Babak Knockout Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring resmi dimulai sejak Jumat (24/04/2026). Turnamen ini mempertemukan tim-tim terbaik Asia Tenggara untuk memperebutkan gelar juara sekaligus tiket menuju Esports World Cup 2026.
Namun, pekan pertama belum berjalan mulus bagi wakil Indonesia, khususnya EVOS Divine. Tim berjuluk Macan Putih tersebut harus puas berada di posisi terbawah klasemen sementara setelah tampil kurang maksimal sepanjang pertandingan.
Performa yang belum konsisten membuat EVOS Divine harus bekerja lebih keras pada pekan-pekan berikutnya jika ingin menjaga peluang melaju ke babak Grand Finals.
Meski demikian, salah satu pemain mereka, Rasyah Rasyid, justru memiliki sudut pandang yang cukup menarik mengenai target tim di musim ini.

Ya, alih-alih menjadikan gelar juara sebagai target utama di Free Fire World Series Southeast Asia 2026 Spring, Rasyah mengaku ingin fokus terlebih dahulu pada konsistensi dan kedisiplinan dalam permainan.
"Targetnya musim ini bukan juara. Menurutku aku, pengennya lebih konsisten sama disiplin gitu sih," ucapnya.
Menurutnya, membangun kembali fondasi permainan yang solid menjadi hal penting sebelum memikirkan gelar juara. Konsistensi performa, disiplin dalam menjalankan strategi, serta komunikasi tim yang lebih baik dinilai menjadi kunci agar EVOS Divine bisa kembali bersaing di level tertinggi.
Pernyataan tersebut juga tidak lepas dari perjalanan karier Rasyah pada musim sebelumnya. Tahun 2025 menjadi salah satu periode terbaik bagi dirinya di skena kompetitif Free Fire.
Pada tahun tersebut, Rasyah berhasil meraih gelar juara dunia di Esports World Cup 2025 bersama EVOS Divine. Ia bahkan dinobatkan sebagai Finals MVP, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan kualitasnya sebagai salah satu pemain terbaik dari Indonesia.
Meski telah meraih prestasi besar, Rasyah mengaku tidak ingin terlena dengan hasil tersebut. Ia justru ingin membangkitkan kembali rasa lapar akan kemenangan di musim 2026.
"Justru di SEA Spring kali ini, kita mau bangkitkan rasa haus juara kita. Karena kan 2025 tuh is a good year for me. Di 2026, aku pasti bakalan ngelakuin yang terbaik lah. Meski di SEA Spring kita nggak bakal nyari juara juga. Maksudnya aku bakal nyari yang konsisten, disiplin gameplaynya," tambahnya.
Di sisi lain, perjalanan turnamen masih sangat panjang. Babak Knockout FFWS SEA 2026 Spring masih akan berlangsung hingga pertengahan Mei, sehingga setiap tim masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Bagi EVOS Divine, pekan kedua akan menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi. Perbaikan dalam koordinasi tim, eksekusi strategi, hingga pengambilan keputusan di dalam game akan sangat menentukan apakah mereka mampu bangkit dari papan bawah klasemen.
Jika mampu menemukan kembali permainan terbaik mereka, bukan tidak mungkin EVOS Divine kembali menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di panggung Asia Tenggara.
FAQ
Mengapa Rasyah tidak menargetkan juara di FFWS SEA 2026 Spring? | Rasyah mengatakan bahwa fokus utamanya musim ini adalah meningkatkan konsistensi dan disiplin permainan tim sebelum menargetkan gelar juara. |
Bagaimana performa EVOS Divine di pekan pertama FFWS SEA 2026 Spring? | EVOS Divine belum tampil maksimal dan harus puas berada di posisi terbawah klasemen sementara babak Knockout. |
Apa prestasi terbesar Rasyah di Free Fire? | Rasyah pernah menjadi juara dan meraih gelar Finals MVP di Esports World Cup 2025 Free Fire. |
Apakah EVOS Divine masih berpeluang lolos ke Grand Finals? | Masih. Babak Knockout masih berlangsung beberapa pekan, sehingga EVOS Divine masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi mereka. |
