Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Apa Arti Playing Victim? Ini Ciri-cirinya yang Wajib Diketahui!

Sudah tahu apa arti istilah Playing Victim? Bila diartikan ke bahasa Indonesia, playing victim adalah berlagak seperti korban. Istilah ini kerap digunakan warganet di media sosial.

Perilaku playing victim ini dinilai toxic karena bersifat manipulatif. Yuk, kenali arti dan ciri-ciri perilaku playing victim yang GGWP.ID rangkum dari berbagai sumber.

Arti Playing Victim

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, arti victim adalah berlagak seperti korban. Pelaku playing victim selalu mengidentifikasi dirinya sebagai korban, biasanya mendapat belas kasihan.

Pelaku kerap menyalahkan orang lain, padahal bisa saja sebenarnya dirinya sendiri yang salah. Orang yang playing victim percaya bahwa semua hal buruk dalam hidupnya adalah akibat orang lain.

Pelaku playing victim cenderung lalai dalam menilai kesalahan sendiri dan terus mengasihani diri. Mereka pun mereka tak ada yang bisa dilakukan untuk mengubah situasi kesengsaraan itu.

Ada beberapa alasan yang menjadi faktor seseorang bisa berperilaku playing victim, seperti ingin mengontrol orang lain, mencari pembenaran atas tindakannya, mencari perhatian, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Playing Victim

Setelah membaca mengenai arti playing victim, tentu kita sudah menyadari bahwa perilaku tersebut toxic dan bisa merugikan orang lain.

Itu sebabnya penting bagi kita mengenai ciri-ciri perilaku playing victim agar terhindar dari para pelakunya, dan menghindari diri dari melakukan perilaku playing victim.

Yuk cek ciri-cirinya. Ada di orang sekitarmu, atau ada di dirimu sendiri?

  1. Menyalahkan siapapun kecuali dirinya sendiri

Orang yang playing victim cenderung menyalahkan faktor eksternal atas kondisi hidupnya. Alih-alih menyadari faktor internal dalam diri yang bisa diperbaiki, mereka malah sibuk menyalahkan orang lain.

Bahkan atas kesalahan sendiri, tidak jarang orang playing victim tetap menyalahkan orang lain, yang dianggapnya menjadi penyebab ia bisa melakukan kesalahan.

  1. Kerap terlibat drama

Orang playing victim biasanya kerap terjebak drama dengan orang-orang disekitarnya. Hal ini karena mereka kerap memanipulasi fakta untuk membuat dirinya selalu nampak sebagai korban.

  1. Merasa tak berdaya

Orang playing victim kerap merasa dan bersikap seolah-olah ia tidak berdaya untuk mengubah keadaan. Mental korban ini membuat mereka merasa selalu tidak beruntung dalam berbagai hal.

  1. Manipulatif

Orang playing victim juga cenderung manipulatif. Mereka rela melakukan cara apapun agar keinginannya terpenuhi, termasuk dengan cara membuat orang lain mereka bersalah dan iba terhadapnya.

  1. Anti meminta maaf

Terakhir, pelaku playing victim biasanya paling anti meminta maaf, meski ia jelas bersalah. Kalaupun meminta maaf, hal itu malah digunakannya untuk mendapatkan rasa iba dari orang lain.

Editorial Team

Editorrien