Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Conclave, Pemborong Nominasi Piala Oscar 2025
Conclave (x.com/conclavethefilm)

  • Film Conclave diadaptasi dari novel best seller karya Robert Harris dengan sentuhan dramatis yang sinematik.

  • Sebagian besar adegan syuting dilakukan di lokasi lain yang menyerupai Vatikan dan menggunakan CGI untuk detail interior Kapel Sistina.

  • Conclave mendapat 8 nominasi Oscar 2025, berkat usaha maksimal dari transformasi fisik para aktor dan penggunaan teknik one take shot.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Film Conclave (2025) berhasil mencuri perhatian para pencinta film dengan kisahnya yang penuh intrik dan ketegangan. Berlatar di tengah proses pemilihan Paus baru, film ini menyoroti politik internal gereja yang dipenuhi skandal dan perebutan kekuasaan.

Tak heran jika Conclave memenangkan nominasi Best Adapted Screenplay di ajang Oscar tahun ini. Nah, sebelum menonton, yuk simak tujuh fakta menarik seputar film ini!

1. Inspirasi dari Novel Best Seller

Conclave (x.com/conclavethefilm)

Film ini diadaptasi dari novel berjudul Conclave karya Robert Harris. Novel tersebut menyajikan cerita politik dalam Vatikan dengan atmosfer thriller yang intens. Sutradara Edward Berger tetap mempertahankan banyak elemen dari buku, tetapi menambahkan sentuhan dramatis yang lebih sinematik.

2. Proses Syuting di Lokasi yang Tidak Biasa

Conclave (x.com/conclavethefilm)

Karena sulit mendapatkan izin untuk syuting langsung di Vatikan, sebagian besar adegan dalam Conclave dibuat di lokasi lain yang menyerupai arsitektur gereja Katolik di Roma dan Jerman. Beberapa adegan juga menggunakan CGI untuk meniru detail interior Kapel Sistina.

3. Kontroversi

Conclave (x.com/conclavethefilm)

Conclave Oscar 2025 masuk dalam nominasi Best Picture di Academy Awards. Uniknya, banyak pengguna media sosial yang melihat kesamaan antara skandal dalam cerita film ini dengan kontroversi yang melibatkan film-film nominasi lainnya, seperti Anora, The Brutalist, dan Emilia Pérez.

4. Transformasi Fisik Para Aktor

Conclave (x.com/conclavethefilm)

Ralph Fiennes dan beberapa aktor lainnya menjalani perubahan fisik demi peran mereka sebagai kardinal yang sudah berusia lanjut. Selain menggunakan riasan khusus, mereka juga menjalani pelatihan khusus untuk berbicara dan bergerak layaknya seorang anggota tinggi gereja.

5. Adegan Dialog Panjang Tanpa Potongan

Conclave (x.com/conclavethefilm)

Film ini memiliki beberapa adegan panjang tanpa pemotongan (one take shot), di mana para aktor harus menghafal dialog yang cukup kompleks. Teknik ini memberikan kesan lebih realistis dan memperkuat ketegangan di antara karakter.

6. Bakat Ralph Fiennes

Ralph Fiennes (x.com/conclavethefilm

Biasanya, Ralph Fiennes dikenal karena peran-peran antagonisnya, seperti Voldemort atau Amon Göth. Namun, di Conclave, ia memerankan seorang kardinal yang bermoral tinggi tetapi penuh pergulatan batin, bertanggung jawab atas pemilihan Paus di tengah konflik politik internal gereja.

7. Soundtrack yang Digarap dengan Gaya Unik

Conclave (x.com/conclavethefilm)

Alih-alih menggunakan musik klasik khas film bertema gereja, komposer Volker Bertelmann (pemenang Oscar untuk All Quiet on the Western Front) menggabungkan elemen musik gregorian dengan instrumen modern. Hasilnya adalah skor musik yang menciptakan suasana misterius dan mencekam sepanjang film.

Dengan fakta-fakta ini, semakin jelas bahwa Conclave bukan sekadar film drama biasa. Tak heran jika film ini masuk dalam nominasi Conclave Oscar 2025 dan menjadi salah satu tontonan wajib bagi pecinta film politik dan thriller.

Editorial Team

Related Article