Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
For
You

Marah-Marah Saat Push Rank Ketika Puasa, Batal Nggak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Marah-Marah Saat Push Rank Ketika Puasa, Batal Nggak? Ini Penjelasan Lengkapnya
Gamer yang sedang marah ketika main game (Dok. GGWP)
Intinya Sih
  • Marah saat push rank ketika puasa tidak membatalkan ibadah, selama tidak melakukan hal yang secara hukum membatalkan puasa.
  • Meski sah, amarah bisa mengurangi pahala karena inti puasa adalah menahan hawa nafsu dan menjaga lisan serta emosi.
  • Bagi gamer, Ramadan bisa jadi momen latihan mental untuk mengendalikan diri dan memperbaiki kebiasaan bermain agar lebih sabar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ramadan selalu membawa suasana berbeda, termasuk bagi para gamer. Jadwal bermain mungkin tetap sama, push rank selepas sahur, mabar menjelang berbuka, atau grinding di malam hari.

Namun ada satu variabel yang berubah,kondisi fisik dan emosi. Tubuh menahan lapar dan haus, sementara game tetap berjalan kompetitif.

Dari situlah muncul pertanyaan klasik, kalau marah-marah saat push rank ketika puasa, batal nggak sih?

Pertanyaan ini terasa relevan karena hampir semua gamer pernah berada di situasi penuh tekanan.

Sudah main serius, fokus maksimal, strategi disusun rapi, tiba-tiba ada miskomunikasi, salah rotasi, atau keputusan krusial yang berujung kekalahan.

Dalam kondisi normal saja emosi bisa terpancing, apalagi saat energi tubuh sedang tidak prima karena berpuasa.

Nada suara meninggi, chat jadi panas, bahkan kata-kata kasar bisa terucap tanpa disadari.

ChatGPT Image Feb 23, 2026, 11_18_09 AM.png
Main game harus sabar (Dok. GGWP)

Secara hukum, marah tidak membatalkan puasa. Puasa tetap sah selama tidak melakukan hal-hal yang secara jelas membatalkannya.

Namun, ada sisi lain yang perlu dipahami, pahala puasa bisa berkurang ketika seseorang tidak mampu menjaga lisannya atau emosinya.

Esensi puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, melainkan juga menahan hawa nafsu, termasuk amarah. Dalam banyak ajaran, pengendalian diri justru menjadi inti dari ibadah Ramadan.

Bagi gamer kompetitif, ini bisa menjadi latihan mental yang nyata.

Push rank saat puasa bukan cuma soal mekanik dan strategi, tetapi juga tentang manajemen emosi.

Ketika tim melakukan kesalahan, mungkin itu bukan sekadar ujian dalam game, melainkan ujian kesabaran.

Di momen itulah refleksi muncul, apakah yang sedang dikejar hanya bintang tambahan, atau juga peningkatan kualitas diri?

Menariknya, Ramadan justru bisa menjadi momentum untuk memperbaiki kebiasaan bermain.

Alih-alih terpancing emosi, pemain bisa belajar mengambil jeda, menarik napas, atau memilih berhenti sejenak.

Karena pada akhirnya, rank yang turun masih bisa dikejar lagi. Tetapi kesempatan melatih kesabaran di bulan Ramadan tidak datang setiap hari.

Jadi, marah saat push rank memang tidak membatalkan puasa. Namun kalau ingin puasa lebih bermakna, mungkin yang perlu di-upgrade bukan hanya hero pool atau gameplay, melainkan juga kontrol diri.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Jaelani
EditorDoni Jaelani
Follow Us

Latest in Entertainment

See More