Pelatih EVOS Divine, Leem, menjelaskan bahwa keputusan tersebut sebenarnya datang dari inisiatif Manay sendiri.
Menurutnya, Manay ingin membantu tim secara langsung, terutama dalam memberikan dukungan strategis dan mental kepada para pemain di atas panggung.
“Itu sih Bang Manay sendiri yang minta, karena juga buat ngebantu-bantu gue di atas stage lah. Karena gue juga ngebutuhin seseorang yang kayak Mas Rian dulu kan,” ujar Leem kepada GGWP.
Kehadiran sosok berpengalaman seperti Manay dinilai penting untuk membantu tim dalam menghadapi tekanan pertandingan besar.
Leem juga menyinggung peran sosok lain yang sebelumnya pernah membantu tim, yaitu Rian.
Rian pernah menjadi bagian dari EVOS Divine dan dikenal mampu meningkatkan semangat serta mental para pemain saat bertanding. Kehadirannya sempat memberikan dorongan positif bagi tim.
Namun saat ini, Rian sudah tidak lagi berada bersama EVOS Divine. Karena itu, Manay diharapkan bisa mengisi peran serupa, terutama dalam memberikan arahan dan dukungan tambahan bagi pemain.
Selain membantu secara mental, Manay juga diharapkan dapat membantu memperbaiki kesalahan teknis yang masih sering terjadi dalam permainan EVOS Divine.
Leem mengakui bahwa dirinya sudah beberapa kali memberikan evaluasi kepada para pemain. Namun, ia merasa tim masih membutuhkan sosok tambahan yang bisa membantu memperkuat disiplin permainan.
“Mungkin Bang Manay melihat anak-anak. Gue juga sudah berusaha kasih tahu anak-anak kesalahan kita kayak gimana pas main, tapi mungkin masih sering lupa. Mungkin juga gue kurang tegas lah. Jadi ya, Bang Manay yang inisiatif untuk turun tangan sih,” jelas Leem.
Dengan pengalaman panjang Manay di skena kompetitif Free Fire, kehadirannya diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi tim, baik dari sisi strategi maupun pengambilan keputusan.