Nama Ahnaf menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan menjelang Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall.
Di usianya yang masih sangat muda, pemain bernama lengkap Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia itu berhasil mencuri perhatian berkat penampilan impresif bersama Borneo Hilang Arah.
Bagi Ahnaf, tampil di panggung Grand Finals FFNS bukan sekadar pencapaian kompetitif.
Perjalanan tersebut merupakan hasil dari mimpi yang telah ia bangun sejak pertama kali mengenal Free Fire pada 2018, saat dirinya bahkan belum memiliki ponsel sendiri.

Kala itu, Ahnaf hanya bisa bermain menggunakan ponsel milik sang ayah. Ia pun harus menunggu ayahnya pulang bekerja sebelum akhirnya bisa menikmati beberapa pertandingan Free Fire.
"Main Free Fire dari tahun 2018. Dulu masih pakai HP ayah saya. Kalau ayah pulang kerja, biasanya baru pinjam HP-nya untuk dimainin Free Fire," kenangnya.
Meski demikian, kedua orang tuanya tidak pernah benar-benar melarang hobinya bermain game. Sang ayah hanya memberikan satu pesan sederhana agar dirinya tetap bijak.
"Ayah memperbolehkan, tapi jangan sering-sering," ucap pemain yang saat ini masih duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dukungan sederhana itu menjadi awal perjalanan Ahnaf hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di skena kompetitif Free Fire Indonesia saat ini.
Perjalanan Ahnaf menuju panggung nasional ini tidak dimulai dari organisasi besar atau akademi esports. Ia justru mengasah kemampuan melalui berbagai fast tournament (FT) dan turnamen komunitas yang rutin digelar di Yogyakarta.
Berbagai pengalaman tersebut membentuk mental bertanding sekaligus memperkenalkan namanya di kalangan komunitas Free Fire lokal. Ahnaf bahkan sempat menjuarai POCO Extreme Jogja dan Gebyar Olahraga Pendidikan Yogyakarta 2026.
Dari turnamen-turnamen itulah ia mulai dikenal banyak pemain lain. Pertemuan yang awalnya hanya sebatas bermain bersama secara online kemudian membuka jalan menuju Borneo Hilang Arah.
"Karena sering main FT bareng pas online, akhirnya diajak nge-team sama tim Borneo. Udah lumayan lama, dari akhir tahun 2025," cerita Ahnaf.
Bersama Borneo Hilang Arah, Ahnaf berhasil meraih Golden Ticket menuju Play-Ins FFNS 2026 Fall melalui DANA Community Cup 2026. Kesempatan tersebut menjadi titik balik yang membawa timnya melangkah hingga akhirnya lolos ke Grand Finals FFNS 2026 Fall.
Meski begitu, keputusan untuk terjun ke dunia kompetitif melalui gelaran FFNS 2026 Fall, tetap ia bicarakan terlebih dahulu dengan kedua orang tuanya. Ahnaf mengaku meminta izin sebelum mengikuti turnamen resmi tersebut.
"Ceritain dulu ke orang tua, kayak, 'aku pengen ikut turnamen, boleh nggak? Boleh, diizinkan'," ucapnya.
Sang ibu pun memberikan syarat yang masih terus diingatnya hingga sekarang.
"Katanya jangan ngeluarin uang, tapi dapet uang," ceritanya lagi.
Di tengah kesibukannya berlatih bersama tim, Ahnaf juga tidak melupakan kewajibannya sebagai pelajar. Menurutnya, pendidikan tetap menjadi prioritas yang harus dijaga.
Ia memiliki cara sederhana dalam membagi waktu antara sekolah dan latihan.
"Kalau di sekolah harus serius belajarnya, karena di rumah udah fokus buat main gamenya," katanya.
Prinsip tersebut ternyata membuahkan hasil. Ahnaf mengungkapkan bahwa dirinya juga memiliki prestasi akademik yang cukup membanggakan.
"Pas waktu kelas 7 peringkat ke-3. Kalau SD, saya tiga besar terus," ujar Ahnaf.
Kemampuan menjaga keseimbangan antara pendidikan dan esports menjadi salah satu alasan mengapa kisah Ahnaf banyak menginspirasi pemain muda lainnya. Ia membuktikan bahwa mengejar mimpi di dunia kompetitif tidak harus mengorbankan pendidikan.
Kini, kesempatan tampil di Grand Finals FFNS 2026 Fall menjadi pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Bermain di hadapan ratusan penonton pada hari finals nanti, sekaligus bertemu pemain-pemain terbaik Indonesia menjadi momen yang sangat berharga baginya.
"Senang banget bisa lolos ke Grand Final FFNS. Suasananya seru, karena juga bisa nambah banyak teman dari tim-tim lain," ucapnya bersemangat.
Di balik permainannya yang agresif, Ahnaf ternyata memiliki sosok panutan yang menjadi inspirasi. Dari skena internasional, ia mengidolakan Wassana dari Buriram United Esports. Sementara dari Indonesia, pemain favoritnya adalah RRQ Abay.
Belakangan, Ahnaf juga mulai mendapat julukan wonderkid berkat kemampuan mekanik dan performanya yang konsisten di usia muda.
Julukan tersebut membuatnya bangga, terlebih karena sebelumnya label serupa juga pernah melekat pada salah satu talenta muda Free Fire Indonesia, Rasyah.
Bagi Ahnaf, julukan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus berkembang dan mengikuti jejak para pemain terbaik Indonesia yang sukses bersinar.
Perjalanan Ahnaf membuktikan bahwa mimpi besar bisa berawal dari hal-hal sederhana. Dari seorang anak yang harus menunggu ayahnya pulang agar bisa meminjam ponsel untuk bermain, kini ia berdiri di panggung Grand Finals FFNS 2026 Fall sebagai salah satu wonderkid yang patut diperhitungkan.
Dengan dukungan keluarga, prestasi di sekolah, dan kerja keras yang konsisten, Ahnaf menjadi bukti bahwa talenta muda Free Fire Indonesia mampu mengubah hobi menjadi jalan menuju prestasi.
Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.
FAQ
Siapa Ahnaf Free Fire? | Ahnaf Free Fire adalah Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia, pemain muda asal Yogyakarta yang membela tim Borneo Hilang Arah. Ia berhasil lolos ke Grand Finals FFNS 2026 Fall setelah timnya meraih Golden Ticket melalui DANA Community Cup 2026. |
Kapan Ahnaf mulai bermain Free Fire? | Ahnaf mulai bermain Free Fire sejak tahun 2018. Saat itu ia belum memiliki ponsel sendiri dan harus meminjam HP milik ayahnya setiap kali sang ayah pulang bekerja. |
Bagaimana Ahnaf bisa bergabung dengan Borneo Hilang Arah? | Ahnaf bergabung dengan Borneo Hilang Arah setelah sering mengikuti fast tournament dan bermain bersama para pemain tim tersebut secara online. Performa konsistennya di berbagai turnamen regional membuatnya diajak bergabung pada akhir tahun 2025. |
Apakah Ahnaf tetap bersekolah meski menjadi pemain esports? | Ya. Ahnaf masih aktif menempuh pendidikan dan tetap mengutamakan sekolah. Ia membagi waktu dengan serius belajar saat di sekolah, sementara waktu di rumah digunakan untuk berlatih Free Fire. Bahkan, Ahnaf pernah meraih peringkat ketiga di kelas dan konsisten masuk tiga besar saat masih duduk di bangku SD. |
