Dota 2

Boom Headshot! Ini 3 Alasan Sniper Kembali Menjadi Meta Permainan Dota 2

Berbahagia lah kalian para 1k scrubs!!!


GGWP.ID juga punya konten video lho! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini, dan add official LINE GGWP.ID di sini untuk giveaway, update breaking news, dan diskon voucher AOV!

Hero apa yang kalian gunakan untuk belajar bermain Dota 2 pertama kali? Jawabannya kalau bukan Razor ya pasti Sniper, hero yang punya mekanik permainan mudah dan bisa dengan cepat dikuasai oleh pemula. Sniper salah satu hero sepele yang kini balik menjadi meta. Apa rahasia Sniper bisa jadi hero mid terkuat Dota2?

Kalau ngomongin soal siapa hero mid terkuat Dota2 jelas yang ada di pikiran kalian adalah hero dengan burst damage seperti Lina, Outworld Devourer, Nevermore atau Tinker. Sniper bahkan tidak memiliki spot lagi untuk dimainkan di midlane seperti halnya Drow Ranger.

Naik level biar bisa dapat Arcana

Battle Pass Dota 2 sudah dirilis untuk musim pertandingan 2019 ini, apa kalian sudah membelinya? Terus sekarang sudah level berapa? Nih cara biar naik level


Sniper dan Drow memang kuat, tapi mereka berdua adalah tipe hero yang tidak memiliki skill bertahan. Drow hanya mengandalkan Gush miliknya untuk mendorong lawan, sementara Sniper hanya memiliki Sharpnel serta Take Aim yang melambatkan gerakan lawan.

Lantas apa yang membuat Sniper bisa kembali menjadi pilihan untuk dimainkan di midlane? Kita sedang tidak membicarakan pub match dengan average MMR di 1.000 hingga 2.000, tapi permainan kelas tinggi seperti di ESL One Mumbai serta yang terakhir MDL Paris Major kemarin.

1

Status Growth

Source: MeoMoc

Alasan pertama kenapa Sniper bisa dilirik oleh para pro player memainkan hero simple seperti ini dalam gelaran turnamen besar adalah karena growth status yang dipunya oleh Sniper itu sendiri, bukan status jadi kawin setelah lajang, bukan melainkan status terhadap base STR dan juga AGI growth.

Sniper adalah hero squishy dan juga super lelet dan dia bergantung sepenuhnya terhadap damage output yang dia punya. Oleh karena itu Valve memberikan dia buff yang terbilang cukup oke.

Seperti pada patch 7.21 Agility gain yang bertambah menjadi 3.1 dari 2.7 dimana ketika level 10 dia akan memiliki tambahan 31 Agility setara dengan satu Eaglesong serta base STR dari 17 menjadi 19 yang membuat dia menjadi cukup tebal pada awal permainan dengan modal satu buah Wraith Band

2

Skill Buff dan Rework

hero mid terkuat dota2

Poin kedua yang membuat Sniper benar-benar menjadi primadona adalah buff serta peningkatan efek skill yang dia punya, hingga rework terhadap salah satu skillnya.

Sniper adalah bukan tipe burst damage Carry sehingga dia tidak bisa dengan cepat menghabisi lawannya. Oleh karena itu dia jarang dipilih untuk menjadi midlaner jika lawan bermain agresif dengan mengandalkan skill burst.

Namun dengan efek cooldown Sharpnel yang jadi lebih cepat, headshot yang memiliki damage tambahan serta efek knockback hingga take aim yang bisa menggandakan jarak tembak, jelas membuat Sniper menjadi diminati. Selain bisa menjaga jarak dia juga bisa men-zoning lawan agar dia bisa dengan mudah melakukan last hit.

Selain itu juga buff terhadap ultimate skill miliknya yaitu Assassinate yang kini memiliki jarak 3000 range pada level satu, juga menjadi pertimbangan kenapa Sniper kini terlihat lebih kuat, meskipun dia hanyalah seorang kakek tua.

3

Sinergi Hero

cosplay dota 2

Sumber: cibo-black-cat.deviantart.com

Sebenarnya untuk poin nomor tiga bisa dibilang tidak selamanya berkaitan, namun jika dipikir ada benarnya juga. Sinergi Hero terhadap sniper itu sendiri. Ada beberapa hero pendamping atau penyokong yang membuat Sniper benar-benar kuat.

Di sini kita tidak akan menggunakan argumen klasik dan malas seperti “Semua tergantung pilot”, akan tetapi Sniper memang akan menjadi lebih ganas jika kita pasangkan dengan beberapa hero seperti Earthshaker, Tuskar atau Shadow Shaman yang memang tengah menjadi meta.

Tapi bagaimana jika kalian bisa mendapatkan dua hero kuat seperti Drow dan juga Sniper? Jelas itu akan menjadi kombo yang luar biasa dengan efek Presicions Aura yang dimiliki. Namun sekali lagi ini adalah faktor lain yang tidak bisa sepenuhnya kita harapkan, jika hero kombo yang kita mau justru dibanned atau dipilih oleh tim lawan.


Bagaimana dengan tiga hal ini menurut kalian? Ada tambahan lain? Tuliskan pada kolom komentar ya.



Tentang Penulis

Leonanda Ferry

Penulis eSport yang suka dan doyang (doyan digoyang?) banget sama ice cream dan puding. Dota2 Pub Warrior dan pemain magang Mobile Legends.

Artikel Terkait