Menurut Joko Anwar, konsep hantu dalam film ini bukan sekadar makhluk menyeramkan. Ia adalah simbol dari sesuatu yang tidak dipahami manusia (idntimes.com)
Menurut Joko Anwar, konsep hantu dalam film ini bukan sekadar makhluk menyeramkan. Ia adalah simbol dari sesuatu yang tidak dipahami manusia.
Ketika manusia tidak mengerti sesuatu, mereka cenderung melabelinya sebagai ancaman.
Dalam konteks yang lebih luas, hal ini juga mencerminkan hubungan antara kekuasaan dan rakyat.
Ketidakpahaman sering kali melahirkan ketakutan, dan ketakutan tersebut berubah menjadi penindasan.
Film ini secara cerdas menggunakan elemen horor sebagai medium untuk menyampaikan pesan tersebut.
Hantu menjadi representasi dari stigma, prasangka, dan ketidaktahuan.
Menariknya, konsep ini juga tercermin dalam karakter Tokek yang diperankan oleh Aming.
Dalam salah satu interpretasi, Tokek bukan sekadar korban, tetapi juga simbol bagaimana manusia bisa menjadi hantu bagi sesamanya ketika berada dalam kondisi terburuk.
Dengan pendekatan metaforis ini, film terasa lebih dari sekadar hiburan.
Ia menjadi cermin sosial yang cukup mengganggu, karena penonton dipaksa untuk melihat sisi gelap manusia itu sendiri.