Selebrasi Hijumee usai mengalahkan Selangor Red Giants. (Dok. Moonton)
Dua rekor ini terjadi dalam hari yang sama, dan kita belum sampai ke babak grand final M7 itu sendiri. Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap pecahnya rekor tersebut.
Jika kita melihat struktur pertandingan M7 tanggal 24 Januari kemarin, seluruh aspek menyatu dalam kepingan puzzle sempurna, seakan-akan ini adalah sebuah takdir Tuhan.
Pertama, semua match hari itu melibatkan 3 tim dari 3 region terbesar MLBB: Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Ketiga region ini membawa jumlah audiens yang sangat besar.
Hal ini membawa kita ke poin kedua: faktor tuan rumah. Indonesia yang menjadi host M7, menampilkan dua pertandingan yang melibatkan satu tim Indonesia terakhir di turnamen ini, tentunya mengundang animo fans Alter Ego dan fans lain di luar fanbase Alter Champs.
Plus, dengan performa Alter Ego yang semakin tajam seiring berjalannya match, bisa mengundang word of mouth yang mengajak banyak orang untuk menyaksikan pertandingan mereka.
Selain itu, dengan lebarnya cakupan platform streaming M7 (YouTube, TikTok, Facebook), plus dukungan dari restreamer seperti Ade Setiawan, R7, dan Delwyn Sukamto, mengundang lebih banyak audiens online untuk M7.