
Cara ketiga tim Indonesia lolos ke Grand Finals mencerminkan karakter masing-masing yang berbeda.
Bigetron by Vitality tampil paling mulus. Mereka menjadi tim pertama yang mengunci tiket pada hari pertama pekan ketiga babak Knockout berkat konsistensi yang terjaga sejak awal turnamen.
RRQ Kazu menyusul sehari kemudian, bangkit dari hasil kurang memuaskan di pekan pertama untuk akhirnya mengamankan posisi di partai puncak.
Yang paling dramatis adalah perjalanan EVOS Divine. Sang juara dunia Esports World Cup (EWC) 2025: Free Fire itu harus berjuang hingga hari terakhir pekan keempat babak Knockout, bertahan di enam besar klasemen akhir sebelum akhirnya memastikan langkah ke Vietnam.
Di Grand Finals, ketiga wakil Indonesia akan berhadapan dengan total 9 tim yang berasal dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Berikut daftarnya.
Thailand dan Vietnam masing-masing meloloskan empat tim. Team Falcons dan All Gamers Global menjadi ancaman terbesar dari kubu Thailand berkat performa konsisten mereka di babak Knockout.
Vietnam tampil dengan kekuatan merata lewat GOW Esports, Team Flash, WAG, dan P Esports, yang beberapa kali merepotkan tim Indonesia karena drop zone yang saling berdekatan.
Satu nama yang juga patut diwaspadai: Aurora Gaming dari Malaysia. Penampilan agresif mereka di pekan keempat menjadikan tim ini sebagai kuda hitam yang berpotensi menghadirkan kejutan.
Meski lawan tidak mudah, Indonesia datang dengan rekam jejak yang berbicara sendiri.
Di Esports World Cup 2025: Free Fire, ketiga tim ini mendominasi podium, di mana, EVOS Divine juara dunia, RRQ Kazu runner-up, dan Bigetron by Vitality finis ketiga.
Dominasi di level dunia itu menjadi sinyal kuat bahwa peluang Indonesia untuk kembali berjaya di Asia Tenggara tetap terbuka lebar.