Rising Games

PUBG Masuk Kategori Game 18 Tahun ke Atas, Kominfo Minta Orang Tua Awasi Anak

Peran serta orang tua juga perlu untuk mengawasi anak. Dan anaknya juga perlu tau kalau PUBG untuk usia 18 tahun ke atas.


GGWP.ID juga punya konten video lho! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini, dan add official LINE GGWP.ID di sini untuk giveaway, update breaking news, dan diskon voucher AOV!

Saat ini game PUBG menjadi sorotan karena MUI Jabar mengkaji game ini untuk mempertimbangkan efek manfaat positif atau negatif. Namun perlu diketahui, Kominfo sudah mengatur bahwa PUBG masuk kategori game 18 tahun ke atas.

Dilansir dari detik.com, Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu, mengatakan bahwa berdasarkan PM Kominfo No 11 tahun 2016 tentang klasifikasi permainan interaktif elektronik, PUBG masuk kategori game 18+, yang artinya hanya boleh dimainkan oleh orang berusia 18 tahun ke atas.

Sumber gambar: businesstoday.id

Oleh karena hal itu, Ferdinandus meminta orang tua ikut berperan yaitu dengan cara mengawasi anak di bawah umur agar tidak memainkan game ini.

“Kami mengimbau orang tua untuk ikut mengawasi anak-anak mereka ketika anak-anak bermain game. Bermainlah game sesuai kategori umur” kata Ferdinandus yang dikutip dari detik.com.

Mengenai wacana pemblokiran game, Ferdinandus mengatakan hingga saat ini, Sabtu, 23 Maret 2019, tidak ada permintaan pemblokiran game PUBG oleh MUI ke Kominfo, karena MUI masih akan mengkaji game ini dengan melibatkan banyak pihak, termasuk Kominfo.

Diberitakan sebelumnya, Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan bisa memblokir PUBG jika pengkajian membuktikan game ini merusak gamer.

Usai Kajian dari MUI, Kominfo Siap Blokir PUBG Jika Dinilai Merusak Gamer

Menindaklanjuti kajian MUI Jabar mengenai game online PUBG, Kominfo menyatakan siap blokir PUBG jika dinilai merusak para gamer.


“MUI lembaga independen, kalau memang dirasakan merusak, dikaji dulu dan silakan diajukan ke Kemenkominfo. Kami siap menindaklanjuti permintaan pemblokirannya” kata Semuel seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.



Tentang Penulis

Artikel Terkait