Monkey D. Garp (dok. One Piece/Netflix)
Dalam adaptasi live-action One Piece versi Netflix, Vice-Admiral Monkey D. Garp (diperankan Vincent Regan) tampil berbeda dari versi anime.
Jika Luffy berbicara dengan aksen Meksiko yang santai, Garp justru hadir dengan aksen Skotlandia yang berat dan sikap dingin penuh wibawa.
Ia tidak lagi sekadar kakek yang sering tertidur saat berbicara, melainkan sosok antagonis yang membayangi perjalanan Luffy sepanjang saga East Blue.
Garp digambarkan sebagai Badass Normal sejati. Tanpa kekuatan buah iblis, ia mampu melakukan hal luar biasa seperti melempar bola meriam dengan tangan kosong. Kekuatan fisik, pengalaman tempur, dan keteguhan mentalnya menunjukkan bahwa kemampuan manusia biasa pun bisa menyaingi kekuatan supranatural.
Di balik ketegasannya, Garp adalah figur yang kompleks. Ia terjebak antara tugas sebagai perwira angkatan laut dan kasih sayangnya sebagai kakek. Kepada Koby dan Helmeppo, ia bertindak seperti drill sergeant yang keras, memberikan latihan brutal untuk membentuk mental mereka.
Namun pengejarannya terhadap Luffy sebenarnya adalah semacam ujian karakter. Ia tidak membenci cucunya; justru ia ingin memastikan Luffy cukup kuat menghadapi kerasnya dunia Grand Line. Baginya, lebih baik Luffy ditangkap daripada mati seperti Raja Bajak Laut, Gol D. Roger.
Menjelang Season 2, Garp mulai berubah menjadi sosok yang lebih reflektif. Ia mengakui kerinduannya pada masa ketika ia mengejar Roger, dan melihat semangat yang sama pada Luffy. Setelah mengalahkan Luffy dengan mudah di akhir Season 1, Garp memilih melepaskannya, menyadari bahwa jalan Luffy tidak bisa dihentikan.
Walau sering frustrasi dengan ulah cucunya, Garp diam-diam bangga melihat poster buronan Luffy menjadi yang tertinggi di East Blue. Kini, ia memfokuskan diri melatih Koby dan Helmeppo sebagai harapan baru angkatan laut, dan mungkin, sebagai lawan yang layak bagi Luffy di masa depan.