9 Fakta Mencengangkan Suku Maya, Kelompok yang Ramal Kiamat Terjadi 21 Juni 2020

Peradaban suku Maya kuno memang selalu sukses menyita perhatian masyarakat dunia. Apalagi fakta yang menyebutkan kalau suku Maya pernah meramalkan kiamat yang bakal terjadi pada hari ini, Minggu, 21 Juni 2020.
Lalu sebenarnya, fakta mencengangkan apa saja sih yang ada di dalam suku Maya? Simak informasinya berikut ini.
1. Suku Maya sebenarnya masih ada dan hidup di seluruh dunia

2. Suku Maya memiliki keterampilan menulis tingkat lanjut

3. Menurut kalender suku Maya, dunia seharusnya berakhir pada hari ini, 21 Juni 2020

Dilansir dari detik.com, Kalender suku Maya memang pernah menafsirkan kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 lalu. Namun nyatanya, tafsir itu salah besar.
Saat ini kembali ditafsirkan kiamat akan terjadi 21 Juni 2020. Prediksi itu pun bentrok dengan tanggal fenomena Gerhana Matahari Cincin yang juga bakal terjadi pada hari ini.
4. Suku Maya melakukan beberapa hal aneh kepada anak-anaknya

5. Pengorbanan darah merupakan hal yang umum bagi suku Maya

6. Memiliki pengetahuan mendalam seputar pengobatan

Obat-obatan suku Maya jelas tidak mungkin berevolusi seperti obat modern. Namun dibandingkan dengan peradaban lain pada waktu itu, mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang tubuh manusia dan kemungkinan cara penyembuhannya.
Obat alami paling umum yang digunakan suku Maya adalah tembakau, jamur, dan berbagai tanaman lain yang dapat digunakan untuk membuat minuman alkohol.
7. Permainan bola secara signifikan lebih berbahaya pada masa itu

8. Penggemar berat sauna

9. Kehidupan antara yang kaya dan miskin sungguh berbeda

Ya, nyatanya fakta selanjutnya adalah kehidupan suku Maya sangat berbeda antara orang kaya dan miskin.
Raja suku Maya dan para bangsawannya yang terhormat tentu saja menjalani kehidupan yang sangat nyaman di istana-istana berbatu yang besar, memiliki semua kebutuhannya, dan mengenakan pakaian berwarna-warni dari bahan-bahan bagus dengan perhiasan.
Di lain sisi, rakyat jelata harus bekerja keras mendapatkan hak mereka untuk hidup di komunitas. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai petani dan atau pengrajin dari pagi hingga malam serta mengenakan pakaian sederhana. Mereka tinggal di gubuk sederhana dari lumpur dan batu.
Sumber: idntimes.com



















