Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
film dengan biaya produksi mahal
Scene Star Wars: The Rise of Skywalker (intofilm.org)

Intinya sih...

  • Star Wars: The Rise of Skywalker (2019) memiliki biaya produksi sekitar US$490 juta, termasuk reshoot besar-besaran dan penggunaan rekaman lama Carrie Fisher.

  • Jurassic World Dominion (2022) menghabiskan sekitar US$465 juta karena proses produksinya terhenti akibat pandemi COVID-19 dan menampilkan lebih dari 35 spesies dinosaurus.

  • Deadpool & Wolverine (2024) menghabiskan sekitar US$429 juta dan mencatat pendapatan lebih dari US$1,3 miliar secara global, menjadi film R-rated terlaris sepanjang sejarah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perfilman Hollywood kini memasuki era dimana angka ratusan juta dolar sudah bukan lagi hal yang aneh, terutama untuk proyek ambisius dengan efek visual raksasa dan nama besar di baliknya.

Mengingat maraknya tren menghabiskan budget besar-besaran untuk menciptakan film, akan menarik jika kita bahas bersama-sama 10 film dengan biaya terbesar sejauh ini. Apa saja film-film tersebut?

In Article GGWP_.png


1. Star Wars: The Rise of Skywalker (2019)

Pertarungan Kylo Ren dan Rey (theguardian.com)

Star Wars: The Rise of Skywalker sebenarnya tidak hanya dibuat epik dari segi ceritanya, tapi juga ekstrem dari sisi anggaran. Biaya produksinya menembus sekitar US$490 juta, membuatnya bertengger di dalam daftar film dengan anggaran produksi terbesar di dunia.

Cerita filmnya melanjutkan konflik setelah pertempuran di Crait. Kaisar Palpatine yang dianggap telah tiada tiba-tiba mengirim pesan ancaman ke seluruh galaksi. Kylo Ren menemukan jalan menuju Exegol, sementara Rey berlatih sebagai Jedi di bawah bimbingan Leia Organa.

Petualangan mereka membawa kita ke berbagai planet seperti Pasaana, Kijimi, hingga Endor, sebelum akhirnya mencapai Exegol untuk menghadapi Palpatine dalam duel terakhir yang menentukan nasib galaksi.

Namun, yang membuat biaya produksi Star Wars: The Rise of Skywalker bengkak bukan karena skala ceritanya, melainkan film ini mengalami reshoot besar-besaran pada pertengahan hingga akhir 2019. Adegan-adegan penting harus direkam ulang demi memperbaiki alur cerita.

Ada pula sisi emosional di balik layar. Karakter Leia Organa tetap hadir lewat rekaman lama Carrie Fisher yang belum pernah digunakan sebelumnya.

Putrinya, Billie Lourd, bahkan terlibat untuk membantu menyempurnakan beberapa adegan, yang mana membuat proses produksi jauh lebih kompleks secara teknis dan artistik.

Dari sisi musik, John Williams kembali menyusun scoring terakhirnya untuk semesta Star Wars, meramu semua tema ikonik dari saga Skywalker menjadi satu penutup besar.

Secara finansial, film ini tetap sukses dengan pendapatan global lebih dari satu miliar dolar. Namun ironisnya, angka itu justru menjadi yang terendah di antara trilogi sekuel Star Wars.

2. Jurassic World Dominion (2022)

Poster Jurassic World Dominion (imdb.com)

Jurassic World Dominion membawa franchise legendaris ini ke level produksi yang nyaris tak masuk akal. Dengan biaya sekitar US$465 juta, film ini langsung masuk jajaran film dengan biaya produksi termahal sepanjang masa.

Cerita dimulai beberapa tahun setelah kehancuran Isla Nublar. Dinosaurus kini tidak lagi terkurung di taman hiburan, melainkan menyebar dan hidup di tengah manusia.

Sebuah perusahaan bernama Biosyn Genetics mendirikan suaka rahasia di Italia dengan dalih konservasi, namun diam-diam melakukan eksperimen berbahaya.

Di sisi lain, Claire Dearing menyelidiki praktik pembiakan ilegal, sementara Owen Grady melindungi Maisie Lockwood, seorang remaja yang ternyata merupakan klon manusia. Konflik semakin rumit ketika belalang raksasa hasil rekayasa genetika menghancurkan ladang pertanian dunia. Dugaan pun mengarah pada Biosyn sebagai dalang di balik krisis global tersebut.

Anggaran film ini membengkak karena proses produksinya sempat terhenti berbulan-bulan akibat pandemi COVID-19. Biaya protokol kesehatan saja mencapai jutaan dolar akibat harus melakukan tes rutin hingga karantina kru di lokasi syuting.

Dari segi visual, film ini menampilkan sekitar 35 spesies dinosaurus, termasuk Pyroraptor berbulu yang tampil untuk pertama kalinya demi mendekati akurasi ilmiah. Tim produksi sendiri membangun lebih dari seratus set di Kanada, Inggris, dan Malta.

Yang paling menggugah rasa nostalgia adalah kembalinya trio legendaris Jurassic Park, Ellie Sattler, Alan Grant, dan Ian Malcolm ke layar kaca. Setelah hampir tiga dekade lamanya, mereka akhirnya kembali bersatu dalam satu layar.

Dari segi pemasukan, film ini tetap meraup lebih dari satu miliar dolar secara global dan menjadi salah satu film terlaris di tahun 2022. Versi extended-nya bahkan menambahkan belasan menit adegan baru, termasuk prolog yang sebelumnya dipotong dari versi bioskop.

3. Jurassic World: Fallen Kingdom (2018)

Cuplikan Jurassic World: Fallen Kingdom (rogerebert.com)

Dengan kisaran anggaran antara US$170 - US$465 juta, Jurassic World: Fallen Kingdom masuk dalam jajaran film dengan biaya produksi termahal yang pernah dibuat.

Kisahnya berpusat pada misi penyelamatan dinosaurus di Isla Nublar yang terancam oleh letusan gunung berapi. Claire Dearing kembali mengajak Owen Grady untuk menyelamatkan spesies purba tersebut.

Namun misi kemanusiaan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka menemukan rencana licik Eli Mills yang ingin melelang dinosaurus di pasar gelap.

Masalah semakin besar dengan kemunculan Indoraptor, hibrida mematikan hasil gabungan DNA Indominus rex dan Velociraptor. Adegan kejar-kejaran di Lockwood Estate terasa sangat intens.

Lokasi syutingnya tersebar di Inggris dan Hawaii guna menghadirkan lanskap eksotis sekaligus atmosfer mencekam. Sutradara J.A. Bayona sengaja memasukkan unsur gotik dan suspense guna memberi nuansa berbeda dari film sebelumnya yang lebih bernuansa petualangan ringan.

Dari sisi bisnis, hasilnya mencengangkan. Film ini berhasil menembus pendapatan lebih dari US$1,3 miliar di seluruh dunia.

Akan tetapi, respons kritikus cukup terbelah. Banyak yang memuji visual dan keberaniannya untuk mengubah tone cerita, tapi tidak sedikit juga yang mengkritik kekuatan naskahnya.

4. Star Wars: The Force Awakens (2015)

Poster Star Wars: The Force Awakens (thehollywoodoutsider.com)

Setelah tidur selama 30 tahun Star Wars: The Force Awakens muncul dengan skala produksi yang luar biasa besar. Film ini menghabiskan sekitar US$447 juta yang membuatnya menjadi salah satu entri penting dalam daftar film dengan biaya produksi termahal sepanjang masa.

Cerita dimulai ketika Resistance berusaha menemukan Luke Skywalker yang menghilang. Poe Dameron memperoleh peta rahasia di planet Jakku, tapi tertangkap oleh First Order.

Di sisi lain, seorang pemulung bernama Rey bertemu droid BB-8 yang membawa potongan peta tersebut. Pertemuan ini menyeret Rey ke dalam konflik besar antara cahaya dan kegelapan.

Finn, seorang stormtrooper yang membelot, membantu Poe melarikan diri. Mereka mencuri Millennium Falcon dan tanpa sengaja bertemu kembali dengan Han Solo serta Chewbacca.

Produksi film ini tersebar di berbagai lokasi ekstrem, mulai dari gurun Abu Dhabi hingga lanskap dingin Islandia. Salah satu keputusan unik mereka adalah penggunaan BB-8 sebagai properti fisik, bukan sepenuhnya CGI.

Musiknya sendiri kembali digarap oleh John Williams, dengan tema yang langsung melekat di telinga penonton. Bahkan trailer-nya memecahkan rekor tontonan dalam minggu pertama rilis.

5. Deadpool & Wolverine (2024)

Deadpool dan Wolverine (idntimes.com)

Deadpool & Wolverine merupakan proyek ambisius Marvel yang menghabiskan sekitar US$429 juta dan langsung masuk jajaran film dengan biaya produksi termahal sepanjang masa.

Cerita bermula ketika Wade Wilson ditangkap oleh TVA karena realitasnya mulai runtuh setelah kematian Logan. Untuk menyelamatkan dunianya, Deadpool merekrut varian Wolverine dari semesta lain dan menghadapi Cassandra Nova di wilayah misterius bernama Void.

Sebenarnya, yang membuat film ini mahal bukan karena efek visualnya, tapi juga kondisi produksinya. Proses syuting sempat terhenti lebih dari sebulan akibat mogok kerja SAG-AFTRA pada 2023. Jika setiap harinya mengalami penundaan berarti mereka harus menggelontorkan biaya tambahan, dari kontrak aktor hingga logistik kru.

Film ini juga dipenuhi berbagai kejutan berupa cameo karakter X-Men seperti Blade dan Elektra. Bahkan Dogpool, varian Deadpool versi anjing, ikut mencuri perhatian penonton.

Dari pemasukan, hasilnya mencengangkan. Film ini mencatat lebih dari US$1,3 miliar secara global dan menjadi film R-rated terlaris sepanjang sejarah.

6. Fast X (2023)

Unsur ledakan kembali muncul di Fast X (lewatsfilm.com)

Memakan anggaran sekitar US$379 juta, Fast X menegaskan posisinya dalam daftar film dengan biaya produksi termahal sepanjang masa.

Cerita berpusat pada Dominic Toretto yang harus menghadapi Dante Reyes, putra musuh lamanya yang menaruh dendam bertahun-tahun. Tim Toretto terpencar, keluarganya terancam, dan konflik berkembang menjadi skala global.

Sutradara awal, Justin Lin, mundur di tengah produksi karena perbedaan visi kreatif. Kursi sutradara kemudian diisi Louis Leterrier, yang harus menyesuaikan ulang jadwal dan konsep film. Pergantian ini menambah beban finansial yang tidak kecil.

Produksi filmnya melibatkan lebih dari 200 mobil khusus untuk keperluan stunt. Lokasi syuting tersebar dari Roma, Turin, Lisbon, hingga London dan Los Angeles. Setiap kota menjadi latar adegan spektakuler, termasuk kejar-kejaran fantastis yang menjadi ikon film tersebut.

Jason Momoa tampil sebagai antagonis yang nyentrik sekaligus teatrikal. Film ini juga menghadirkan kejutan lewat kemunculan kembali karakter lama seperti Hobbs dan Giselle.

Bicara soal finansial, hasilnya tidak semulus aksinya. Dengan pendapatan sekitar US$714 juta, film ini masih kesulitan menutup biaya produksi dan pembagian profit.

7. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (2011)

Jack Sparrow terdampar (intofilm.org)

Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides pernah memegang rekor sebagai film termahal di dunia saat dirilis, dengan anggaran sekitar US$379 juta. Hingga kini, film ini tetap bertahan dalam daftar film dengan biaya produksi termahal sepanjang masa.

Kisahnya mengikuti sosok Jack Sparrow dalam pencariannya menuju Fountain of Youth. Ia terjebak dalam hubungan rumit dengan Angelica, putri Blackbeard, sambil bersaing dengan Barbossa dan armada Spanyol.

Salah satu faktor utama mahalnya produksi adalah teknologi 3D yang digunakan secara penuh, terinspirasi oleh kesuksesan Avatar. Hampir setiap scene-nya didesain ulang agar optimal dalam format tiga dimensi, mulai dari pertempuran laut hingga kemunculan putri duyung di bawah air.

Dari sisi visual, putri duyung di film ini tidak digambarkan seperti dongeng klasik. Mereka dibuat lebih menyerupai makhluk laut, terinspirasi dari ubur-ubur dan predator samudra. Sentuhan ini memberi nuansa dark dan eksotis pada dunia bajak laut tersebut.

Musik film digarap oleh Hans Zimmer dengan pendekatan berbeda, dimana ia memadukan orkestra dengan unsur rock dan nuansa Spanyol. Sehingga skor yang diciptakan terasa lebih liar dan modern dibanding seri sebelumnya.

Secara finansial, film ini tetap meraih lebih dari US$1 miliar di box office global dan menjadi salah satu film terlaris tahun 2011. Meski ulasannya bercampur, penonton tetap berbondong-bondong datang demi pesona Jack Sparrow.

8. Avengers: Age of Ultron (2015)

Penampakan sosok Ultron (rottentomatoes.com)

Cerita Avengers: Age of Ultron bermula saat Tony Stark dan Bruce Banner menciptakan Ultron sebagai sistem pertahanan global. Namun kecerdasan buatan ini berkembang terlalu jauh dan menyimpulkan bahwa umat manusia harus dimusnahkan demi mencapai perdamaian. Ia pun merekrut Maximoff bersaudara dan mulai menyiapkan rencana kehancuran besar-besaran di Sokovia.

Untuk melawan ancaman ini, Avengers harus bersatu kembali. Mereka menciptakan Vision dari sisa teknologi J.A.R.V.I.S., sementara Ultron mengangkat satu kota sebagai senjata pemusnah massal. Skala konfliknya terasa lebih besar dibanding film Avengers pertama.

Dari sisi narasi, film ini terinspirasi oleh karya besar seperti The Godfather Part II, yang mana mereka menghadirkan konflik internal di dalam tim Avengers. Bahkan ada adegan Loki yang akhirnya dipotong dari versi bioskop, karena saking banyaknya materi yang harus disesuaikan demi ritme ceritanya.

Secara komersial, film ini meraih lebih dari US$1,4 miliar secara global dan menjadi salah satu film terlaris tahun 2015. Kritikus menilai film ini solid secara aksi, meski tidak sesegar film pertamanya.

9. Avengers: Endgame (2019)

Beberapa roster di Avengers: Endgame (marvel.com)

Kisah film ini berlangsung lima tahun setelah kekalahan Avengers oleh Thanos. Dunia berada dalam kondisi hancur, dan para pahlawan yang tersisa menyusun rencana putus asa demgam melakukan perjalanan waktu untuk mengumpulkan kembali Infinity Stones. Misi ini membawa mereka kembali ke momen-momen penting dari film-film sebelumnya.

Puncak cerita terjadi ketika Thanos versi masa lalu menemukan rencana mereka dan melancarkan serangan besar-besaran. Pertempuran terakhir menjadi salah satu adegan paling epik dalam sejarah perfilman superhero. Tony Stark akhirnya mengorbankan dirinya demi mengakhiri ancaman Thanos, sementara Steve Rogers memilih menjalani hidup damai dan menyerahkan perisainya kepada Sam Wilson.

Strategi pemasaran Endgame menjadi bagian dari bengkaknya biaya film tersebut. Trailer film ini memecahkan rekor jumlah penonton dalam 24 jam. Bahkan, karakter Thor dengan penampilan “Lebowski Thor” membutuhkan waktu makeup berjam-jam setiap harinya.

Pada akhirnya, film ini mengumpulkan hampir US$2,8 miliar di seluruh dunia dan sempat menjadi film terlaris sepanjang sejarah sebelum posisinya direbut kembali oleh film lain.

10. Indiana Jones and the Dial of Destiny (2023)

Poster Indiana Jones and the Dial of Destiny (flixchatter.net)

Cerita Indiana Jones and the Dial of Destiny membawa kita ke tahun 1969, ketika Indiana Jones terlibat dalam perburuan artefak kuno bernama Dial of Archimedes, sebuah alat yang diyakini mampu memanipulasi waktu.

Ia ditemani Helena, anak baptisnya, sambil dikejar oleh Jürgen Voller, mantan ilmuwan Nazi yang terobsesi untuk mengubah sejarah. Alih-alih tiba di masa Perang Dunia II seperti yang direncanakan, petualangan mereka justru membawa ke era Yunani kuno tahun 214 SM. 

Salah satu faktor terbesar membengkaknya anggaran adalah teknologi de-aging. Harrison Ford dibuat tampak muda kembali untuk adegan berlatar tahun 1944 menggunakan teknologi berbasis AI. Proses ini menuntut waktu panjang dalam pascaproduksi dan biaya visual efek yang tidak sedikit.

Lokasi syuting pun tersebar di banyak negara, mulai dari Inggris, Italia, hingga Maroko. Setiap lokasi dibangun dengan detail tinggi demi menjaga nuansa klasik seri Indiana Jones, sekaligus memberi sentuhan modern pada sinematografinya.

Sayangnya, dari segi bisnis, hasilnya tidak seindah ambisinya. Pendapatan global film ini tidak cukup untuk menutup biaya produksi dan pemasaran, bahkan film ini menjadi salah satu film Hollywood termahal dengan pendapatan yang kurang memenuhi ekspektasi.

FAQ

Apa film dengan biaya produksi termahal sepanjang masa?

Film dengan biaya produksi termahal saat ini adalah Star Wars: The Rise of Skywalker (2019) dengan anggaran sekitar $490 juta akibat reshoot besar-besaran dan produksi skala global.

Mengapa biaya produksi film bisa mencapai ratusan juta dolar?

Karena melibatkan efek visual canggih, aktor papan atas, lokasi syuting internasional, teknologi baru, serta biaya pemasaran dan penundaan produksi.

Apakah film mahal selalu untung di box office?

Tidak selalu. Beberapa film seperti Fast X dan Indiana Jones and the Dial of Destiny justru merugi meski beranggaran sangat besar.

Film mana yang paling sukses secara pendapatan dari daftar ini?

Avengers: Endgame dengan pendapatan hampir $2,8 miliar menjadi film paling sukses secara finansial.

Apa faktor terbesar yang membuat anggaran film membengkak?

Reshoot, pandemi COVID-19, mogok aktor, teknologi VFX, serta syuting di banyak negara menjadi faktor utama.

Editorial Team