Sebanyak 36 tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia bertarung dalam babak Play-Ins dengan satu tujuan yang sama: mengamankan tiket menuju Grand Finals di Yogyakarta.
Seluruh peserta dibagi ke dalam tiga grup, dengan hanya tiga tim terbaik dari masing-masing grup yang berhak melanjutkan perjalanan mereka ke fase berikutnya.
Format tersebut membuat setiap pertandingan berlangsung penuh tekanan karena satu kesalahan kecil dapat mengubur mimpi menuju panggung utama.
Pada Grup A, XOXO Pride tampil sebagai tim paling dominan. Wakil asal Klaten tersebut berhasil mengoleksi 124 poin dan menempati posisi pertama klasemen.
Di belakang mereka, Strenght GRT dari Palu mengamankan posisi kedua dengan 97 poin, sementara Jiggle dari Jambi merebut tiket terakhir dari grup ini setelah mengumpulkan 87 poin.
Memasuki hari kedua, persaingan Grup B menghadirkan performa luar biasa dari MBR Omega. Tim asal Jakarta itu mencatatkan total 150 poin, menjadi raihan tertinggi di antara seluruh peserta Play-Ins FFNS 2026 Fall.
Kagendra yang kembali menunjukkan kualitasnya finis di posisi kedua dengan 98 poin, sementara Borneo Hilang Arah memastikan tiket Grand Finals setelah mengoleksi 86 poin.
Sementara itu, Grup C menyajikan drama hingga pertandingan terakhir. Gokil Jo Noh asal Manado berhasil keluar sebagai pemuncak klasemen dengan 132 poin.
Elang Esport dari Bangka menyusul di posisi kedua dengan 109 poin, sedangkan Petigade asal Garut sukses merebut slot terakhir menuju Grand Finals setelah menutup kompetisi dengan 83 poin.