Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Mariah Ahmad, analis CG Esports. (Dok. GGWP/Mecca Medina)
Mariah Ahmad, analis CG Esports. (Dok. GGWP/Mecca Medina)

Intinya sih...

  • Mariah adalah jurnalis esports yang bertransformasi menjadi analis tim CG Esports di MPL MY S16.

  • Mariah menjalani transisi dari jurnalis ke analis karena ingin mencoba hal baru dan membantu meningkatkan mutu coaching staff di Malaysia.

  • Representasi perempuan di scene MLBB Malaysia dinilai adil, namun Mariah berharap ada lebih banyak analis berkualitas dari Malaysia tanpa memandang gender.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada satu pemandangan unik saat M7 World Championship babak Swiss Stage berlangsung. CG Esports dari Malaysia menurunkan seorang coaching staff perempuan. Dia dalah Mariah, analis dari CG Esports.

Mariah Ahmad merupakan salah satu bagian dari tim coaching staff CG Esports yang terdiri dari head coach Rainn dan tactical coach Cody Banks. Mereka menuntun para player CG Esports meraih gelar juara 2 di debut season mereka di MPL MY S16.

Menariknya, Mariah datang bukan dari latar belakang pro player, melainkan mengawali kariernya sebagai jurnalis! Mariah merupakan founder dari media esports WTM Today yang memiliki reputasi cukup terpercaya di Malaysia.

Bagaimana seorang jurnalis esports perempuan mengukir jalannya di dunia esports? GGWP melakukan wawancara eksklusif bersama Mariah untuk melihat bagaimana seorang jurnalis bertransformasi menjadi analis tim esports MLBB.

In Article GGWP_.png


Pengalaman Jurnalistik yang Diterjemahkan Sebagai Analis

Mariah merupakan bagian dari coaching staff CG Esports yang menjadi juara 2 MPL MY S16. (Dok. CG Esports)

Mariah mengawali kariernya sebagai jurnalis esports di Astro Awani. Selepas dari Astro, Mariah mendirikan media esports-nya sendiri, WTM Today pada tahun 2019. Lantas, apa yang membyat Mariah ingin menjadi seorang analis esports?

"Alasan transisiku menjadi analis adalah karena aku ingin mencoba sesuatu yang baru, dan aku mau mencari formula yang bisa bantu tim-tim Malaysia meningkatkan mutu coaching staff-nya," kata Mariah.

Mariah pertama mengontak coach Rainn dari CG Esports, bertanya apakah terdapat posisi terbuka untuk tryout sebagai analis. Baginya, analis adalah posisi yang cocok untuk memulai karier esports dari bawah.

Bahkan, Mariah berminat menjalankan posisinya sebagai analis tanpa dibayar. Untungnya, CikuGais, CEO sekaligus player GC Esports berkenan untuk membayarkan gaji yang proper untuk Mariah.

Di CG Esports, Mariah banyak belajar dari para player dan coaching staff. Sosok Rainn dan Ciku menjadi panutannya selama di CG Esports.

"Pertama, aku ingin belajar banyak dari coach Rainn. Kedua, tentu saja sang jenius Cikugais. Aku pikir Ciku adalah sosok yang sangat pintar, dan sekarang pun aku banyak belajar dari dia," ujar Mariah.

Data menjadi penentu kesuksesan CG Esports

Analisis data Mariah menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada lolosnya CG Esports ke M7. (Dok. CG Esports)

Di CG Esports, tugas Mariah sebagai analis adalah mengumpulkan data dari setiap pertandingan, baik itu pertandingan CG maupun tim lain. Data tersebut kemudian diolah menjadi informasi yang berguna untuk menentukan arah pengembangan tim.

Dengan background sebagai jurnalis, Mariah memiliki attention to detail yang tinggi, sehingga mampu menafsirkan dan menyajikan data sebagai call to action untuk meningkatkan performa tim.

"Yang paling penting adalah data yang head coach dan tactical coach inginkan. Ada banyak data di dalam pertandingan, tapi data mana yang berkontribusi pada strategi coach? Peran analis sangat membantu untuk mengidentifikasi data mana yang tidak penting, dan data yang penting," papar Mariah.

Selain itu, Mariah juga sangat terbantu dalam mengembangkan skill personalnya. Sebagai analis, ia bisa melihat pertandingan lebih dari sekedar gameplay yang flashy, dan menafsirkan angka menjadi kesimpulan konkrit.

"Menjadi analis juga mengajariku untuk melihat gameplay lebih dalam, serta mengamati kombo-kombo, chemistry pemain, dan hal-hal penting lainnya," sambungnya.

Kontribusi Mariah berhasil mengantarkan CG Esports menuju puncak kejayaannya. Baru debut di MPL MY S16, CG menjadi tim pertama yang memastikan slot ke babak playoff, dan kemudian mengunci posisi runner up di babak grand final serta slot kedua Malaysia untuk M7.

Representasi perempuan di M7

Bagi Mariah, esports MLBB terbuka untuk semua gender selama mereka adalah orang yang kompeten. (Dok. Moonton)

Representasi perempuan di scene esports Mobile Legends sudah bisa dikatakan baik. Meski begitu, di level tertinggi seperti liga MPL atau bahkan M Series, bisa dikatakan masih cukup jarang.

Sebelumnya, Indonesia pernah menghadirkan sosok Tazy, asisten coach Bigetron by Vitality yang pada MPL ID S15 finis di babak play-ins. Ada juga Vior yang sempat menjadi player ONIC, meskipun tak pernah dimainkan. Lalu, bagaimana representasi perempuan dalam scene MLBB di Malaysia menurut Mariah?

"Menurutku, di Malaysia salah satu yang paling adil ya. Tak masalah jika kamu laki-laki atau perempuan, selama kamu bisa menjalankan tugas dengan baik semua orang akan mengakuimu," kata Mariah menjelaskan.

Apa yang Mariah katakan tidak jauh dari kenyataan. Baik itu di Malaysia maupun Indonesia, representasi perempuan di industri esports sudah sangat baik. Terdapat banyak posisi yang diisi oleh perempuan baik dari segmen player, coaching staff, manajemen, staf operasional, media, dan lain sebagainya.

Hal ini juga yang diamini oleh Mariah, dimana representasi perempuan di esports MLBB sudah sangat terbuka. Satu hal yang perlu dilakukan, adalah menguatkan niat para calon pelaku esports perempuan.

"Sekarang sudah sangat empowering, ya. Pada akhirnya, kita sendiri yang harus mau mulai melangkah. Baru kemudian, dari sisi publisher yang sudah sangat suportif dan mendukung. Dari kita sendirlah yang harus punya niat untuk membuat perubahan," lanjutnya.

"Mungkin setelah ini kalau ada yang ingin menjadi analis dan dia adalah perempuan, setelah melihat aku di atas stage mungkin dia akan terinspirasi juga. Bila ada perempuan, mungkin itu akan meningkatkan keyakinan dia, 'Oh, aku bisa melakukannya juga,'" sambung Mariah.

Mariah ingin melihat lahirnya coach berpengalaman di Malaysia

Mariah berharap ada lebih banyak coaching staff berkualitas lahir di Malaysia. (Dok. Moonton)

Pada akhirnya, misi, dan goals Mariah sebagai analis di esports MLBB bukan hanya soal dirinya sendiri atau untuk sesama perempuan. Ia ingin esports dan MLBB Malaysia lebih maju, dimulai dari coaching staff-nya.

"Harapanku, aku sangat ingin melihat lebih banyak analis berkualitas dari Malaysia. Tak peduli apa gender mereka, aku ingin ada coaching staff yang lebih mumpuni lahir di Malaysia," ungkap Mariah.

Jika kita melihat beberapa tim MLBB prominent di Malaysia, mereka masih menggunakan jasa coach dari luar Malaysia. SRG? Arcadia dari Filipina. HomeBois? Jester dari Indonesia. Aero? Tazy dari Indonesia. Todak? Ada CEO Nafari.

Meskipun tactical coach Cody dari Filipina, Rainn dan Mariah mendominasi jajaran coaching staff CG sebagai staff asli Malaysia. Gelar juara 2 MPL MY S16 membuktikan bahwa coach Malaysia juga bisa beradu dengan coach negara lain.

Tapi, Mariah ingin ada lebih banyak Rainn di skena esports MLBB Malaysia. Ia ingin lebih banyak coach, asisten, analis, dan staf teknis lain dari Malaysia yang punya kemampuan tinggi. Dan untuk mewujudkan itu, Mariah memulai kariernya sebagai analis di CG Esports.

"Aku berharap kita bisa meningkat dari sisi coaching staff, karena kita sudah punya banyak talenta, banyak pemain bagus, tapi dari sisi coaching staff masih kurang di Malaysia. So, aku harap ada di samping jadi player ada juga yang bisa berkontribusi sebagai coaching staff," pungkas Mariah.

Dari jurnalis ke analis, Mariah membuktikan bahwa esports, khususnya esports MLBB merupakan industri yang terbuka untuk berbagai kalangan yang ingin bersinar, tak peduli jika dia laki-laki atau perempuan.

Selama mereka memiliki tujuan, ambisi, dan konsistensi yang tinggi, Mariah dan sosok-sosok cemerlang lainnya pasti mampu menaikkan derajat esports Malaysia ke level yang lebih tinggi.

FAQ

Siapa Mariah Ahmad dan apa perannya di CG Esports?

Mariah adalah analis di tim CG Esports Malaysia, bagian dari coaching staff bersama head coach Rainn dan tactical coach Cody Banks.

Apa latar belakang Mariah sebelum menjadi analis esports?

Ia memulai karier sebagai jurnalis esports di Astro Awani, lalu mendirikan media WTM Today pada 2019 sebelum beralih menjadi analis.

Apa tugas utama Mariah sebagai analis di CG Esports?

Mariah bertugas mengumpulkan dan menafsirkan data pertandingan, lalu menyajikannya sebagai informasi strategis untuk meningkatkan performa tim.

Bagaimana kontribusi Mariah terhadap pencapaian CG Esports?

Analisisnya membantu CG Esports debut dengan sukses di MPL MY S16, meraih posisi runner-up di grand final.

Bagaimana pandangan Mariah tentang representasi perempuan di esports MLBB Malaysia?

Menurutnya, kesempatan di Malaysia cukup adil—selama seseorang mampu menjalankan tugas dengan baik, gender bukanlah penghalang.

Apa harapan Mariah terkait perkembangan coaching staff di Malaysia?

Ia berharap lebih banyak analis berkualitas lahir di Malaysia, tanpa memandang gender, agar coaching staff bisa berkembang seiring dengan banyaknya talenta pemain.

Editorial Team