGWP.ID lagi bikin platform turnamen di tournament.ggwp.id. Di sini, kamu bisa mencari teman untuk buat tim dan juga daftar turnamen buat mengasah skill tim dan dapat hadiah! Yuk sign up dulu di sini, biar bisa langsung coba setelah resmi dirilis. GRATIS mhanks!


Tentang Penulis

Leonanda Ferry

He's known as many names, one of them is Lele Dugong!!!

Artikel Terkait