Setelah membaca mengenai arti playing victim, tentu kita sudah menyadari bahwa perilaku tersebut toxic dan bisa merugikan orang lain.
Itu sebabnya penting bagi kita mengenai ciri-ciri perilaku playing victim agar terhindar dari para pelakunya, dan menghindari diri dari melakukan perilaku playing victim.
Yuk cek ciri-cirinya. Ada di orang sekitarmu, atau ada di dirimu sendiri?
- Menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri
Orang yang playing victim cenderung menyalahkan faktor eksternal atas kondisi hidupnya. Alih-alih menyadari faktor internal dalam diri yang bisa diperbaiki, mereka malah sibuk menyalahkan orang lain.
Bahkan atas kesalahan sendiri, tidak jarang orang playing victim tetap menyalahkan orang lain, yang dianggapnya menjadi penyebab ia bisa melakukan kesalahan.
- Kerap terlibat drama
Orang playing victim biasanya kerap terjebak drama dengan orang-orang disekitarnya. Hal ini karena mereka kerap memanipulasi fakta untuk membuat dirinya selalu nampak sebagai korban.
- Merasa tak berdaya
Orang playing victim kerap merasa dan bersikap seolah-olah ia tidak berdaya untuk mengubah keadaan. Mental korban ini membuat mereka merasa selalu tidak beruntung dalam berbagai hal.
- Manipulatif
Orang playing victim juga cenderung manipulatif. Mereka rela melakukan cara apapun agar keinginannya terpenuhi, termasuk dengan cara membuat orang lain mereka bersalah dan iba terhadapnya.
- Anti meminta maaf
Terakhir, pelaku playing victim biasanya paling anti meminta maaf, meski ia jelas bersalah. Kalaupun meminta maaf, hal itu malah digunakannya untuk mendapatkan rasa iba dari orang lain.