Sebaliknya, ketika meniup dengan “huh” seperti bersiul, mulut kita akan menyempit. Ketika itu terjadi, udara dari mulut membutuhkan usaha yang lebih keras untuk bisa keluar.
Banyaknya udara yang dipaksa melewati bukaan mulut yang sempit, membuat udara bergerak jauh lebih cepat.
Kecepatan tinggi itu membuat udara yang keluar dari mulut ikut menyeret udara di sekitar mulut atau udara di luar tubuh. Akhirnya udara menjadi terasa dingin.
Bayangkan tanda panah merah-keunguan pada gambar di atas adalah udara yang kelaur dari mulut. Sedangkan tanda panah biru adalah udara yang berada di sekitar mulut.
Jadi sebenarnya, sebagian besar udara yang kamu rasakan di tangan saat meniup ‘huh’ adalah udara di sekitar kamu, yang terseret oleh udara dari mulut.
Bukti meniup ‘huh’ bisa menyeret udara di lingkungan adalah dengan mencobanya ketika berada di dalam sauna. Meniup ‘huh’ akan terasa hangat atau panas, karena udara di sekitar kamu memang panas.