Akar Budaya yang Membentuk Cerita dan Karakter (hitekno.com)
Manga lahir dan berkembang di Jepang, dengan sejarah panjang sejak era pasca-Perang Dunia II. Banyak judul mengangkat mitologi lokal seperti yokai, kisah samurai, atau nilai kedisiplinan khas Jepang.
Tema persahabatan, kerja keras, dan konflik batin sering muncul, bahkan di cerita action sekalipun.
Pendekatan ini membuat manga terasa konsisten dan mudah dikenali, baik oleh pembaca lokal maupun global.
Manhwa berasal dari Korea Selatan dan tumbuh pesat sejak era internet.
Ceritanya sering menyinggung hierarki sosial, tekanan akademik, dunia kerja, hingga makanan dan gaya hidup urban Korea.
Pengaruh drama televisi juga terasa kuat, terutama pada genre romance dan fantasy modern.
Popularitasnya melonjak sejak platform digital seperti Webtoon memudahkan distribusi ke pembaca internasional.
Manhua berkembang di Tiongkok, termasuk wilayah Taiwan dan Hong Kong, dengan akar kuat dari sastra klasik.
Cerita wuxia dan xianxia banyak diadaptasi dari novel web yang sudah lebih dulu viral. Tokohnya kerap digambarkan sangat kuat, dengan konflik politik dan peradaban yang kompleks.
Perbedaan manga, manhwa dan manhua dari segi budaya ini berpengaruh langsung pada rasa cerita. Pembaca bisa merasakan nilai sosial dan cara pandang negara asalnya, tanpa perlu penjelasan panjang.
Di sinilah ketiganya menemukan identitas masing-masing dan berhasil menarik basis penggemar yang berbeda.