Poster Jurassic World Dominion (imdb.com)
Jurassic World Dominion membawa franchise legendaris ini ke level produksi yang nyaris tak masuk akal. Dengan biaya sekitar US$465 juta, film ini langsung masuk jajaran film dengan biaya produksi termahal sepanjang masa.
Cerita dimulai beberapa tahun setelah kehancuran Isla Nublar. Dinosaurus kini tidak lagi terkurung di taman hiburan, melainkan menyebar dan hidup di tengah manusia.
Sebuah perusahaan bernama Biosyn Genetics mendirikan suaka rahasia di Italia dengan dalih konservasi, namun diam-diam melakukan eksperimen berbahaya.
Di sisi lain, Claire Dearing menyelidiki praktik pembiakan ilegal, sementara Owen Grady melindungi Maisie Lockwood, seorang remaja yang ternyata merupakan klon manusia. Konflik semakin rumit ketika belalang raksasa hasil rekayasa genetika menghancurkan ladang pertanian dunia. Dugaan pun mengarah pada Biosyn sebagai dalang di balik krisis global tersebut.
Anggaran film ini membengkak karena proses produksinya sempat terhenti berbulan-bulan akibat pandemi COVID-19. Biaya protokol kesehatan saja mencapai jutaan dolar akibat harus melakukan tes rutin hingga karantina kru di lokasi syuting.
Dari segi visual, film ini menampilkan sekitar 35 spesies dinosaurus, termasuk Pyroraptor berbulu yang tampil untuk pertama kalinya demi mendekati akurasi ilmiah. Tim produksi sendiri membangun lebih dari seratus set di Kanada, Inggris, dan Malta.
Yang paling menggugah rasa nostalgia adalah kembalinya trio legendaris Jurassic Park, Ellie Sattler, Alan Grant, dan Ian Malcolm ke layar kaca. Setelah hampir tiga dekade lamanya, mereka akhirnya kembali bersatu dalam satu layar.
Dari segi pemasukan, film ini tetap meraup lebih dari satu miliar dolar secara global dan menjadi salah satu film terlaris di tahun 2022. Versi extended-nya bahkan menambahkan belasan menit adegan baru, termasuk prolog yang sebelumnya dipotong dari versi bioskop.