Di Balik Rombak Besar EVOS Divine: Manay Pergi, Reyy-Rasyah Rehat, Ikal dan FaizMKS Datang
- EVOS Divine menghadapi perombakan besar setelah Manay pergi serta Reyy dan Rasyah memilih rehat, memaksa tim beradaptasi tanpa sejumlah figur penting.
- Coach Leem merekrut Ikal dan FaizMKS secara cepat tanpa trial panjang; roster baru hanya memiliki sekitar satu minggu untuk membangun chemistry sebelum FFWS SEA 2026 Fall.
- EVOS menutup Week 1 di peringkat ke-15 dengan 117 poin. Tim perlu meningkatkan konsistensi dan mengejar posisi 12 besar pada Phase 1.
EVOS Divine memasuki Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall dengan wajah yang berbeda. Tim yang selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu kekuatan utama Free Fire Indonesia tersebut harus melakukan perubahan besar dalam waktu yang relatif singkat.
Pergolakan di tubuh EVOS Divine tidak hanya terjadi di level pemain. Kepergian Manay, mantan Head of Free Fire EVOS, menjadi salah satu perubahan besar yang turut memengaruhi dinamika tim. Setelah itu, EVOS kembali kehilangan dua pemain penting, Reyy dan Rasyah, yang memilih untuk rehat pada musim ini.
Situasi tersebut membuat EVOS Divine harus bergerak cepat. Waktu persiapan yang terbatas membuat tim tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan proses trial panjang. Pada akhirnya, Coach Leem memilih Ikal dan FaizMKS untuk mengisi dua posisi yang ditinggalkan Reyy dan Rasyah.
Namun, keputusan tersebut tidak datang tanpa tantangan. Dengan roster baru yang hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk membangun chemistry, EVOS Divine harus langsung terjun ke kompetisi regional dengan ekspektasi yang tetap tinggi.
Table of Content
Kepergian Manay Membawa Perubahan Besar
Perubahan EVOS Divine sebenarnya sudah dimulai sebelum Reyy dan Rasyah memutuskan untuk rehat. Kepergian Manay menjadi salah satu titik penting dalam pergolakan internal tim.
Manay sebelumnya merupakan sosok yang cukup dekat dengan para pemain EVOS Divine. Karena itu, kepergiannya tidak hanya berdampak pada struktur organisasi, tetapi juga ikut memengaruhi sejumlah orang yang selama ini berada di lingkaran tim.
Abaaax mengakui bahwa hengkangnya Manay menjadi salah satu faktor yang membuat EVOS Divine mengalami banyak perubahan.
“Setelah keluarnya Bang Manay mungkin orang-orang di sekitar sini sudah bisa lihat ya, kita jadi kayak gimana, hasilnya kayak gimana. Terus banyak juga kan yang setelah Bang Manay keluar, banyak yang ikutan keluar juga. Itu salah satu faktor juga sih,” ucap Abaaax.
Coach Leem juga mengungkapkan bahwa kedekatan para pemain dengan Manay membuat kepergian tersebut terasa cukup signifikan.
“Setelah keluarnya Bang Manay sih tentunya pasti banyak terjadi internal lah. Player-player juga kan dekatnya sama Bang Manay, jadi banyak yang ikut lah. Kayak Street juga ikut nggak melanjutkan di EVOS. Tentunya banyak sih ngaruhnya setelah Bang Manay keluar,” sambung Coach Leem.
Meski begitu, Leem menegaskan bahwa EVOS harus tetap berjalan terlepas dari siapa pun yang pergi.
“Tapi gimana pun ya, mau siapa pun yang keluar, ya kita tetap harus melanjutkan hidup kan,” tambah Leem.
Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi EVOS Divine yang harus segera beradaptasi dengan perubahan, meski kehilangan sejumlah sosok penting dalam waktu yang berdekatan.
Reyy dan Rasyah Memilih Rehat
Belum selesai beradaptasi dengan perubahan di internal organisasi, EVOS Divine kembali harus menghadapi kehilangan dua pemain penting. Reyy dan Rasyah memutuskan untuk tidak tampil di FFWS SEA 2026 Fall dan memilih rehat.
Keputusan tersebut membuat EVOS harus mencari dua pemain baru dalam waktu yang sangat terbatas.
Menurut Abaaax, peluang Reyy dan Rasyah kembali memperkuat EVOS Divine pada musim depan juga belum dapat dipastikan.
“Untuk saat ini yang gue lihat sih belum ada kemungkinan Rey dan Rasyah kembali bermain di EVOS untuk musim depan,” kata pemain EVOS Divine tersebut.
Coach Leem memberikan pandangan yang sedikit lebih terbuka. Menurutnya, keputusan mengenai masa depan kedua pemain tersebut masih belum bisa diketahui.
“Mungkin kalau musim ini, mungkin nggak. Karena mereka mutusin dari awal kan, dari Paris juga mereka udah mutusin buat rehat dulu di season ini. Mungkin kalau di season depan belum tahu sih, apakah mereka akan di EVOS lagi atau di tim lain, bisa jadi,” kata Leem.
Artinya, masa depan Reyy dan Rasyah di EVOS Divine masih menjadi tanda tanya. Untuk saat ini, keputusan mereka untuk rehat membuat EVOS harus menatap musim baru tanpa dua pemain tersebut.
Ikal dan FaizMKS Jadi Pilihan Cepat EVOS
Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, EVOS Divine tidak bisa menjalani proses perekrutan seperti biasanya.
Coach Leem mengungkapkan bahwa keputusan mendatangkan Ikal dan FaizMKS sebenarnya berlangsung cukup cepat. Bahkan, tidak ada proses trial panjang sebelum keduanya bergabung dengan tim.
“Sebenarnya dadakan sih. Karena kita juga sibuk EWC Paris, dan anak-anak yang mau rehat juga infonya dadakan. Jadi kita nggak ada trial-trial, dan akhirnya saya yang hubungi Ikal dan Faiz. Iya, itu pure pilihan saya,” jelas Leem.
Ikal dan FaizMKS sendiri bukan pemain yang benar-benar asing dengan kompetisi tingkat Asia Tenggara. Keduanya sudah memiliki pengalaman bermain di FFWS SEA pada musim sebelumnya.
Ikal pernah tampil di FFWS SEA 2025 Fall bersama RRQ Kazu. Sementara itu, FaizMKS memiliki pengalaman di FFWS SEA 2025 Spring ketika memperkuat Bigetron.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi EVOS. Dibandingkan harus mengembangkan pemain baru dari nol, mendatangkan dua pemain yang sudah memahami atmosfer kompetisi SEA dapat membantu mempercepat proses adaptasi.
Untuk Ikal, perpindahan tersebut juga memiliki status khusus karena ia bergabung dengan EVOS Divine melalui skema peminjaman dari Dewa United.
Meski demikian, pengalaman internasional bukan berarti proses adaptasi otomatis berjalan mulus.
Chemistry Jadi Pekerjaan Rumah Terbesar
Pergantian dua pemain sekaligus membuat EVOS Divine harus membangun ulang chemistry di dalam tim.
Masalahnya, waktu yang dimiliki sangat singkat. EVOS hanya memiliki waktu sekitar satu minggu lebih untuk mempersiapkan roster baru sebelum pertandingan FFWS SEA 2026 Fall dimulai.
Abaaax mengakui bahwa chemistry antara pemain lama dan pemain baru masih belum sepenuhnya terbentuk.
“Kalau untuk chemistry sih belum begitu dapat lah. Karena jangka waktu yang kita dapatkan juga sangat pendek banget, bisa dibilang cuma seminggu lebih sedikit. Jadi kalau chemistry belum begitu dapat lah,” katanya.
Menurut Abaaax, kepergian Reyy dan Rasyah sekaligus masuknya dua pemain baru justru menjadi tantangan tersendiri bagi EVOS.
“Bagi saya sih tim player baru ini tantangan buat kita. Karena Rasyah dan Reyy-nya juga rehat, ini tantangan buat kita,” tambahnya.
Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan komunikasi di dalam pertandingan. Para pemain juga harus memahami kebiasaan satu sama lain, pembagian peran, pengambilan keputusan, hingga cara menghadapi situasi krusial di dalam pertandingan.
Dalam kompetisi Battle Royale seperti Free Fire, proses tersebut menjadi semakin penting. Satu keputusan yang terlambat atau miskomunikasi dalam beberapa detik saja dapat mengubah hasil pertandingan.
Hasil Scrim Belum Konsisten
Kondisi tersebut sebenarnya sudah terlihat dari hasil scrim EVOS Divine sebelum FFWS SEA 2026 Fall dimulai.
Coach Leem mengakui bahwa performa tim dalam latihan masih naik turun. Dalam satu sesi, EVOS bisa berada di posisi teratas, tetapi pada sesi lainnya mereka justru terlempar jauh ke bawah.
“Iya bener, kadang 12, tapi kadang juga 1 sih. Ya sebenarnya nggak heran karena kita juga baru seminggu. Tapi prosesnya lumayan,” ujar Leem.
Hasil scrim tersebut menjadi gambaran bahwa EVOS masih membutuhkan waktu untuk menemukan formula terbaik dengan roster baru.
Sayangnya, waktu tersebut tidak tersedia dalam jumlah banyak. Mereka harus langsung menghadapi tim-tim terbaik Thailand, Vietnam, dan Malaysia di FFWS SEA 2026 Fall.
Week 1 Jadi Alarm untuk EVOS Divine
Kekhawatiran mengenai minimnya waktu persiapan akhirnya terlihat dalam hasil pertandingan resmi. EVOS Divine menutup Week 1 FFWS SEA 2026 Fall di posisi ke-15 dengan 117 poin.
Posisi tersebut jelas jauh dari harapan tim yang berstatus sebagai juara Esports World Cup: Free Fire 2025. EVOS bahkan hanya unggul satu poin dari MBR Omega yang berada di peringkat ke-14 dan harus bekerja keras untuk mengejar zona 12 besar.
Situasi menjadi semakin berat karena hanya tim yang mampu mengamankan posisi 12 besar di akhir Phase 1 yang akan mendapatkan keuntungan besar untuk melanjutkan perjalanan ke Phase 2.
Dengan demikian, pekan kedua menjadi kesempatan penting bagi EVOS Divine untuk bangkit.
Pekan Kedua Jadi Ujian Sesungguhnya
EVOS Divine kini tidak memiliki banyak pilihan selain mempercepat proses adaptasi. Ikal dan FaizMKS harus segera menyatu dengan pemain lainnya, sementara Coach Leem dituntut menemukan formula permainan yang mampu mengeluarkan potensi terbaik roster baru.
Pekan kedua FFWS SEA 2026 Fall sekaligus menjadi pembuktian apakah perubahan mendadak tersebut mulai memberikan hasil.
Jika EVOS mampu memperbaiki chemistry dan mengumpulkan poin dalam jumlah besar, peluang untuk mengejar posisi 12 besar masih terbuka. Namun, jika performa mereka kembali tidak konsisten, perjalanan menuju Grand Finals di Surabaya akan semakin sulit.
Pergolakan yang terjadi di EVOS Divine pada akhirnya bukan sekadar cerita mengenai pergantian pemain. Kepergian Manay, keputusan Reyy dan Rasyah untuk rehat, hingga kedatangan Ikal dan FaizMKS merupakan rangkaian perubahan besar yang memaksa EVOS membangun kembali timnya dalam waktu singkat.
Kini, pertanyaan terbesar bukan lagi siapa yang pergi atau siapa yang datang, melainkan apakah roster baru EVOS Divine mampu menemukan identitasnya sebelum terlambat.
Sebagai salah satu tim dengan sejarah panjang dan prestasi besar di Free Fire, EVOS Divine tentu tidak ingin perjalanan mereka di FFWS SEA 2026 Fall berakhir hanya karena pergantian roster. Pekan kedua akan menjadi kesempatan bagi sang Macan Putih untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki taring di panggung Asia Tenggara.
Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.
FAQ
Mengapa Reyy dan Rasyah tidak bermain di FFWS SEA 2026 Fall bersama EVOS Divine? Reyy dan Rasyah memutuskan untuk rehat pada FFWS SEA 2026 Fall. Keputusan tersebut disampaikan sejak sebelum musim dimulai sehingga EVOS Divine harus mencari pengganti dalam waktu yang cukup singkat.
Siapa yang menggantikan Reyy dan Rasyah di EVOS Divine? EVOS Divine mendatangkan Ikal dan FaizMKS untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Reyy dan Rasyah. Keduanya dipilih langsung oleh Coach Leem tanpa melalui proses trial yang panjang karena waktu persiapan yang terbatas.
Apakah Reyy dan Rasyah akan kembali ke EVOS Divine? Belum ada kepastian mengenai kembalinya Reyy dan Rasyah. Abaaax menyebut belum melihat kemungkinan keduanya kembali pada musim depan, sementara Coach Leem mengatakan masa depan mereka masih belum diketahui dan terbuka kemungkinan bergabung kembali dengan EVOS atau tim lain.
Mengapa EVOS Divine mengalami kesulitan di Week 1 FFWS SEA 2026 Fall? EVOS Divine memiliki waktu yang sangat singkat untuk membangun chemistry bersama roster baru. Ikal dan FaizMKS baru bergabung sekitar satu minggu sebelum kompetisi, sehingga komunikasi dan koordinasi tim masih dalam proses penyesuaian. Kondisi tersebut turut tercermin dari posisi EVOS yang berada di peringkat ke-15 pada Week 1.

















