Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Son God Nika Sudah Muncul di One Piece Netflix Season 2?
Tarian Nika (dok. One Piece/Netflix)
  • Season 2 One Piece Netflix menampilkan berbagai easter egg yang mengisyaratkan eksistensi Dewa Matahari Nika jauh sebelum kemunculannya di versi manga.
  • Kemunculan patung dan doa kepada Nika oleh Dorry memperlihatkan bahwa keyakinan terhadap sang dewa sudah menjadi bagian budaya kaum raksasa di dunia One Piece.
  • Tarian Luffy saat menyanyikan lagu bajak laut menampilkan pose khas Nika, menjadi simbol awal kebangkitan jiwa pembebas dalam dirinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kemunculan berbagai petunjuk visual dan dialog yang mengisyaratkan keberadaan Dewa Matahari Nika dalam serial One Piece live action Season 2 di Netflix.
  • Who?
    Karakter Luffy, Dorry, Brogy, serta tim kreatif produksi One Piece live action di Netflix yang menampilkan elemen terkait sosok Nika.
  • Where?
    Tayangan berlangsung di platform streaming Netflix, dengan latar cerita mencakup lokasi seperti hutan raksasa Elbaf dan perut paus Laboon.
  • When?
    Kejadian ini muncul dalam penayangan One Piece live action Season 2 yang dirilis setelah kesuksesan musim pertamanya. Waktu pasti perilisan belum disebutkan secara rinci.
  • Why?
    Penyisipan elemen Nika dilakukan untuk memperkuat mitologi dunia One Piece dan memberikan isyarat awal terhadap perkembangan karakter Luffy di masa mendatang.
  • How?
    Tanda-tanda kemunculan Nika ditampilkan melalui patung batu, doa dari karakter Dorry, serta tarian khas yang dilakukan Luffy saat menyanyikan lagu bajak laut legendaris.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Luffy dan teman-temannya jalan-jalan ke tempat baru yang ada pasir dan dinosaurus. Di sana ada patung besar yang mirip wajah orang senyum, katanya itu Dewa Matahari Nika. Ada juga orang raksasa yang sebut nama Nika saat berdoa. Luffy juga menari lucu waktu di dalam paus besar. Katanya tarian itu mirip tarian Nika. Sekarang semua orang jadi penasaran kapan Nika muncul sungguhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa yang menyangka bahwa perjalanan Luffy menuju Grand Line di layar kaca akan menyimpan rahasia sebesar harta karun One Piece itu sendiri?

Setelah sukses besar di musim pertama, Netflix kembali memanjakan penggemar dengan Season 2 yang tidak hanya membawa kita ke padang pasir Alabasta, tetapi juga menanam benih-benih untuk peristiwa yang baru terjadi ratusan bab kemudian di versi manga.

Salah satu topik yang paling hangat diperbincangkan, selain kelinci Lapahn yang sekilas muncul sebagai trophy mount, adalah kehadiran sosok legendaris Dewa Matahari, Nika.

Meskipun Luffy saat ini masih sibuk bergulat dengan Buggy atau mencoba tidak tenggelam saat melawan Crocodile, tim kreatif di balik live action ini tampaknya sangat hobi memberikan spoiler halus kepada penontonnya.

Beberapa detail kecil atau easter eggs telah disisipkan untuk mengonfirmasi bahwa eksistensi Nika sudah melegenda di dunia One Piece sejak dulu. Bagi penonton awam, ini mungkin hanya detail estetik, tapi bagi kita para easter egg hunter, ini adalah tanda-tanda kemunculan Gear 5 yang akan datang.

In Article GGWP_.png


1. Patung Nika

Patung Nika (dok. One Piece/Netflix)

Di tengah hutan yang dihuni dinosaurus, buat kita yang jeli akan menyadari adanya pahatan atau patung-patung batu raksasa yang dibuat oleh tangan Dorry.

Selain patung yang secara misterius menyerupai siluet Pangeran Loki dari Elbaf (yang baru muncul di arc Elbaf versi manga tahun 2024), terdapat satu figur yang sangat menonjol.

Patung tersebut berupa wajah tersenyum dengan rambut gondrong berulir. Sekilas penampakannya seperti wajah Luffy Gear 5 di manga maupun anime.

Walaupun sosok asli di patung ini bisa diperdebatkan, namun kehadiran tampak Dewa Matahari Nika menjadi tanda bagaimana kaum rakasasa menghormati Dewa yang menjadi simbol kemerdekaan ini.

2. "Semoga Dewa Matahari Nika Tersenyum"

Berkat Nika (dok. One Piece/Netflix)

Tidak hanya melalui visual, keberadaan Nika ini diperkuat dengan dialog yang membuat bulu kuduk penggemar setia merinding.

Sebelum memulai pertarungan duel tradisinya yang ke-sekian ratus tahun dengan Brogy, Dorry secara terang-terangan menyebut nama sang dewa. Ia mengucap semacam doa dengan lantang,

"Semoga Dewa Matahari Nika tersenyum melihat apa yang ia saksikan, dan memberikan kita tempat di aula para pahlawan."

Momen ini adalah tonggak sejarah dalam live action. Di versi anime dan manga aslinya, nama Nika baru disebutkan secara gamblang ribuan episode kemudian oleh Who's-Who (yang uniknya, topengnya juga muncul sebagai easter egg di toko Loguetown).

Dengan memasukkan dialog ini di Season 2, Netflix memperpendek jarak antara awal petualangan dan puncak takdir Luffy. Ini membuktikan bahwa keyakinan terhadap Nika adalah fondasi dari budaya para raksasa.

3. Tarian Nika

Tarian Nika (dok. One Piece/Netflix)

Kejutan sesungguhnya yang paling membuat internet heboh muncul di episode kedua, tepatnya saat kru Topi Jerami berada di dalam perut paus raksasa, Laboon.

Untuk menenangkan paus yang sedang bersedih itu, Luffy menyanyikan lagu legendaris para bajak laut, Binks’ Sake. Namun, bukan lagunya yang menjadi sorotan utama, melainkan gerakan tubuh Luffy.

Sambil bernyanyi dengan riang, Luffy melakukan tarian kecil yang diakhiri dengan sebuah pose yang sangat spesifik dan ikonik.

Bagi pembaca manga, pose tersebut yaitu dengan tangan dan kaki yang menekuk membentuk sudut unik yang identik dengan siluet Nika yang dikenal sebagai simbol kebebasan absolut.

Pose ini bukan sekadar gaya-gayaan, ini adalah "Nika Dance" yang di masa depan akan kita ketahui sering dilakukan oleh Bartholomew Kuma bersama putrinya, Bonney.

Mengingat Alkitab milik Kuma sendiri sempat tertangkap kamera di sebuah toko buku di Loguetown, Netflix seolah sedang menjahit benang merah antara Luffy, Kuma, dan Nika secara perlahan namun pasti.

Luffy yang menari dengan ritme yang sama tanpa ia sadari, menunjukkan bahwa jiwa sang pembebas sudah mulai "berdetak" di dalam dirinya sejak awal.

Editorial Team