Na Willa mengisahkan Willa, gadis kecil berusia enam tahun yang percaya bahwa gang tempat tinggalnya di Surabaya adalah dunia paling sempurna dan penuh keajaiban.
Di sana, segala hal terasa hidup, mulai dari lagu di radio, kios langganan yang penuh kejutan, hingga hari-hari yang diisi petualangan bersama teman-temannya.
Namun, kebahagiaan itu perlahan berubah ketika salah satu sahabatnya mengalami kecelakaan dan teman-teman lainnya mulai masuk sekolah.
Dunia Willa yang semula ramai dan penuh tawa mulai terasa sepi. Demi mengembalikan kebahagiaan tersebut, ia pun memutuskan untuk ikut bersekolah.
Alih-alih menemukan dunia yang sama, Willa justru dihadapkan pada lingkungan baru yang terasa asing, penuh aturan, batasan, dan perasaan tidak dimengerti.
Dari situlah ia mulai belajar bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan, serta memahami bahwa keajaiban tidak benar-benar hilang, melainkan berubah bentuk.