Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
3 Generasi Monkey D. Hadir di One Piece Netflix Season 2
Ilustrasi karakter Monkey D. Luffy (Instagram @onepiecenetflix)
  • Season 2 One Piece Netflix menyoroti tiga generasi keluarga Monkey D., memperlihatkan dinamika antara Luffy, Garp, dan Dragon sebagai inti cerita saat kru Straw Hat memasuki Grand Line.
  • Luffy tampil lebih dewasa dan empatik tanpa kehilangan sifat cerianya, sementara Garp digambarkan sebagai sosok tegas yang berjuang antara tugas angkatan laut dan kasih sayang terhadap cucunya.
  • Kemunculan Monkey D. Dragon membawa aura misterius dan menegaskan perannya sebagai pemimpin Pasukan Revolusi yang tenang namun berwibawa, menjadi kontras kuat bagi karakter Luffy dan Garp.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Season 2 serial live action One Piece di Netflix menampilkan tiga generasi keluarga Monkey D.—Garp, Dragon, dan Luffy—sebagai fokus utama cerita yang menggambarkan dinamika antara angkatan laut, revolusioner, dan bajak laut.
  • Who?
    Monkey D. Luffy diperankan Iñaki Godoy, Monkey D. Garp diperankan Vincent Regan, serta Monkey D. Dragon muncul sebagai pemimpin Pasukan Revolusi dengan peran misterius di awal musim kedua.
  • Where?
    Cerita berlangsung di dunia fiksi One Piece, berpindah dari wilayah East Blue menuju Grand Line dalam adaptasi live action yang ditayangkan melalui platform streaming Netflix.
  • When?
    Peristiwa ini terjadi pada Season 2 serial One Piece versi live action yang dirilis setelah penayangan musim pertama; waktu spesifik perilisan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Dinamika tiga generasi keluarga Monkey D. dijadikan pusat cerita untuk memperdalam konflik moral antara tugas, kebebasan, dan hubungan keluarga dalam perjalanan Luffy menuju Grand Line.
  • How?
    Kisah dikembangkan melalui interaksi emosional antar karakter: Garp mengejar cucunya demi ujian kekuatan, Dragon melindungi Luffy secara misterius, sementara Luffy menunjukkan kedewasaan baru dalam petualangannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kakek, ayah, dan anak yang namanya sama-sama Monkey D. Kakeknya tentara laut yang kuat sekali, ayahnya orang paling dicari karena melawan pemerintah, dan anaknya bajak laut lucu yang suka makan banyak. Sekarang mereka muncul di cerita baru One Piece Netflix Season 2 dan petualangannya makin seru di laut besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keluarga Monkey D. adalah anomali terbesar dalam dunia One Piece.

Bayangkan pada sebuah keluarga di mana sang kakek adalah pahlawan angkatan laut, sang ayah adalah buronan paling dicari di dunia sebagai pemimpin pasukan revolusi, dan sang anak adalah bajak laut yang hobi makan.

Memasuki Season 2 versi live action Netflix, dinamika tiga generasi ini menjadi jangkar cerita utama One Piece, terutama saat cerita bergeser dari East Blue menuju keganasan Grand Line.

In Article GGWP_.png


1. Monkey D. Luffy

Ilustrasi karakter Monkey D. Luffy One Piece (Instagram/@onepiecenetflix)

Luffy versi Iñaki Godoy tetaplah pemuda karet yang ceria dengan mimpi setinggi langit untuk menjadi Raja Bajak Laut.

Namun, di Season 2, kita melihat Luffy yang sedikit lebih dewasa, setidaknya dalam standar Luffy. Jika di manga ia sering mengabaikan masa lalu temannya karena bosan, Luffy di Netflix jauh lebih "kontemplatif." Dia bersedia mendengarkan, bahkan memahami beban emosional krunya.

Lihat saja bagaimana dia menangani Laboon. Alih-alih langsung meninju paus raksasa itu untuk menantangnya berkelahi, Luffy justru menyanyikan "Binks' Brew." Ini adalah momen yang manis, membuktikan bahwa meski dia Book Dumb (bodoh secara akademis), kecerdasan emosionalnya sangat tinggi.

Tentu saja, "kecerdasan" ini tidak mencegahnya untuk menelan peta Grand Line bulat-bulat hanya agar tidak dicuri saat dia pingsan terkena gas tidur.

Setidaknya, perut karetnya berfungsi ganda sebagai brankas anti-maling.

Satu hal yang tidak berubah adalah nafsu makannya. Di Whisky Peak, Luffy sanggup menghabiskan lebih dari 30 piring makanan dan masih bertanya "apa ada pencuci mulut?" Mungkin satu-satunya hal yang bisa mengalahkan Luffy dalam pertarungan adalah tagihan restoran yang tidak bisa dibayar dengan bounty nya.

2. Monkey D. Garp

Monkey D. Garp (dok. One Piece/Netflix)

Dalam adaptasi live-action One Piece versi Netflix, Vice-Admiral Monkey D. Garp (diperankan Vincent Regan) tampil berbeda dari versi anime.

Jika Luffy berbicara dengan aksen Meksiko yang santai, Garp justru hadir dengan aksen Skotlandia yang berat dan sikap dingin penuh wibawa.

Ia tidak lagi sekadar kakek yang sering tertidur saat berbicara, melainkan sosok antagonis yang membayangi perjalanan Luffy sepanjang saga East Blue.

Garp digambarkan sebagai Badass Normal sejati. Tanpa kekuatan buah iblis, ia mampu melakukan hal luar biasa seperti melempar bola meriam dengan tangan kosong. Kekuatan fisik, pengalaman tempur, dan keteguhan mentalnya menunjukkan bahwa kemampuan manusia biasa pun bisa menyaingi kekuatan supranatural.

Di balik ketegasannya, Garp adalah figur yang kompleks. Ia terjebak antara tugas sebagai perwira angkatan laut dan kasih sayangnya sebagai kakek. Kepada Koby dan Helmeppo, ia bertindak seperti drill sergeant yang keras, memberikan latihan brutal untuk membentuk mental mereka.

Namun pengejarannya terhadap Luffy sebenarnya adalah semacam ujian karakter. Ia tidak membenci cucunya; justru ia ingin memastikan Luffy cukup kuat menghadapi kerasnya dunia Grand Line. Baginya, lebih baik Luffy ditangkap daripada mati seperti Raja Bajak Laut, Gol D. Roger.

Menjelang Season 2, Garp mulai berubah menjadi sosok yang lebih reflektif. Ia mengakui kerinduannya pada masa ketika ia mengejar Roger, dan melihat semangat yang sama pada Luffy. Setelah mengalahkan Luffy dengan mudah di akhir Season 1, Garp memilih melepaskannya, menyadari bahwa jalan Luffy tidak bisa dihentikan.

Walau sering frustrasi dengan ulah cucunya, Garp diam-diam bangga melihat poster buronan Luffy menjadi yang tertinggi di East Blue. Kini, ia memfokuskan diri melatih Koby dan Helmeppo sebagai harapan baru angkatan laut, dan mungkin, sebagai lawan yang layak bagi Luffy di masa depan.

3. Monkey D. Dragon

Monkey D. Dragon (dok. One Piece/Netflix)

Kehadiran generasi tengah, Monkey D. Dragon, di akhir Season 1 dan awal Season 2 memberikan nuansa misteri yang kental.

Dragon muncul sebagai "Mysterious Protector" di Loguetown tepat saat Smoker hampir menghabisi Luffy.

Dengan suara bariton yang mengintimidasi dan tatapan tajam, dia menghentikan Smoker hanya dengan satu tangan, sebuah kemampuan luar biasa mengingat Smoker adalah pengguna Logia yang tidak bisa disentuh sembarang orang.

Dragon adalah antitesis dari sifat ceroboh Luffy dan kegaduhan Garp. Dia tenang, berwibawa, dan sangat puitis. "Siapa kita hingga harus menghalangi pelayaran orang lain?" ucapnya sambil memanggil badai yang menerbangkan pasukan angkatan laut.

Meskipun Luffy sendiri tidak tahu siapa pria bertato di wajah itu, penonton sudah merasakan beban sejarah yang dibawa oleh pemimpin Pasukan Revolusi ini.

Editorial Team