Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Bracket Kuda Hitam MPL ID S17: Mimpi Geek Fam vs Trauma Playoff Dewa United
Dok. MPL Indonesia
  • Playoff MPL ID S17 menghadirkan duel panas antara Dewa United dan Geek Fam di 'Bracket Kuda Hitam', tempat tim-tim nonunggulan berpeluang mencetak sejarah baru.
  • Geek Fam bangkit setelah absen di musim lalu berkat kontribusi Marcel dan Nazara, dua pemain muda yang membawa semangat baru untuk menantang kutukan kekalahan dari Dewa United.
  • Dewa United datang dengan performa stabil namun dibayangi 'kutukan playoff' yang belum terpecahkan, menjadikan laga ini ujian penting untuk membuktikan kematangan dan konsistensi mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pertandingan playoff MPL Indonesia Season 17 mempertemukan Dewa United dan Geek Fam dalam duel penting di bracket yang dijuluki “Bracket Kuda Hitam”.
  • Who?
    Dewa United dan Geek Fam menjadi dua tim utama yang akan bertanding, dengan pemain seperti Marcel dan Nazara di kubu Geek Fam serta roster utama Dewa United.
  • Where?
    Pertandingan berlangsung di arena resmi MPL Indonesia Season 17, lokasi spesifik penyelenggaraan per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Laga dijadwalkan pada babak playoff MPL ID Season 17, tepatnya pada hari pertama fase gugur musim ini.
  • Why?
    Kedua tim berjuang untuk melangkah ke babak berikutnya menghadapi Team Liquid ID serta membuktikan diri sebagai penantang gelar juara.
  • How?
    Dewa United datang dengan performa stabil sepanjang musim reguler, sementara Geek Fam mengandalkan kebangkitan dan kontribusi pemain muda untuk menembus batas pencapaian sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua tim game, namanya Dewa United dan Geek Fam. Mereka mau tanding di babak besar MPL Indonesia. Geek Fam punya pemain baru, Marcel dan Nazara, yang mainnya bagus sekali. Dewa United juga kuat tapi sering kalah di playoff dulu-dulu. Sekarang mereka mau coba menang supaya bisa lanjut lawan Team Liquid ID nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Babak Playoff MPL Indonesia Season 17 (MPL ID S17) menghadirkan banyak cerita menarik. Namun, di antara berbagai pertandingan yang akan tersaji, duel antara Dewa United dan Geek Fam layak mendapat sorotan lebih.

Bukan hanya karena kedua tim sedang berada dalam performa yang menjanjikan, tetapi juga karena pertandingan ini mempertemukan dua kuda hitam yang sama-sama ingin membuktikan bahwa mereka layak menjadi penantang gelar juara.

Pemenang dari laga ini nantinya akan melangkah ke jalur bracket yang juga dihuni oleh Team Liquid ID, tim yang sepanjang musim reguler berhasil tampil cukup konsisten dan mengamankan tempat di upper bracket.

Situasi tersebut membuat sisi bracket ini dijuluki sebagai "Bracket Kuda Hitam", tempat berkumpulnya tim-tim yang mungkin tidak dijagokan di awal musim, tetapi kini memiliki peluang nyata untuk mengubah sejarah.

Musim ini sendiri menjadi salah satu musim MPL Indonesia yang paling sulit diprediksi. Tidak ada tim yang benar-benar dominan selain ONIC, sementara tim-tim lain silih berganti saling mengalahkan sepanjang Regular Season.

Fenomena tersebut membuat Playoff MPL ID S17 terasa lebih terbuka dibanding musim-musim sebelumnya.

Di balik semua itu, ada satu misi yang sama di antara para penantang: menghentikan dominasi ONIC dan menciptakan era baru di kompetisi Mobile Legends Indonesia.

In Article GGWP_.png


Kesempatan Geek Fam Melampaui Pencapaian Sebelumnya

Bagi Geek Fam, Playoff MPL ID S17 menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa kebangkitan mereka bukan sekadar keberuntungan.

Setelah gagal lolos ke playoff pada musim ke-16, Geek Fam berhasil bangkit dan kembali masuk ke enam besar musim ini.

Kebangkitan tersebut tidak lepas dari kontribusi dua wajah baru mereka, yakni Marcel dan Nazara.

Marcel sudah menjadi bagian dari Geek Fam sejak awal musim dan perlahan berkembang menjadi salah satu EXP Laner muda yang paling menjanjikan di MPL Indonesia.

Sementara itu, Nazara datang di pertengahan musim untuk menggantikan posisi Maykids dan langsung memberikan warna baru bagi permainan Geek Fam.

Meski keduanya masih berstatus rookie di panggung MPL Indonesia, kontribusi mereka terbukti membantu Geek Fam mengamankan tiket menuju playoff.

Kini tantangan sesungguhnya menanti. Jika ingin melangkah lebih jauh, Geek Fam harus terlebih dahulu menumbangkan Dewa United, lawan yang sejauh ini masih menjadi momok bagi mereka.

Catatan pertemuan kedua tim sepanjang Regular Season tidak berpihak kepada Geek Fam. Pada leg pertama mereka kalah dengan skor 0-2, sementara di leg kedua kembali tumbang dengan skor 1-2.

Rekor tersebut membuat pertandingan playoff nanti menjadi kesempatan sempurna bagi Marcel, Nazara, dan seluruh skuad Geek Fam untuk membalikkan keadaan sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi organisasi.

Kutukan Playoff Dewa United yang Belum Terpecahkan

Di sisi lain, Dewa United datang ke playoff dengan beban yang tidak kalah besar.

Secara performa, Dewa United tampil sangat solid sepanjang musim reguler dan berhasil mengamankan posisi papan atas klasemen.

Namun, perjalanan mereka di playoff selalu menyisakan tanda tanya besar.

Sejak bergabung di MPL Indonesia, Dewa United belum pernah benar-benar mampu berbicara banyak di fase gugur.

Beberapa kali tampil menjanjikan selama musim reguler, mereka justru kesulitan mempertahankan performa saat memasuki playoff.

Contoh paling nyata terjadi pada MPL ID Season 13 dan MPL ID Season 16.

Di kedua musim tersebut, perjalanan Dewa United harus berakhir cepat setelah finis di posisi 5-6. Dengan kata lain, mereka selalu gagal melewati hari pertama playoff.

Rekor tersebut menciptakan semacam "kutukan playoff" yang terus menghantui tim ini.

Kini, MPL ID S17 menjadi kesempatan emas bagi Dewa United untuk mematahkan stigma tersebut.

Dengan roster yang lebih matang dan performa yang lebih konsisten dibanding musim-musim sebelumnya, mereka memiliki peluang besar untuk akhirnya melangkah lebih jauh.

Apa pun hasil pertandingan nanti, satu hal yang pasti: bracket ini akan melahirkan penantang serius untuk perebutan gelar juara.

Geek Fam membawa semangat kebangkitan dan energi para pemain muda yang haus pembuktian.

Dewa United datang dengan ambisi mematahkan kutukan playoff yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Sementara Team Liquid ID menunggu di babak berikutnya dengan status sebagai salah satu tim paling konsisten musim ini.

Ketiganya mungkin tidak selalu menjadi favorit utama dalam perbincangan juara. Namun justru karena itulah mereka disebut sebagai kuda hitam.

Jadi kira-kira, siapa yang akan menang dalam pertandingan antara Dewa United vs Geek Fam di Playoff MPL ID S17 hari pertama?

Kamu juga bisa hadir di venue Playoff MPL Indonesia Season 17 saat babak Grand Final. Caranya, kamu bisa ikutan giveaway ketemu langsung pro player di Grand Final MPL ID S17 bersama dengan GGWP. Adapun caranya bisa kamu lihat di sini.

Top up game favoritmu sekarang lebih mudah dan hemat lewat GGWP Top Up. Mulai dari Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, sampai game-game lain favoritmu. Buktiin murahnya top up di GGWP Top Up.

FAQ

Mengapa bracket Dewa United vs Geek Fam disebut "Bracket Kuda Hitam" di MPL ID S17?

Karena pemenang laga tersebut akan masuk ke jalur bracket yang juga dihuni oleh Team Liquid ID, sehingga mempertemukan tim-tim yang bukan favorit utama juara namun tampil kuat dan konsisten sepanjang musim.

Bagaimana rekor pertemuan Dewa United vs Geek Fam di Regular Season MPL ID S17?

Dewa United unggul dalam dua pertemuan musim reguler: menang 2-0 pada leg pertama dan 2-1 pada leg kedua.

Siapa Marcel dan Nazara di Geek Fam?

Marcel dan Nazara adalah pemain baru Geek Fam yang menjalani debut MPL Indonesia pada Season 17. Marcel bergabung sejak awal musim, sementara Nazara masuk di pertengahan musim menggantikan Maykids.

Apa "kutukan playoff" yang dimaksud untuk Dewa United?

Dewa United beberapa kali gagal melangkah jauh di playoff MPL Indonesia dan tersingkir pada hari pertama, termasuk pada MPL ID Season 13 dan Season 16 ketika mereka finis di posisi 5–6.

Editorial Team

Related Article