Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Na Willa, Film Keluarga Hangat dari Kreator Jumbo Siap Ramaikan Lebaran 2026
Sumber: Visinema Studios
  • Visinema Studios merilis film keluarga berjudul Na Willa pada Lebaran 2026, disutradarai Ryan Adriandhy dan diproduseri Anggia Kharisma serta Novia Puspa Sari, setelah sukses dengan animasi JUMBO.
  • Film ini berlatar Indonesia era 1960-an, menyoroti masa kecil penuh imajinasi dan kebahagiaan sederhana melalui karakter Willa dan Geng Krembangan yang mengajak penonton bernostalgia.
  • Diadaptasi dari novel Reda Gaudiamo, Na Willa menghadirkan musik Laleilmanino dan deretan aktor lintas generasi, sekaligus menjadi IP lokal yang memperkuat industri film keluarga Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Film keluarga berjudul Na Willa diumumkan akan tayang pada momen Lebaran 2026, menghadirkan kisah hangat dan penuh imajinasi tentang masa kecil di Indonesia era 1960-an.
  • Who?
    Film ini ditulis dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, serta diproduksi oleh Visinema Studios dengan dukungan musik dari trio Laleilmanino.
  • Where?
    Latar cerita film berada di Indonesia pada era 1960-an, sementara proses penayangan dijadwalkan berlangsung di jaringan bioskop seluruh Indonesia.
  • When?
    Na Willa dijadwalkan tayang pada periode Lebaran tahun 2026. Informasi mengenai tanggal pasti perilisan masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari pihak produksi.
  • Why?
    Pembuatan film ini bertujuan menghadirkan tontonan keluarga yang menghangatkan hati sekaligus memperkuat kehadiran intellectual property lokal dalam industri kreatif Indonesia.
  • How?
    Kisah Na Willa diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan diwujudkan melalui produksi live action yang menggambarkan dunia anak-anak dengan sentuhan nostalgia serta musik orisinal Laleilman
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Visinema Studios kembali menghadirkan tontonan keluarga yang penuh kehangatan pada Lebaran tahun ini melalui film Na Willa.

Film ini ditulis dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, serta diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari. Ketiganya sebelumnya sukses merebut hati jutaan penonton lewat film animasi JUMBO yang tayang pada Lebaran tahun lalu.

Lewat Na Willa, kamu diajak kembali merasakan kebahagiaan sederhana masa kecil, hidup bebas, riang, dan penuh imajinasi. Film ini juga menjadi debut Ryan Adriandhy sebagai sutradara film live action, setelah sebelumnya dikenal lewat karya animasi JUMBO.

Cerita Na Willa menghadirkan perjalanan emosional yang hangat sekaligus penuh makna, mengajak orang dewasa melihat kembali dunia melalui sudut pandang anak-anak yang penuh rasa ingin tahu.

In Article GGWP_.png


Nostalgia Masa Kecil di Indonesia Era 1960-an

Sumber: Visinema Studios

Film ini mengambil latar Indonesia pada era 1960-an. Bersama Willa dan Geng Krembangan, kamu diajak menyusuri gang kecil, pasar, hingga lapangan luas tempat anak-anak bermain layangan dan kelereng.

Suasana tersebut menghadirkan nostalgia tentang kebahagiaan sederhana yang sering kali terlupakan ketika seseorang beranjak dewasa. Di sisi lain, film ini juga memberikan ruang bagi penonton anak-anak untuk merayakan rasa penasaran dan imajinasi tanpa batas.

Na Willa menghadirkan pengalaman menonton yang ceria dan penuh kehangatan, menjadikannya tontonan keluarga yang dapat dinikmati bersama oleh anak-anak maupun orang dewasa selama momen Lebaran.

Imajinasi Anak yang Hidup di Layar Lebar

Sumber: Visinema Studios

Salah satu kekuatan film ini terletak pada cara Ryan Adriandhy menghidupkan imajinasi anak-anak di layar. Kamu akan menemukan berbagai gambaran unik dari dunia anak, seperti ikan bandeng bermata banyak hingga pertanyaan polos yang sering muncul di masa kecil, misalnya, apakah benar ada orang yang bernyanyi di dalam radio.

Menurut Ryan Adriandhy, cerita Na Willa lahir dari pengalaman universal yang pernah dirasakan hampir semua orang.

“Kita semua pernah jadi Na Willa. Kita semua pernah menjalani keseharian sebagai anak-anak dengan lingkungan di sekitar kita, orang tua, sahabat, atau rasa kangen sama teman yang tiba-tiba pindah. Hal yang begitu sederhana atau dianggap sepele bagi orang dewasa bisa jadi terasa begitu besar untuk anak-anak,” ujar Ryan.

Ia menambahkan bahwa kerinduan terhadap masa kecil merupakan perasaan yang akan selalu relevan bagi siapa pun.

Adaptasi Novel dan Dukungan Musik dari Laleilmanino

Sumber: Visinema Studios

Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo. Dalam proses produksinya, Visinema juga kembali menggandeng trio musisi Laleilmanino untuk menggarap original soundtrack berjudul “Sikilku Iso Muni”, yang diharapkan dapat memperkuat nuansa ceria dan emosional film ini.

Na Willa turut menghadirkan jajaran pemain dari berbagai generasi, mulai dari aktor anak hingga aktor senior. Beberapa di antaranya adalah Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya, hingga Ratna Riantiarno.

Bagi Visinema Studios, Na Willa bukan sekadar film keluarga. Karya ini juga diproyeksikan sebagai intellectual property (IP) lokal yang dapat terus berkembang di industri kreatif Indonesia.

“Film keluarga bukan sekadar hiburan, tetapi ruang emosional tempat generasi bertemu—anak, orang tua, dan bahkan anak dalam diri kita,” ujar produser sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma.

CEO Visinema Studios, Herry B. Salim, juga menambahkan bahwa industri film Indonesia membutuhkan lebih banyak IP lokal yang kuat dan berkelanjutan, khususnya yang ramah bagi anak dan keluarga.

Sementara itu, Reda Gaudiamo mengaku terharu melihat kisah yang ia tulis diadaptasi ke layar lebar. Ia berharap film ini dapat mengingatkan orang tua untuk kembali mendengarkan suara anak-anak mereka dan merawat semangat masa kecil di dalam diri.

Melalui Na Willa, kamu diajak pulang sejenak ke masa kecil, sebuah dunia yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kebahagiaan sederhana. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia pada Lebaran 2026.

Apa cerita film Na Willa?

Film Na Willa mengisahkan kehidupan seorang anak bernama Na Willa yang penuh imajinasi. Bersama teman-temannya di gang tempat tinggalnya, ia menjalani berbagai petualangan sederhana yang penuh rasa penasaran, kegembiraan, dan keajaiban masa kecil.

Siapa sutradara film Na Willa?

Film Na Willa disutradarai oleh Ryan Adriandhy. Film ini menjadi debutnya sebagai sutradara film live action setelah sebelumnya sukses dengan film animasi JUMBO.

Film Na Willa diadaptasi dari karya apa?

Film Na Willa merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo, yang mengangkat cerita hangat tentang masa kecil, persahabatan, dan imajinasi anak-anak.

Siapa yang memproduksi film Na Willa?

Film Na Willa diproduksi oleh Visinema Studios, studio film Indonesia yang dikenal menghadirkan berbagai film keluarga dan karya kreatif yang populer di kalangan penonton.

Editorial Team