Tiongkok dikenal sebagai negara terpadat di dunia. Namun siapa sangka, Negeri Tirai Bambu ini ternyata mengalami krisis perempuan.
Angka statistik yang dirilis pemerintah Tiongkok menunjukkan, dari keseluruhan penduduknya, jumlah laki-laki di Tiongkok terbukti lebih banyak yakni 701 juta jiwa, sementara perempuan hanya 667 juta
Estimasinya ada 120 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Artinya, Tiongkok kekurangan hampir 34 juta perempuan lajang.
Ketimpangan gender ini terjadi tak lain karena kebijakan pemerintah Tiongkok yang sebelumnya melarang setiap keluarga untuk memiliki dua anak atau lebih.
Kebijakan yang dicanangkan sejak 1978 ini ternyata membuat para orang tua lebih suka memiliki anak laki-laki karena dianggap mampu meneruskan garis keturunan, sementara anak perempuan banyak yang dijual keluar negeri atau sang ibu melakukan aborsi.