Pada game pertama, kedua tim tampil disiplin dan bermain rapat. Team Zone berhasil mengamankan keunggulan gold, meski selisih kill antara kedua tim terbilang tipis.
Keunggulan kecil tersebut perlahan berkembang menjadi snowball yang sulit dibendung oleh Boostgate.
Fokus Team Zone dalam mengontrol map dan objective akhirnya membuahkan hasil, mengantarkan mereka unggul 1-0.
Memasuki game kedua, Boostgate Esports tampil lebih agresif dan percaya diri. Anak asuh coach Tezet berhasil mengambil kendali permainan sejak early game.
Kazue yang menggunakan Hayabusa menjadi sumber damage utama dan kerap merepotkan lini belakang Team Zone.
Meski sempat kesulitan menutup pertandingan, Boostgate akhirnya mampu mengamankan kemenangan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Game ketiga menjadi penentuan dan berlangsung sangat ketat. Boostgate terus menempel perolehan gold Team Zone, meski tim Mongolia tersebut mampu menjaga keunggulan dengan selisih yang cukup signifikan.
Minimnya pertukaran kill membuat permainan berfokus pada kontrol objective.
Strategi Team Zone yang konsisten memperlebar jarak gold melalui objective terbukti efektif. Tanpa banyak kesalahan, mereka sukses mengamankan kemenangan di game ketiga sekaligus menutup pertandingan dengan skor 2-1.
Pertandingan ini menjadi salah satu laga paling menarik di babak Wild Card M7, bahkan dinilai lebih seru dibandingkan duel Zeta Division kontra Leon Esports.
Kedua tim sama-sama bermain hingga titik akhir dan menunjukkan perjuangan maksimal.
Bagi Boostgate Esports, hasil ini terasa kurang beruntung. Meski tampil solid sepanjang Wild Card M7, mereka harus kembali bertanding esok hari demi memperebutkan slot terakhir menuju babak crossover.
Sementara itu, Team Zone kembali menegaskan reputasi Mongolia sebagai region kuda hitam dan sukses mengamankan satu tiket ke babak crossover M7 World Championship.