Hasil kurang memuaskan juga dialami oleh Shadow Esports yang menutup pekan pertama di peringkat ke-15 dengan 110 poin.
Sebagai tim debutan dari jalur Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Spring, Shadow masih terlihat beradaptasi dengan tingkat persaingan yang jauh lebih ketat di level Asia Tenggara.
Di sisi lain, performa paling mengejutkan datang dari EVOS Divine. Tim yang sebelumnya sukses menjadi juara Esports World Cup 2025 Free Fire justru harus menjadi juru kunci klasemen sementara.
Sepanjang pekan pertama, EVOS beberapa kali gagal mengeksekusi inisiasi pertarungan dengan baik dan hanya mampu mengumpulkan 64 poin.
Babak Knockout fase awal FFWS SEA 2026 Spring hanya berlangsung selama dua pekan, sehingga pekan kedua akan menjadi momen krusial bagi seluruh tim.
Kelima wakil Indonesia harus segera melakukan evaluasi dan memperbaiki performa mereka agar bisa mengamankan posisi yang lebih baik di klasemen. Jika tidak, peluang untuk melangkah ke Grand Finals bisa semakin sulit.
Pekan kedua FFWS SEA 2026 Spring dipastikan akan menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim Indonesia untuk bangkit dan kembali bersaing di papan atas.
Kapan pekan pertama FFWS SEA 2026 Spring selesai? | Pekan pertama babak Knockout FFWS SEA 2026 Spring selesai pada 26 April 2026. |
Tim Indonesia mana yang memiliki posisi terbaik di pekan pertama? | ONIC dan Bigetron by Vitality menjadi tim Indonesia dengan posisi terbaik, masing-masing di peringkat keenam dan ketujuh. |
Mengapa EVOS Divine berada di posisi terakhir? | EVOS Divine kesulitan melakukan inisiasi dan hanya mampu mengumpulkan 64 poin sepanjang pekan pertama. |
Berapa lama babak Knockout fase pertama berlangsung? | Fase awal babak Knockout berlangsung selama dua pekan sebelum berlanjut ke fase berikutnya. |