Review Na Willa: Hangat, Sederhana, dan Penuh Nostalgia Masa Kecil

GGWP mendapat kesempatan untuk menyaksikan lebih awal film Na Willa, salah satu tontonan keluarga yang hadir di momen Lebaran 2026.
Film ini menawarkan pengalaman yang hangat dan emosional, dengan pendekatan sederhana namun membekas—terutama bagi penonton dewasa yang ingin bernostalgia dengan masa kecil mereka.
Table of Content
1. Sinopsis Na Willa (2026)
Na Willa mengisahkan Willa, gadis kecil berusia enam tahun yang percaya bahwa gang tempat tinggalnya di Surabaya adalah dunia paling sempurna dan penuh keajaiban.
Di sana, segala hal terasa hidup, mulai dari lagu di radio, kios langganan yang penuh kejutan, hingga hari-hari yang diisi petualangan bersama teman-temannya.
Namun, kebahagiaan itu perlahan berubah ketika salah satu sahabatnya mengalami kecelakaan dan teman-teman lainnya mulai masuk sekolah.
Dunia Willa yang semula ramai dan penuh tawa mulai terasa sepi. Demi mengembalikan kebahagiaan tersebut, ia pun memutuskan untuk ikut bersekolah.
Alih-alih menemukan dunia yang sama, Willa justru dihadapkan pada lingkungan baru yang terasa asing, penuh aturan, batasan, dan perasaan tidak dimengerti.
Dari situlah ia mulai belajar bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan, serta memahami bahwa keajaiban tidak benar-benar hilang, melainkan berubah bentuk.
2. Cerita Sederhana yang Relatable
Dari segi cerita, Na Willa sebenarnya mengangkat premis yang cukup sederhana, yaitu sudut pandang anak kecil terhadap dunia di sekitarnya. Namun justru di situlah letak kekuatannya.
Melalui kacamata Willa, penonton diajak melihat kembali hal-hal kecil yang dulu terasa besar saat masih anak-anak. Banyak momen yang terasa begitu dekat dan relatable, bahkan mampu memicu nostalgia.
Tingkah laku Willa di beberapa adegan terasa sangat autentik, mengingatkan pada kebiasaan masa kecil yang mungkin pernah dialami oleh banyak orang.
Film ini tidak mencoba menjadi kompleks, melainkan fokus pada emosi dan pengalaman sederhana yang justru terasa jujur dan menyentuh.
3. Sosok Emak yang Menghangatkan Hati
Salah satu elemen paling kuat dalam film ini adalah karakter Emak yang diperankan oleh Irma Rihi. Sosoknya digambarkan sebagai ibu yang berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya, dengan segala keterbatasan dan rasa khawatir yang ia miliki.
Penampilannya terasa tulus dan menyentuh. Mulai dari bagaimana ia mendorong Willa untuk mendapatkan pendidikan lebih awal, cara melindungi anaknya, hingga rasa bersalah yang ia rasakan sebagai orang tua. Semuanya tersampaikan dengan sangat baik.
Karakter Emak menjadi representasi kuat dari sosok orang tua yang penuh kasih, sekaligus menjadi salah satu aspek emosional paling dalam di film ini.
4. Musik yang Ceria tapi Mengandung Makna
Film ini juga diperkuat dengan kehadiran lagu “Sikilku Iso Muni” yang digarap oleh Laleilmanino. Secara musikal, lagu ini terasa ringan, catchy, dan mudah diingat, bahkan cukup membuat penonton ikut bersenandung setelah film selesai.
Namun di balik nuansa cerianya, lagu ini ternyata memiliki lapisan emosi yang cukup dalam. Lagu tersebut hadir dalam momen yang berkaitan dengan pengalaman tidak menyenangkan seorang anak, tetapi justru direspon dengan cara yang penuh penerimaan.
Kontras antara nada ceria dan makna yang menyentuh inilah yang membuat lagu tersebut terasa kuat dan berkesan.
5. Kesimpulan
Secara keseluruhan, Na Willa adalah film keluarga yang hangat, sederhana, namun penuh makna. Film ini berhasil menghadirkan pengalaman menonton yang menyenangkan sekaligus emosional, tanpa perlu cerita yang rumit.
Bagi anak-anak, film ini menawarkan petualangan yang penuh imajinasi. Sementara bagi orang dewasa, Na Willa menjadi pengingat akan masa kecil yang penuh rasa ingin tahu dan kebahagiaan sederhana.
Dengan pendekatan yang ringan namun menyentuh, film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama keluarga di momen Lebaran. Na Willa tayang di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026.
| Producer | Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari |
| Writer | Ryan Adriandhy |
| Age Rating | SU |
| Genre | Drama, Keluarga |
| Duration | 118 minutes Minutes |
| Release Date | 18 Maret |
| Theme | Anak-anak, Keluarga |
| Production House | Visinema Pictures |
| Where to Watch | Bioskop |
| Cast | Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi |

















