Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Review 'Ghost in the Cell", Horor Brutal yang Artistik!
Ghost in the Cell (Dok. instagram.com/comeandseepictures)
  • 'Ghost in the Cell' hadir dengan konsep horor unik yang memadukan kekerasan brutal dan visual artistik, menawarkan pengalaman berbeda dari film horor lokal pada umumnya.
  • Film ini menyoroti isu sosial dan pemerintahan melalui cerita para napi di lapas Labuhan Angsana, disajikan lewat kombinasi horor, komedi satire, serta pesan simbolik yang mendalam.
  • Aksi intens, akting solid para pemain, dan alur cerita yang kuat menjadikan film ini tontonan berani dengan pesan moral tajam meski beberapa bagian terasa terburu-buru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Film horor berjudul "Ghost in the Cell" dirilis dengan konsep brutal namun artistik, menampilkan kisah para narapidana di penjara yang dihantui sosok misterius dan disertai pesan sosial yang kuat.
  • Who?
    Film ini dibintangi Abimana Aryasatya, Yoga Pratama, dan Endy Arfian. Joko Anwar turut hadir dalam konferensi pers membahas makna simbolik film tersebut.
  • Where?
    Cerita film berlatar di Lapas Labuhan Angsana, sementara kegiatan promosi dan pemutaran berlangsung di Indonesia.
  • When?
    Film dijadwalkan rilis pada tahun 2026, dengan promosi melalui teaser dan trailer yang telah menarik perhatian publik sejak awal tahun ini.
  • Why?
    Pembuatan film ini bertujuan menghadirkan nuansa baru dalam genre horor lokal dengan menggabungkan elemen kekerasan, satire sosial, serta pesan moral tentang kemanusiaan dan keadilan.
  • How?
    Kisah disampaikan melalui perpaduan adegan brutal dan visual artistik, humor satire sebagai penyeimbang ketegangan, serta karakter kuat yang memperkuat alur cerita hingga akhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah maraknya film horor lokal yang cenderung bermain aman dengan formula jumpscare dan cerita yang itu-itu saja, Ghost in the Cell hadir sebagai angin segar yang langsung mencuri perhatian. Bukan hanya karena konsepnya yang terdengar unik, tapi juga cara film ini mempromosikan dirinya lewat teaser dan trailer yang nyeleneh dengan menggunakan lagu “cicak-cicak di dinding” yang ikonik namun terasa ganjil ketika dipadukan dengan nuansa gelap.

Sejak awal, film ini seperti ingin memberi sinyal bahwa apa yang akan kamu tonton bukan sekadar horor biasa. Ada sesuatu yang lebih dalam, lebih berani, dan mungkin juga lebih liar dibandingkan film sejenis. Hal ini tentu membuat ekspektasi penonton jadi tinggi, sekaligus penasaran apakah Ghost in the Cell mampu memenuhi hype yang sudah terbangun sejak awal.

Seperti apa review-nya, simak selengkapnya ya. Perlu diingat, review ini mengandung banyak spoiler, jadi pastikan kamu sudah siap sebelum melanjutkan membaca.

Synopsis 'Ghost in the Cell' (2026)

Ghost in the Cell (Dok. IMDB)

Di dalam lapas Labuhan Angsana, para napi hidup di tengah tekanan tanpa henti, mulai dari penindasan petugas hingga konflik brutal antar tahanan. Situasi yang sudah kacau ini makin mencekam saat seorang napi baru datang, disusul kematian misterius yang terjadi satu per satu dengan cara mengerikan. Isu pun beredar, ada sosok hantu yang mengincar mereka yang memiliki aura paling negatif.

Ketakutan membuat para napi berubah drastis. Mereka yang sebelumnya akrab dengan kekerasan kini justru berlomba-lomba berbuat baik demi menjaga aura tetap positif. Namun, bertahan untuk tetap “baik” di lingkungan penuh ketidakadilan jelas bukan hal mudah, apalagi saat ancaman kematian bisa datang kapan saja.

Di tengah situasi yang semakin putus asa, para napi akhirnya sadar bahwa mereka tak bisa bertahan sendirian. Satu-satunya cara untuk hidup adalah dengan bersatu, melawan penindasan yang ada dan menghadapi teror yang bahkan tak terlihat sekalipun.

Ghost in the Cell
2026
4.5/5
Directed by Joko Anwar
ProducerTia Hasibuan
WriterJoko Anwar
Age RatingD 17+
GenreKengerian, Komedi, Cerita Seru
Duration106 Minutes
Release Date16-04-2026
Themeprison, prisoner, prison cell, gore, terror cell, satire, jail, ghost, haunted, dark, jokes, intense, splatter, brutal
Production HouseCome and See Pictures, Rapi Films, Barunson E&A, Legacy Pictures
Where to WatchCinema XXI
CastAbimana Aryasatya, Bront Palarae, Dimas Danang, Endy Arfian, Lukman Sardi

Trailer 'Ghost in the Cell' (2026)

Review 'Ghost in the Cell'

Ghost in the Cell (Dok. IMDB)

Premis Unik yang Langsung Menarik Perhatian

Menurut penulis, Ghost in the Cell sudah berhasil mencuri perhatian sejak awal lewat premisnya yang unik. Teaser dan trailer yang menggunakan lagu “cicak-cicak di dinding” terasa nyeleneh, tapi justru jadi hook yang bikin penasaran. Ekspektasi awal mungkin mengarah ke film brutal penuh darah, tapi ternyata setelah ditonton, film ini punya lapisan cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar gore.

Seiring berjalannya film, penulis justru menemukan banyak isu yang disentil, terutama soal pemerintah dan kondisi Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain seperti Norwegia. Hal ini bikin film terasa lebih berisi dan relevan, bukan sekadar tontonan horor biasa.

Brutal Tapi Tetap Artistik

Elemen kekerasan di film ini memang cukup dominan, tapi menariknya dibungkus dengan sentuhan visual yang artistik. Bahkan dalam beberapa adegan (spoiler alert), kematian para karakter divisualisasikan dengan cara yang estetis dan dieksekusi dengan sangat rapi.

Alih-alih sekadar mengejutkan penonton dengan darah dan adegan sadis, film ini mencoba memberikan pengalaman visual yang berbeda. Kombinasi antara brutal dan artistik ini jadi salah satu daya tarik utama yang membuatnya terasa beda dari film horor kebanyakan.

Alur Cerita yang Solid Meski Sedikit Terburu-buru

Dari sisi cerita, alurnya terbilang mulus dan enak diikuti dari awal hingga akhir. Penonton tidak dibuat bingung, dan setiap konflik yang muncul terasa punya tujuan yang jelas.

Meski begitu, ada satu atau dua momen yang terasa sedikit terburu-buru, seolah film ingin segera mencapai klimaks. Namun secara keseluruhan, hal ini tidak terlalu mengganggu karena penutupnya tetap terasa satisfying dan semua pesan berhasil tersampaikan dengan baik.

Akting Para Pemain Jadi Kekuatan Utama

Soal akting, deretan pemain yang terlibat jelas jadi salah satu kekuatan utama film ini. Abimana Aryasatya sebagai Anggoro tampil solid dengan karisma yang kuat. Yoga Pratama sebagai Six juga memberikan performa yang memorable, begitu juga Endy Arfian sebagai Dimas Kurniawan.

Menariknya, setiap karakter di film ini terasa punya peran penting dan tidak ada yang sekadar numpang lewat. Semua karakter memiliki kontribusi yang jelas terhadap jalannya cerita, sehingga membuat film terasa lebih hidup dan terarah.

Kombinasi Horor, Komedi, dan Satire yang Pas

Yang cukup mengejutkan, di tengah nuansa horor dan gore yang kental, film ini juga menyisipkan komedi yang terasa pas. Bukan sekadar humor biasa, tapi banyak komedi satire yang secara halus menyindir kondisi sosial dan pemerintahan.

Porsinya juga tidak berlebihan, justru jadi penyeimbang yang membuat film terasa lebih ringan di beberapa bagian tanpa mengurangi tensi utama. Ini jadi nilai tambah yang membuat pengalaman menonton terasa lebih variatif.

Action Intens dan Penuh Darah

Dari sisi action, film ini tampil berani dan tanpa kompromi. Adegan-adegannya brutal, penuh darah, dan tidak menahan diri saat menampilkan momen kematian karakter.

Hal ini jelas jadi nilai plus buat kamu yang suka film dengan intensitas tinggi. Namun di sisi lain, ini juga jadi catatan penting karena tidak semua penonton akan nyaman dengan visual seperti ini.

Penuh Simbol dan Pesan Tersembunyi

Selain itu, Ghost in the Cell juga dipenuhi simbol dan pesan tersembunyi. Seperti yang sempat diungkapkan oleh Joko Anwar dalam press conference, hampir semua elemen dalam film, mulai dari poster hingga detail kecil di dalam adegan ternyata punya makna tertentu.

Hal ini membuat film terasa lebih layered dan menarik untuk dianalisis setelah menonton. Penonton tidak hanya menikmati cerita, tapi juga diajak untuk berpikir lebih dalam mengenai pesan yang ingin disampaikan.

Overall, Ghost in the Cell adalah film yang solid dari berbagai aspek mulai dari cerita, akting, visual, hingga keberanian dalam mengangkat tema. Perpaduan antara horror, gore, action, dan komedi terasa seimbang dan tidak saling bertabrakan.

Namun, film ini mungkin kurang cocok untuk kamu yang sensitif terhadap darah atau memiliki trypophobia, karena ada beberapa visual yang cukup ekstrem.

Kalau kamu mencari film horor yang bukan cuma menakutkan tapi juga punya pesan kuat dan eksekusi visual yang berani, Ghost in the Cell jelas bisa jad pilihan kamu.

Editorial Team