Serial Netflix dengan Ending Menyedihkan (screenrant.com)
Sebagai salah satu serial original Netflix paling sukses, Orange Is the New Black menutup perjalanannya dengan nada yang pahit-manis.
Berlatar kehidupan penjara perempuan, serial ini tidak hanya fokus pada Piper Chapman, tetapi juga karakter-karakter lain dengan kisah hidup yang tragis.
Final episodenya menyedihkan karena memperlihatkan realitas sistem penjara yang tidak adil dan sulit dihindari.
Tidak semua karakter mendapatkan akhir yang mereka harapkan. Beberapa berakhir lebih buruk, beberapa hanya bertahan. Penonton ditinggalkan dengan rasa sedih sekaligus marah terhadap kenyataan sosial yang digambarkan.
Ketujuh serial Netflix di atas membuktikan bahwa final episode tidak selalu harus bahagia untuk terasa kuat dan berkesan. Justru melalui kesedihan, kehilangan, dan ketidakadilan, cerita-cerita ini terasa lebih jujur dan dekat dengan realitas hidup.
Episode terakhir yang menyedihkan sering kali membuat penonton merenung lebih lama, bahkan setelah serial berakhir. Jika kamu siap secara emosional, serial-serial ini layak ditonton ulang atau direkomendasikan, dengan satu catatan penting: siapkan tisu sebelum menekan tombol play.
1. Apakah semua serial di atas tersedia di Netflix Indonesia? | Sebagian besar tersedia, namun katalog bisa berbeda tergantung wilayah. |
2. Serial mana yang paling bikin nangis? | When They See Us dan Pose sering dianggap paling emosional. |
3. Apakah BoJack Horseman cocok untuk semua umur? | Tidak, serial ini ditujukan untuk penonton dewasa karena temanya berat. |
4. Apakah Grey’s Anatomy sudah tamat? | Belum sepenuhnya, namun beberapa final season-nya sangat emosional. |
5. Serial mana yang berdasarkan kisah nyata? | When They See Us diangkat dari kasus nyata Central Park Five. |