Review Send Help, Film Survival Horor Thriller dengan Sentuhan Berbeda

- Film Send Help tayang di bioskop Indonesia pada 28 Januari 2026
- Sinopsis film berfokus pada dua rekan kerja yang terdampar di pulau terpencil, menghadapi konflik batin dan pertarungan psikologis
- Sam Raimi menghadirkan survival horor thriller dengan pendekatan tidak biasa, menampilkan konflik antarmanusia sebagai sumber teror utama
Film Send Help akhirnya resmi tayang di bioskop Indonesia pada Rabu, 28 Januari 2026. Karya terbaru Sam Raimi ini langsung mencuri perhatian sejak pengumuman perdananya, terutama karena premisnya yang terdengar sederhana namun menyimpan potensi konflik psikologis yang kuat.
Diproduksi oleh 20th Century Studios, Send Help menawarkan pengalaman survival horor thriller yang jauh dari kata konvensional.
GGWP berkesempatan untuk menyaksikan film ini lebih awal. Perlu diingat, review ini mengandung banyak spoiler, jadi pastikan kamu sudah siap sebelum melanjutkan membaca.
Sinopsis Send Help (2026)

Send Help berfokus pada dua rekan kerja, Linda dan Bradley, yang menjadi satu-satunya korban selamat dari kecelakaan pesawat saat perjalanan dinas ke Bangkok.
Keduanya terdampar di sebuah pulau kecil yang terpencil dan tidak berpenghuni, jauh dari peradaban serta tanpa kepastian kapan bantuan akan datang.
Dalam kondisi ekstrem tersebut, Linda dan Bradley dipaksa bekerja sama demi bertahan hidup. Namun, pulau ini bukan sekadar tempat uji fisik, melainkan juga arena konflik batin.
Dendam masa lalu, trauma kantor, serta ego yang terpendam perlahan muncul ke permukaan. Pada akhirnya, perjuangan bertahan hidup berubah menjadi pertarungan kecerdasan, kemauan, dan manipulasi psikologis demi keluar hidup-hidup dari pulau tersebut.
| Producer | Zainab Azizi, Sam Raimi |
| Writer | Damian Shannon, Mark Swift |
| Age Rating | D17+ |
| Genre | Thriller, Drama |
| Duration | 113 minutes Minutes |
| Release Date | 28 Januari |
| Theme | Survival Horror Thriller |
| Production House | 20th Century Studios |
| Where to Watch | Bioskop |
| Cast | Rachel McAdams, Dylan O'Brien |
Trailer Send Help (2026)
Review Send Help (2026)

Menurut penulis, Sam Raimi benar-benar menghadirkan film survival horor thriller dengan pendekatan yang tidak biasa. Alih-alih fokus pada ancaman eksternal seperti binatang buas atau kondisi alam ekstrem semata, Send Help justru menjadikan hubungan antarmanusia sebagai sumber teror utama.
Konflik antara Linda dan Bradley sudah dibangun sejak awal film melalui dinamika kantor yang sangat realistis. Linda, sebagai karakter utama, digambarkan sebagai sosok yang “berbeda” di lingkungan kerjanya.
Ia kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan, mulai dari sindiran halus hingga perundungan terselubung. Puncaknya, promosi jabatan yang seharusnya ia dapatkan justru dijegal oleh atasannya yang baru, Bradley.
Rasa frustrasi dan kebencian Linda terhadap Bradley menjadi fondasi kuat cerita. Ketika kecelakaan pesawat terjadi dan hanya mereka berdua yang selamat, penonton perlahan menyadari bahwa situasi ini bukan sekadar kebetulan.
Sam Raimi dengan cerdik menanamkan petunjuk-petunjuk kecil bahwa Linda memiliki agenda tersembunyi, dan pulau terpencil tersebut justru menjadi panggung sempurna untuk menuntaskan dendamnya.
Akting Rachel McAdams sebagai Linda patut mendapatkan pujian tinggi. Ia berhasil membangun karakter yang terasa aneh, tidak terduga, dan perlahan semakin mengintimidasi.
Ekspresi wajah, bahasa tubuh, hingga dialog-dialog ambigu yang ia lontarkan membuat penonton terus bertanya-tanya: apakah Linda benar-benar lapang dada membantu Bradley, atau justru predator sesungguhnya?
Rachel McAdams sukses menciptakan rasa antisipasi yang konstan, membuat setiap tindakannya terasa mencurigakan namun memikat.
Di sisi lain, Dylan yang memerankan Bradley tampil solid sebagai sosok yang tertekan dan penuh rasa putus asa. Karakternya perlahan runtuh, baik secara mental maupun emosional, seiring waktu berlalu di pulau tersebut.
Interaksi antara Linda dan Bradley menjadi inti kekuatan film ini—penuh ketegangan, manipulasi, dan permainan psikologis yang melelahkan secara emosional.
Meski demikian, film ini tidak lepas dari kekurangan. Penulis menyoroti beberapa adegan yang terasa cukup cringe dan cenderung berlebihan.
Ada beberapa momen yang membuat penulis refleks bergumam, “apaan sih?” karena tonalnya terasa sedikit tidak konsisten dengan atmosfer serius yang sedang dibangun.
Memasuki sequence terakhir, ketegangan meningkat drastis. Klimaks film benar-benar menjadi ajang unjuk gigi Sam Raimi dalam menampilkan horor.
Adegan-adegan menjijikkan, berdarah-darah, dan brutal disajikan tanpa sensor berlebihan. Di titik ini, Send Help berubah dari thriller psikologis menjadi survival horor yang intens.
Secara keseluruhan, Send Help adalah tontonan yang menghibur dan meninggalkan kesan tersendiri. Film ini bukan sekadar soal bertahan hidup di alam liar, melainkan juga tentang bagaimana dendam, trauma, dan kekuasaan bisa menjadi senjata paling mematikan.


















