Focus

Esports Ability Indonesia Perjuangkan Aksesibilitas Terhadap Keterbatasan dalam Olahraga Elektronik.

Ini dia bentuk dukungan terhadap rekan-rekan kita yang memiliki keterbatasan! Ayo dukung komunitas Esports Ability Indonesia!


GGWP.ID juga punya konten video lho! Subscribe channel Youtube GGWP.ID di sini, dan add official LINE GGWP.ID di sini untuk giveaway, update breaking news, dan diskon voucher AOV!

Aksesibilitas, bukan rasa kasihan, merupakan suatu hal yang selalu dicari-cari bagi teman-teman kita yang mempunyai keterbatasan. Mereka menginginkan sebuah kesempatan yang sama dengan pemain esports lainnya.

Bila hal ini mampu dipenuhi, maka bukan sebuah sesuatu yang mengejutkan kalau mereka bisa menjadi pemain yang hebat dan bahkan menjadi salah satu yang terbaik.

Nama-nama terkenal seperti Brolylegs di dunia Street Fighter, Phoenix dalam Fighting Games Community, dan tentu saja NOM4D yang menciptakan NOM4D Button Layout dalam gim Call of Duty dan secara langsung menciptakan aksesibilitas bagi para pemain esports FPS.

Esports

Sumber: Instagram.com @teamnxl

Di Tanah Air, ada pemain profesional Mobile Legends yang tuli dan mempunyai kosakata yang terbatas namun masih mampu bersaing di panggung esports terbesar ini.

Beliau adalah Calvin “Hinelle” Phillips yang mampu merubah keterbatasan miliknya menjadi sebuah kekuatan dan menjadikan dirinya salah satu pemain terbaik di Indonesia

Namun di Indonesia sendiri, aksesibilitas masih menjadi sesuatu yang belum terjamah secara langsung. Di tengah-tengah kurangnya perhatian ini, Esports Ability Indonesia hadir untuk menjadikan lingkungan esports di Indonesia inklusif bagi semua orang!

Pihak redaksi GGWP.ID pun mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang langsung dengan salah satu pendiri dari komunitas ini yaitu Shena Septiani.

Esports

Sumber: Instagram.com @buahtomat

Shena sendiri mengatakan kalau motivasi dirinya menjadi pejuang akses kepada yang memiliki keterbatasan adalah untuk memenuhi akses disabilitas di dalam industri digital yang semakin maju.

Awalnya karena saya punya akses di dunia digital khususnya esports dan teman-teman disabilitas sulit mendapatkan akses tersebut. Jadi motivasinya untuk memenuhi akses disabilitas di dalam industri digital.” Jawab dirinya yang akrab disapa dengan Naa.

Dia juga menambahkan: “Kenapa buat komunitas esports-nya, karena kami ingin memenuhi akses teman dengan disabilitas yang ingin berkarir di bidang esports sebagai bagian dari industri digital

Shena sendiri mengaku sudah memiliki ide untuk membuat komunitas ini sejak tahun 2018 namun baru dalam satu bulan terakhir berhasil meluncurkan Esports Ability Indonesia

Untuk idenya sudah dari 2018 tapi baru akhirnya digarap sebulan lalu karena sebelum buat komunitasnya perlu banyak belajar dan konsultasi dengan player disabilitas.” Ungkap dirinya.

Sang pendiri ini juga mengaku kalau dirinya satu-satunya non-disabilitas dalam komunitas tersebut dan mengatakan kalau keterlibatan rekan-rekannya sangatlah penting.

Yang pasti keterlibatan mereka sangat penting, cuma saya yang non-disabilitas sejauh ini.” Tambah Shena.

Esports

Sumber: Instagram.com @buahtomat

Sejauh ini, sudah ada setidaknya empat komunitas yang berada di bawah naungan Esports Ability Indonesia menurut Shena.

Sekarang, ada komunitas PUBGM Tuli Indonesia, komunitas MLBB Tuli Indonesia, Moba Tuli Jabodetabek dan Para Esports Indonesia.

Esports Ability Indonesia sendiri memiliki visi dan misi yang sangat mengedepankan aksesibilitas bagi teman-teman disabilitas.

Untuk visi, terciptanya lingkungan esports yang inklusif untuk semua orang. Misinya, teman2 disabilitas berkarir di dunia digital khususnya esports.” jawab dirinya.

Terlebih lagi, dirinya juga mengaku sedang mengkaji sebuah turnamen bagi teman-teman difabel dan akan hadir dalam waktu dekat!

Sekarang pun sedang direncanakan kak. Inshallah abis lebaran kita akan ada turnamen yang sudah disetarakan dengan teman2 difabel.” ungkap dirinya

Shena juga menambahkan kalau seluruh kepanitian dilaksanakan oleh teman difabel secara langsung. Dia juga memberikan contoh penyetaraan yang dimaksud seperti apa.

Contohnya, posisi duduk agar mudah komunikasi, bermain tanpa headset agar setara dengan teman tuli, memperbolehkan penggunaan alat dan ukuran layar untuk pemain membutuhkannya karena kondisi disabilitas tertentu. Fasilitasnya juga termasuk tempat parkir khusus wheelchair di venue, volunteer untuk helper, lift, intrepreter bahasa isyarat” jelas dirinya dengan semangat.

Dia juga mempunyai harapan besar agar turnamen yang akan dia selenggarakan ini akan menjadi sebuah acuan untuk para EO agar rekan-rekan dengan kebutuhan khusus bisa nyaman saat bertanding.

Mudah-mudahan bisa jadi acuan juga untuk EO EO esports yang ingin membuat acara supaya teman dengan kebutuhan khusus bisa nyaman saat bertanding.” ungkap dirinya kepada redaksi.

Akhir kata, dia ingin semuar rekan disabilitas untuk bergabung dan menghubungi dirinya di laman Facebook Esports Ability Indonesia serta menitip pesan kepada semua penggemar esports.

Untuk teman disabilitas yang ingin bergabung jangan ragu untuk hubungi kami lewat FB Esports Ability Indonesia.  Dengan akses siapapun bisa jadi apapun. Yang dibutuhkan teman-teman disabilitas bukanlah ijin bertanding, bukan rasa kasihan, tapi akses. Mudah-mudahan kita bisa menciptakan ekosistem esports yang inklusif!”


Ayo dukung Shena dan juga rekan-rekan difabel kita dalam menciptakan ekosistem esports yang inklusif!



Tentang Penulis

Artikel Terkait