Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Miris! Gegara Rebutan Mobile Legends, Keponakan Tega Tikam Pamannya Hingga Tewas

Kepopuleran Mobile Legends di Indonesia, memang sudah tidak bisa diragukan lagi. Masyarakat berbagai kalangan pun suka memainkan gim ini. Selain membawa kesenangan sendiri, gim ini nyatanya bisa melatih kemampuan strategi kamu.

Namun sayangnya, gim ini nyatanya membawa malapetaka bagi sebuah keluarga di daerah Jakarta. Bagaimana tidak membawa malapetaka coba? Hanya karena rebutan Mobile Legends, seorang keponakan tega menikam pamannya sendiri, hingga tewas.

Motif Pelaku

Nyawa Abdul Rohim tak bisa diselamatkan ketika akan ditangani tim medis Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat. Ia ditusuk keponakannya sendiri, yang berinisial MA, lantaran tak terima telepon genggamnya direbut saat bermain game online Mobile Legends.

Kepala Kepolisian Sektor Palmerah Jakarta Barat, Komisaris Polisi Ade Rosa, menjelaskan motif pelaku. Ia membenarkan bahwa peristiwa ini terjadi karena pelaku kesal terhadap korban dan spontan menusuknya.

Secara spontan, pelaku mengambil pedang yang ada di kamar. Kemudian ditusukan ke rusuk atas sebelah kiri sebanyak dua kali, dan membacok badan korban juga sehingga korban tersungkur di lantai,” ujar Ade di Jakarta, pada Minggu (29/9), seperti yang dikutip dari Antara.

Ade kembali mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi di Jalan Kemanggisan Pulo I nomor 35, Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (27/9) malam.

Kronologi

Dilansir dari kompas.com, korban awalnya sedang tidur, dan pelaku datang setelah kerja sebagai sopir ekspedisi. Pelaku ingin bermain gim Mobile Legends. Abdul kemudian bangun dan marah-marah kepada pelaku. Terjadilah cekcok mulut hingga akhirnya penusukan.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Palmerah, AKP Ali mengatakan, saat anggota Polsek Palmerah sedang melakukan observasi wilayah, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan pelaku serta barang bukti.

Pelaku dan barang bukti berupa satu buah pedang dibawa ke Polsek Palmerah guna penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Sebagai informasi, sang paman yang juga korban dinyatakan tewas akibat kehilangan banyak darah. Sebelumnya korban dibawa ke Rumah Sakit Pelni dalam keadaan kritis. Namun, korban menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat.

Editorial Team

Related Article