Miss All Sunday (dok. Toei Animation/One Piece)
Sebelum menjadi bunga yang mekar di dek Thousand Sunny, Nico Robin adalah duri dalam daging bagi Pemerintah Dunia.
Sejak usia delapan tahun, kita melihatnya berlari dari satu pengkhianatan ke pengkhianatan lain.
Puncaknya adalah ketika ia mengambil identitas Miss All Sunday, tangan kanan Crocodile dalam organisasi Baroque Works. Sebagai Miss All Sunday, Robin tampil dingin dan penuh rahasia.
Ia bukan sekadar wakil ketua karena ia adalah otak di balik layar yang memastikan rencana utopia Crocodile berjalan mulus.
Namun, nama itu sebenarnya adalah bentuk isolasi diri.
Dengan nama sandi, ia tidak perlu menjadi "Iblis dari Ohara". Ia bisa menjadi siapa saja, selama ia bisa terus membaca Poneglyph. Menariknya, meski ia bekerja di bawah bayang-bayang organisasi kriminal, Robin tetap memiliki standar moral yang samar.
Ia membiarkan Luffy hidup setelah kekalahan pertamanya, sebuah tanda bahwa di balik wajah dingin sang Miss All Sunday, masih ada harapan yang tersisa untuk hari esok yang lebih cerah. Untungnya, masa-masa kelam itu sudah lewat, dan bergabung dengan kru Topi Jerami yang suram.