Series Netflix Gagal Total (Netflix.com)
Dibintangi Amy Adams, The Woman in the Window awalnya disiapkan sebagai film layar lebar sebelum akhirnya dijual ke Netflix akibat pandemi. Sayangnya, film ini justru menuai kritik pedas karena plot yang berlebihan dan penuh kebetulan tidak masuk akal.
Banyak kritikus menyebut film ini membingungkan dan terlalu memaksakan twist. Dengan biaya produksi besar dan aktor papan atas, film ini gagal memenuhi ekspektasi dan menjadi salah satu thriller Netflix yang paling mengecewakan.
Deretan series dan film Netflix di atas membuktikan bahwa anggaran besar, aktor terkenal, dan konsep ambisius tidak selalu berujung sukses. Tanpa naskah kuat, visi kreatif yang jelas, dan eksekusi matang, proyek mahal justru berpotensi menjadi kegagalan besar.
Netflix memang berani bereksperimen, namun daftar ini menjadi pengingat bahwa kualitas cerita tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan tontonan yang bertahan lama di benak penonton.
Apakah semua proyek mahal Netflix gagal? | Tidak. Banyak juga proyek mahal Netflix yang sukses secara kritik dan penonton. |
Mengapa Netflix berani mengeluarkan biaya besar? | Netflix mengejar skala global dan ingin menarik perhatian lewat proyek ambisius. |
Apakah rating buruk selalu berarti gagal total? | Tidak selalu, tapi rating buruk sering berdampak pada umur panjang sebuah series. |
Mengapa banyak series Netflix dibatalkan cepat? | Biasanya karena biaya tinggi tidak sebanding dengan jumlah penonton. |
Apakah Netflix belajar dari kegagalan ini? | Ya, Netflix mulai lebih selektif dan fokus pada kualitas cerita di proyek terbaru. |