Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Ghost in the Cell Rilis Trailer, Horor Satir Joko Anwar Hadir April 2026

Ghost in the Cell Rilis Trailer, Horor Satir Joko Anwar Hadir April 2026
Dok. GGWP/Valya
Intinya Sih
  • Film horor satir terbaru Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell resmi merilis trailer setelah tayang perdana di Berlin International Film Festival dan dijadwalkan rilis di Indonesia pada 16 April 2026.
  • Berlatar penjara penuh ketegangan, film ini memadukan horor supranatural dengan kritik sosial-politik, menggambarkan dinamika kekuasaan dan kehidupan rakyat melalui metafora ruang tahanan.
  • Dibintangi aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya dan Lukman Sardi, produksi dilakukan efisien selama 22 hari dengan pendekatan teaterikal one shot take untuk hasil sinematik yang intens.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setelah mencuri perhatian dalam world premiere di ajang Berlin International Film Festival, film terbaru produksi Come and See Pictures berjudul Ghost in the Cell akhirnya merilis official trailer.

Film ke-12 karya penulis dan sutradara Joko Anwar ini menjanjikan tontonan yang tak hanya mencekam, tetapi juga menghibur lewat balutan komedi satir yang relevan dengan situasi sosial-politik Indonesia.

Dari cuplikan trailer, penonton diperlihatkan atmosfer penjara yang penuh ketegangan. Dalam ruang sempit dan terkunci, para narapidana harus menghadapi teror yang tak kasatmata di tengah kekacauan yang terus membesar.

Kengerian supranatural berpadu dengan konflik antarmanusia, menciptakan tekanan psikologis yang intens sekaligus absurd.

Namun, Ghost in the Cell bukan sekadar film horor berlatar penjara. Joko Anwar menghadirkan metafora sosial yang tajam. Baginya, penjara dalam film ini adalah miniatur kehidupan rakyat saat ini.

“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” ujar Joko Anwar.

Ia menambahkan bahwa film ini memang dirancang agar penonton bisa tertawa lepas, bukan semata karena kelucuannya, tetapi karena merasa melihat refleksi kehidupan sendiri di layar lebar.

Table of Content

Ansambel Aktor Terbaik Indonesia

Ansambel Aktor Terbaik Indonesia

Ghost in the Cell Rilis Trailer, Horor Satir Joko Anwar Hadir April 2026
Sumber: Come And See Pictures

Film ini menghadirkan jajaran aktor papan atas Indonesia, mulai dari Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, Ho Yuhang, serta memperkenalkan Magistus Miftah.

Abimana Aryasatya yang memerankan karakter Anggoro dan menjadi tokoh sentral dalam film ini mengungkapkan bahwa ia mendapat kebebasan artistik dari Joko dalam membangun karakternya.

“Meski latarnya adalah penjara dan para karakternya adalah para napi, bagi saya ini seperti gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia sekarang. Justru, dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivisme untuk melakukan sebuah tindakan, saat kita tidak bisa bergantung dan mengandalkan institusi resmi,” tutur Abimana.

Produksi Efisien dengan Pendekatan Teaterikal

Ghost in the Cell Rilis Trailer, Horor Satir Joko Anwar Hadir April 2026
Dok. GGWP/Valya

Produser Tia Hasibuan menjelaskan bahwa proses produksi Ghost in the Cell dilakukan dengan pendekatan efektif dan efisien. Syuting berlangsung selama 22 hari, dengan waktu pengambilan gambar hanya setengah hari, yaitu dari pagi hingga menjelang makan siang.

“Meski waktu produksi kami 22 hari, rasanya seperti 11 hari waktu produksi. Di film ini, kami juga menggunakan pendekatan yang hampir seluruhnya one shot take. Jadi sejak pra-produksi sudah dipersiapkan secara matang,” jelas Tia.

Pendekatan ini membuat film terasa seperti pertunjukan teater yang intens. Total hanya ada 43 adegan, jauh lebih sedikit dibanding rata-rata film pada umumnya yang bisa mencapai 120 adegan.

Setiap adegan berdurasi panjang dan menuntut konsentrasi serta performa maksimal dari para pemain. Tak heran jika Joko menggandeng ansambel aktor berpengalaman demi menjaga kualitas akting dan ritme cerita.

Horor, Satir, dan Kritik Sistem

Ghost in the Cell Rilis Trailer, Horor Satir Joko Anwar Hadir April 2026
Sumber: Come And See Pictures

Berlatar di sebuah penjara Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell memadukan horor supranatural dengan kritik sosial yang tajam.

Film ini membongkar bagaimana sebuah sistem dapat melindungi kekuasaan bahkan di tempat yang seharusnya menjadi ruang hukuman.

Kengerian dalam film bukan hanya datang dari sosok tak terlihat, tetapi juga dari relasi kuasa, ketimpangan, serta dinamika antarmanusia yang sarat kepentingan.

Dengan gaya visual dan audio yang dirancang memanjakan penonton, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang intens sekaligus reflektif.

Ghost in the Cell diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Sementara itu, Barunson E&A didapuk sebagai sales agent untuk perilisan globalnya.

Ghost in the Cell rencananya akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.

FAQ

Kapan film Ghost in the Cell tayang di bioskop?

Film Ghost in the Cell dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.

Siapa sutradara film Ghost in the Cell?

Film ini disutradarai dan ditulis oleh Joko Anwar. Ini merupakan film panjang ke-12 dalam kariernya sebagai sutradara.

Siapa saja pemain film Ghost in the Cell?

Film ini dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Morgan Oey, Aming, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Arswendy Bening Swara, dan deretan aktor lainnya.

Apa genre dan cerita utama Ghost in the Cell?

Ghost in the Cell merupakan film horor supranatural yang dipadukan dengan komedi satir dan kritik sosial. Berlatar di sebuah penjara Indonesia, film ini menggambarkan dinamika kekuasaan dan kekacauan yang menjadi metafora situasi sosial-politik di Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Valya Annisya
EditorValya Annisya
Follow Us

Latest in Entertainment

See More