Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AFM (Dok. GGWP/Valya)
  • AFM menyebut ibu POOM mengizinkannya melanjutkan karier di Indonesia, tetapi masa depannya di ONIC masih menunggu kepastian kewajiban wajib militer Thailand.

  • Perekrutan POOM dinilai sesuai ekspektasi meski ONIC finis keenam FFWS SEA 2026 Fall; tim sempat memimpin sembilan laga awal, namun kesulitan meraih Booyah.

  • AFM mengevaluasi komunikasi late game setelah perbedaan arahan POOM dan Adam menyebabkan eliminasi; CrimeMKS dan POOM direncanakan memegang komunikasi di FFWS Global Finals 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Peluang POOM melanjutkan karier sebagai pemain ONIC di Indonesia setelah FFWS Global Finals 2026 masih terbuka, tetapi bergantung pada kepastian kewajiban wajib militer di Thailand dan keputusan pribadinya.
  • Who?
    POOM, pemain asal Thailand di ONIC; AFM sebagai pelatih ONIC; ibu POOM yang memberi izin; serta CrimeMKS dan Adam, pemain yang terkait evaluasi komunikasi tim.
  • Where?
    Pernyataan AFM disampaikan pada acara Pelepasan Tim Indonesia ke FFWS Global Finals 2026 Bangkok. Karier profesional POOM yang dibahas berlangsung bersama ONIC di Indonesia.
  • When?
    AFM menyampaikan keterangan pada Jumat, 30 Oktober 2026. POOM disebut menghubungi AFM sekitar sebulan sebelumnya saat berada di Thailand.
  • Why?
    Status POOM belum pasti karena ia berpotensi mengikuti wajib militer di Thailand. Sistem wajib militer tersebut bersifat acak, sehingga hingga saat ini belum ada kepastian apakah ia harus menjalankannya.
  • How?
    Ibu POOM mengizinkan ia berkarier di Indonesia apabila tidak wajib militer. Untuk FFWS Global Finals 2026, AFM berencana menugaskan CrimeMKS dan POOM menangani komunikasi late game ONIC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
POOM mungkin bisa tetap main untuk ONIC di Indonesia. Ibunya sudah mengizinkan kalau POOM tidak harus ikut wajib militer di Thailand. Tapi itu masih belum pasti karena pilihannya acak. AFM bilang ONIC juga perlu belajar kerja sama lebih baik saat permainan hampir selesai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peluang POOM untuk melanjutkan karier bersama ONIC setelah FFWS Global Finals 2026 semakin terbuka.

Coach ONIC, AFM, membocorkan bahwa ibu POOM telah memberikan izin kepada sang pemain untuk tetap berkarier di Indonesia. Meski demikian, masa depan pemain asal Thailand tersebut masih bergantung pada kepastian kewajiban wajib militer di negara asalnya.

AFM menjelaskan bahwa POOM berpotensi harus mengikuti wajib militer di Thailand karena faktor usia. Namun, sistem yang berlaku di negara tersebut bersifat acak sehingga belum dapat dipastikan apakah sang pemain benar-benar harus menjalani kewajiban tersebut.

Ditemui di acara Pelepasan Tim Indonesia ke FFWS Global Finals 2026 Bangkok pada Jumat (30/10/2026), AFM mengungkapkan bahwa POOM sempat menghubunginya sekitar sebulan lalu untuk menyampaikan kabar dari keluarganya. Sang ibu disebut telah memberikan izin apabila POOM ingin meneruskan karier profesionalnya di Indonesia.

"Dia tuh ada kemungkinan buat wajib militer di Thailand buat umur segitu. Tapi itu kan sistemnya random kalau di Thailand, nah jadi ya kita balikin ke kebijakannya," ujar AFM.

"Cuma kemarin dia sempat nge-chat gue juga sebulan yang lalu, pas dia di Thailand yang pas balik. Mamanya ngasih izin buat kalau mau lanjut karier di Indonesia," lanjutnya.

AFM kemudian menceritakan isi percakapannya dengan POOM. Sang pemain menyampaikan bahwa ada kemungkinan dirinya tidak perlu mengikuti wajib militer. Jika benar demikian, ia mendapatkan izin dari ibunya untuk tetap berkarier di Indonesia.

"Kata mama gue gini, ada kemungkinan gue nggak wajib militer. Kalau nggak wajib militer, gue boleh nih di Indonesia. Terus gue balasnya apa? Ya udah bagus lah, kamu udah capek-capek belajar bahasa Indonesia, kembangin lah karier di Indonesia," cerita AFM.

Dengan adanya izin keluarga tersebut, peluang POOM untuk tetap membela ONIC tentu masih terbuka. Namun, kepastian mengenai statusnya baru bisa diketahui setelah situasi wajib militernya semakin jelas dan sang pemain menentukan pilihan.

In Article GGWP_.png


AFM Nilai Perekrutan POOM Sesuai Ekspektasi

Terlepas dari ketidakpastian masa depannya, AFM menilai perekrutan POOM ke ONIC sudah berjalan sesuai ekspektasi.

Ia merasa performa tim sepanjang FFWS SEA 2026 Fall cukup memuaskan, meskipun ONIC harus mengakhiri Grand Finals di peringkat keenam.

Menurutnya, ONIC sempat menunjukkan performa menjanjikan dalam sembilan pertandingan awal. Akan tetapi, tim masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama untuk mengamankan Booyah.

AFM mengakui bahwa mendapatkan Booyah menjadi salah satu kendala utama yang harus segera diselesaikan.

"Overall sampai Grand Finals kemarin sudah sesuai ekspektasi walaupun hasilnya rank 6. Cuma cukup memuaskan karena di sembilan match awal kita cukup leading. Jadi ya kita harus menuntaskan yang namanya bisa Booyah, tapi sampai sejauh ini Booyah memang cukup susah di tim ONIC," jelasnya.

ONIC (Dok. GGWP/Valya)

Komunikasi Late Game Jadi Evaluasi ONIC

Selain masalah Booyah, AFM juga menyoroti komunikasi pemain ketika memasuki fase late game. Ia menilai perbedaan arahan antara POOM dan Adam menjadi salah satu penyebab ONIC kehilangan momentum pada pertandingan terakhir Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.

AFM mencontohkan situasi ketika ONIC berada di punggung zona, tetapi akhirnya tersingkir setelah terlibat pertarungan melawan AG Global. Saat itu, Adam ingin bergerak ke kanan karena kehabisan Gloo Wall, sedangkan POOM memilih untuk mendorong dan menyerang lawan.

Perbedaan keputusan tersebut membuat pergerakan ONIC tidak terkoordinasi hingga akhirnya terkena bom dan tereliminasi.

Menurut AFM, persoalan tersebut sebenarnya sederhana, tetapi berdampak besar karena para pemain tidak memiliki satu keputusan yang sama.

Untuk mengatasi masalah tersebut, AFM berencana memberikan tanggung jawab komunikasi late game kepada CrimeMKS dan POOM ketika ONIC bertanding di FFWS Global Finals 2026.

Dengan demikian, ONIC diharapkan bisa memiliki arahan yang lebih jelas saat menghadapi situasi krusial.

Sementara itu, nasib POOM setelah turnamen global nanti masih bergantung pada keputusan pribadinya dan kepastian mengenai wajib militer di Thailand. Meski belum ada konfirmasi resmi, izin dari keluarga menjadi sinyal bahwa peluangnya untuk melanjutkan karier di Indonesia masih terbuka.

Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

FAQ

Apakah POOM akan tetap bermain untuk ONIC setelah FFWS Global Finals 2026?

Peluang POOM untuk tetap bersama ONIC masih terbuka. Coach ONIC, AFM, mengungkapkan bahwa ibu POOM telah memberikan izin jika sang pemain ingin melanjutkan karier profesionalnya di Indonesia. Namun, belum ada keputusan final mengenai masa depannya.

Mengapa masa depan POOM bersama ONIC masih belum pasti?

POOM berpotensi harus menjalani wajib militer di Thailand karena faktor usia. Sistem wajib militer di Thailand bersifat acak sehingga belum diketahui apakah ia harus mengikuti kewajiban tersebut atau bisa melanjutkan kariernya di Indonesia.

Bagaimana tanggapan AFM terhadap perekrutan POOM ke ONIC?

AFM menilai perekrutan POOM sudah sesuai ekspektasi. Meski ONIC hanya finis di peringkat keenam FFWS SEA 2026 Fall, performa tim dalam sembilan pertandingan awal Grand Finals dinilai cukup memuaskan.

Apa evaluasi utama ONIC setelah FFWS SEA 2026 Fall?

AFM menyoroti kesulitan ONIC mendapatkan Booyah dan masalah komunikasi saat late game. Perbedaan keputusan antara POOM dan Adam pada pertandingan terakhir Grand Finals menjadi salah satu contoh yang harus dievaluasi sebelum FFWS Global Finals 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article