SpongeBob tetap menjadi pusat perhatian. Perpaduan antara kepolosan yang tulus dan niat baik yang sering berujung kekacauan masih bekerja dengan efektif.
Namun, konflik yang ia hadapi kali ini terasa kurang menantang secara kreatif. Banyak kejadian terjadi silih berganti, tetapi hanya sedikit yang benar-benar membekas setelah film selesai.
Karakter pendukung seperti Patrick berfungsi sebagai akselerator kekacauan.
Logikanya yang nyaris nihil justru membuat situasi semakin tidak masuk akal dan di situlah film ini terasa paling hidup.
Flying Dutchman juga tampil cukup menghibur, meski ancaman yang ia hadirkan lebih sering terasa lucu ketimbang menyeramkan.
Dari sisi visual, film ini masih memanjakan mata dengan warna-warna mencolok dan desain dunia bawah laut yang liar.
Namun ketika cerita berpindah ke dunia permukaan, daya magisnya terasa sedikit menurun. Beberapa bagian tampak kurang eksploratif, seolah film ini memilih bermain aman ketimbang benar-benar lepas kendali secara visual.