Baru-baru ini pengguna Reddit NextmetaGna menuliskan sesuati di komunitas Reddit apa yang terjadi terhadap TNC Predator di acara esports China TOP 2017. TNC, yang muncul sebagai juara untuk turnamen itu mengklaim bahwa mereka belum menerima hadiah yang diperoleh dengan susah payah dari dua tahun yang lalu.
Namun sayangnya, tak ada pihak yang secara langsung bertanggung jawab untuk mengatasi masalah yang satu ini, selain itu ada tim bernama Digital Chaos yang juga belum dibayar di turnamen itu.
Tentu saja hadiah yang tidak dibayar setelah turnamen usai ini juga menjadi salah satu sisi gelap di mana untuk menyambut sebuah turnamen, atlet esports biasanya berlatih dan banyak berkorban demi meraih hadiah serta kemenangan.
Perusahaan dan organisasi dalam industri esports yang dibangun dari skala kecil di mana biasanya mereka terdiri dari orang-orang sukarelawan yang punya semangat dan keyakinan bisa sukses di industri ini. Beberapa orang statusnya sudah berubah dari mulai sukarelawan hingga menjadi sosok yang punya pengaruh untuk organisasi.
Namun, terkadang pembayaran yang mereka terima tidak benar-benar mencerminkan posisi tersebut, Salah satu kasusnya adalah di tim profesional esports, HappyFeet.
Dalam sebuah narasi yang dijelaskan oleh Anthony, seorang mantan karyawan Mineski, anggota tim HappyFeet hanya mendapatkan gaji sebesar US$150 per bulan atau setara dengan Rp 2 juta. Tentu saja Ini di bawah upah minimum di Filipina, dan mungkin jauh lebih rendah daripada gaji para atlet esports di negara lain.