Magang adalah proses penerapan keilmuan yang dipelajari seseorang di bangku sekolah atau kuliah, sebagai bagian dari pelatihan kerja. Biasanya ini menjadi syarat yang harus dilalui pelajar atau mahasiswa.
Sayangnya, di sebuah thread yang diunggah oleh akun Twitter @taktekbum, beberapa netizen yang pernah jadi pegawai magang curhat pengalaman tidak menyenangkan mereka di sebuah perusahaan startup.
Perusahaan startup yang diduga bergerak di bidang pendidikan ini dikatakan memberi beban kerja yang berat kepada pegawai magang, bahkan sama porsi kerjanya seperti pegawai biasa.
Selain beban kerja yang dinilai terlalu berat, mereka juga hanya menerima upah Rp100 ribu perbulan. Jika resign sebelum masa kontrak magang habis, emreka akan didenda Rp500 ribu.
Belum lagi, mendadak ada pemotongan upah yang tidak ada dalam kontrak kerja. Gaji akan dipotong berdasarkan performa karyawan magang tersebut. Sistem pemotongan pun tidak transparan alias tidak jelas.
“Startup ini masih beroperasi sekarang dan cukup besar basis masanya. Setiap 3/4 bulan sekali mereka masih membuka rekrutmen internship dan pendaftarannya terus naik >2000 orang,” curhat salah seorang netizen yang identitasnya dirahasiakan.
Selain itu, beberapa dari mereka juga mengaku terpaksa extend atau memperpanjang masa magang demi bisa dibayar full dengan alasan belum memenuhi target. Sayangnya, tidak sedikit yang tetap dapat potongan.
“Based on hitungan CEO terkait upah gue orang, gue cuma dapet upah di bawah Rp50 ribu HAHAHAHA, kerja rodi 3 bulan dapat under Rp50 ribu,” ujar netizen lainnya.