Pabrik di film Tie Xi Qu (pkcantexplain.blogspot.com)
Film ini mengikuti tiga lapisan kehidupan di distrik industri Tiexi, Shenyang, di mana kita disajikan dengan pabrik-pabrik tua, keluarga buruh yang bertahan hidup di rumah sempit, dan para pekerja rel kereta yang masih menjalankan rutinitasnya di tengah kehancuran sistem ekonomi lama.
Disutradarai oleh Wang Bing, film ini direkam hampir sendirian selama dua tahun. Kamera kecil dan sederhana membuatnya bisa menyusup ke ruang-ruang pribadi para pekerja.
Di film ini, runtuhnya industri sebagai peristiwa proses panjang yang sunyi, di mana industri mulai memberhentkan mesin-mesinnya, pekerja kehilangan pekerjaan, dan anak-anak tumbuh di antara puing-puing pabrik.
Durasi ekstremnya dibuat untuk memahami kehancuran sosial, karena kita perlu melihat repetisi, hari-hari yang sama, wajah-wajah yang lelah, dengan percakapan yang semakin pesimis.
Film ini kemudian dipuji luas oleh kritikus internasional dan bahkan masuk daftar film terbaik sepanjang masa versi beberapa survei kritikus. Namun, film juga juga menjadi bagian dari daftar film terpanjang di dunia yang jarang ditonton oleh publik umum, karena tidak menawarkan hiburan cepat atau alur cerita konvensional.
Yang membuat Tie Xi Qu begitu kuat adalah caranya menolak elemen dramatik yang terlalu berlebihan. Film ini benar-benar berisikan kehidupan yang terus berjalan meski sistemnya mulai runtuh. Dan justru karena itu, film ini menjadi potret paling jujur perihal transisi ekonomi Tiongkok.