“Juara Dunia 1 Kali Itu Hoki,” Rasyah Pasang Target Gelar Kedua

- EVOS Divine mempertahankan roster utama mereka untuk musim kompetitif 2026 setelah sukses meraih gelar juara dunia Free Fire di Esports World Cup 2025.
- Rasyah menegaskan ambisi tim untuk kembali menjadi juara dunia, menyebut satu gelar saja belum cukup dan ingin membuktikan kemenangan sebelumnya bukan sekadar keberuntungan.
- Dengan motivasi tinggi dan skuad solid, EVOS Divine bersiap menghadapi FFWS SEA 2026 Spring sebagai langkah awal menuju pembuktian dominasi global berikutnya.
Langkah EVOS Divine mempertahankan roster untuk mengarungi musim kompetitif awal 2026 menjadi sinyal kuat bahwa mereka belum puas hanya dengan satu gelar dunia.
Tim Free Fire andalan EVOS ini masih diperkuat Abaaax, AimGod, Rasyah, Reyyy, Koceel, bersama coach Leem. Di belakang layar, ada Street sebagai Divine Creator dan Manay selaku Head of Free Fire EVOS.
Keputusan tersebut terbilang wajar. Sepanjang 2025, EVOS Divine menorehkan pencapaian tertinggi dengan menyabet gelar juara dunia di Esports World Cup (EWC), salah satu turnamen paling prestisius di skena kompetitif Free Fire global.
Gelar itu sekaligus menegaskan status mereka sebagai tim terbaik di dunia saat itu.
Namun bagi Rasyah, satu trofi dunia belum cukup.

Dalam kemunculannya di Parade Satu EVOS pada Minggu (01/03/2026) di One Belpark Mall, Jakarta Selatan, sang pemain muda justru melontarkan pernyataan yang memantik semangat sekaligus tantangan.
“Aku sih ingin penuhin pialanya ya. Karena kan, aku ingin dapetin juara dunia lagi. Karena kalau kata mas Aufa (Head of Esports EVOS), juara dunia satu kali itu hoki,” ujar Rasyah.
Pernyataan tersebut bukan bentuk merendahkan pencapaian mereka sendiri. Sebaliknya, itu menjadi bahan bakar motivasi.
Rasyah, yang sebelumnya juga meraih gelar MVP di EWC Free Fire 2025, menjadikan ucapan tersebut sebagai cambuk agar EVOS Divine bisa membuktikan bahwa gelar dunia mereka bukan sekadar keberuntungan.
Secara eksklusif kepada GGWP, ia menegaskan bahwa ambisi tim masih sama besarnya, bahkan mungkin lebih besar dari sebelumnya.
“Karena kita masih ingin dapetin gelar juaranya lah, dan itu juga motivasi kita untuk dapatin juara lagi,” tambahnya.
Menjadi juara satu kali memang bisa membuatmu berdiri di puncak, tetapi mempertahankannya adalah pembuktian.
Rasyah dan kawan-kawan sadar, setelah berdiri di puncak, semua mata akan tertuju kepada mereka. Setiap lawan pasti datang dengan persiapan ekstra untuk menjatuhkan sang juara bertahan.
Tantangan berikutnya sudah di depan mata. EVOS Divine akan segera berlaga di Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring, turnamen regional bergengsi yang menjadi jalur penting menuju panggung dunia berikutnya.
Dengan roster yang tetap solid dan motivasi berlipat ganda, EVOS Divine kini memikul misi yang lebih besar, yaitu untuk membuktikan bahwa gelar juara dunia mereka bukanlah “hoki” semata, melainkan hasil konsistensi, kerja keras, dan mental juara yang sesungguhnya.
FAQ
| Apakah EVOS Divine melakukan perubahan roster di awal 2026? | Tidak. EVOS Divine tetap mempertahankan susunan pemainnya, yakni Abaaax, AimGod, Rasyah, Reyyy, dan Koceel bersama coach Leem untuk menghadapi musim kompetitif 2026. |
| Mengapa Rasyah menyebut juara dunia satu kali itu “hoki”? | Rasyah mengutip pernyataan Head of Esports EVOS yang menyebut bahwa juara dunia satu kali bisa dianggap sebagai keberuntungan. Hal itu justru dijadikan motivasi olehnya untuk membuktikan bahwa gelar yang mereka raih bukan sekadar hoki, melainkan hasil konsistensi dan kerja keras. |
| Gelar dunia apa yang diraih EVOS Divine pada 2025? | EVOS Divine berhasil menjuarai Esports World Cup 2025 untuk cabang Free Fire, salah satu turnamen paling bergengsi di skena kompetitif global. |
| Turnamen apa yang akan dihadapi EVOS Divine selanjutnya? | Mereka akan tampil di Free Fire World Series Southeast Asia 2026 Spring, kompetisi regional penting yang menjadi langkah awal menuju panggung dunia berikutnya. |


















