Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
ONIC dan Alter Ego wakili Indonesia di M7. (Dok. Moonton)
ONIC dan Alter Ego wakili Indonesia di M7. (Dok. Moonton)

Intinya sih...

  • ONIC Esports membawa pengalaman unik sebagai dream team Indonesia dengan dominasi gelar MPL ID S16 dan chemistry yang tak diragukan.

  • Alter Ego kembali dengan pemain baru dan kehadiran legenda MOBA Indonesia, Xepher, sebagai coach untuk meningkatkan level kompetitif tim.

  • Pada hari pertama Swiss Stage, Alter Ego akan melawan Aurora Turkiye, sementara ONIC akan melawan Boostgate Esports dalam pertandingan yang menentukan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Babak Swiss Stage di M7 World Championship sebentar lagi dimulai. ONIC Esports dan Alter Ego, perwakilan dari Indonesia, bersiap untuk menghadapi tantangan dari tim MLBB dunia.

Sebagai jebolan final MPL ID S16, kedua tim membawa pengalaman unik yang membuat mereka jadi ancaman tersendiri.

Hasil baik tentu menjadi tuntutan, karena Indonesia sudah lama tidak memeluk gelar M Series sejak M1 perdana yang dimenangkan oleh EVOS.

Melawan dominasi Filipina memang tidak mudah, tapi ONIC dan Alter Ego tak peduli. Setiap iterasi Indonesia di M Series selalu membawa dinamika unik.

Dengan peta kekuatan saat ini, bagaimana ONIC dan Alter Ego bisa menghadapi tantangan di Swiss Stage?


ONIC: Raja Langit yang mencoba meraih takhtanya

ONIC Esports diisi pemain dan coaching staff all-star terbaik se-Indonesia. (Dok. Moonton)

ONIC Esports adalah dream team Indonesia; tim all-star dimana para pemain Indonesia terbaik berkumpul dan menciptakan dominasi.

Roster yang terdiri dari Sanz, Kiboy, Skylar, Savero, Kairi, dan Lutpiii ini sudah tak perlu diragukan lagi kengeriannya. Berbagai gelar MPL ID diraih secara beruntun, membuktikan dominasi mereka.

Dibantu oleh coaching staff yang terdiri dari Adi dan CW, kombinasi pemain dan coach ini sudah sangat rapat. Chemistry? Sudah tak perlu diragukan.

Setelah gagal menyelesaikan Golden Road di M5, Kairi dan kawan-kawan tentu berambisi untuk meraih kesuksesan dengan menjuarai M7. Keinginan untuk juara juga semakin menggebu setelah sebelumnya absen di M6.

ONIC membutuhkan konsistensi di setiap level, untuk memastikan kans maju ke grand final dengan mulus. Jangan sampai try hard saat melawan tim kuat, tapi santai melawan tim kecil apalagi tim wild card.


Alter Ego: Kembalinya sang Champ

Pemain muda Alter Ego dibimbing oleh veteran seperti Xepher. (Dok. Moonton)

Alter Ego terakhir kali tampil di turnamen M Series pada M2. Kembalinya mereka di M7 kali ini tentu sudah dinantikan sejak lama.

Alter Ego era M2 berbeda dengan M7. Kali ini mereka diperkuat oleh Nino, Yazukee, Hijumee, Arfy, Alekk, Rinee, dan Cyruz; pemain mudah yang masih minim pengalaman internasional, namun mampu menjawabnya dengan gameplay klinis.

Hal ini bisa terwujud berkat sumbangsih Xepher, legenda MOBA Indonesia yang kini terjun ke MLBB sebagai seorang coach. Kehadiran coach Xepher di Alter Ego tak hanya menaikkan level kompetitif timnya, namun juga meningkatkan prestise timnya itu sendiri.

Bayangkan, hanya butuh dua season bagi seorang Xepher untuk membawa Alter Ego kembali ke turnamen internasional. Itu artinya, dia punya sesuatu yang tidak dimiliki coach-coach lain.

Pada babak Swiss Stage M7 inilah, kemampuan Xepher dan Alter Ego diuji dengan beban yang lebih berat lagi. Ini adalah pembuktian bagi mereka, dan tak ada panggung yang lebih cocok selain M7.


Bagaimana ONIC dan Alter Ego bersaing di Swiss Stage?

Drawing hari pertama Swiss Stage M7. (Dok. Moonton)

Pada hari pertama Swiss Stage, Alter Ego akan melawan Aurora Turkiye, sementara ONIC akan melawan Boostgate Esports. Ini adalah match Indonesia melawan Turki.

Turki adalah regional yang memiliki scene esports cukup kuat. Jika tim meremehkan kemampuan tim Turki, mereka akan menyesal karena tim Turki kerap membuat kejutan.

Alter Ego akan menghadapi Aurora Turkiye, tim Turki terkuat yang terdiri dari roster Fire Flux. Pemain seperti Rosa dan Tienzy bisa benar-benar merepotkan, jadi Alter Ego harus berhati-hati dengan mereka.

Boostgate yang berhasil mengejutkan banyak penonton berkat upset victory atas Virtus.pro di babak wild card, juga berpotensi mengganggu perjalanan ONIC. Coach Tezet bisa jadi tahu beberapa karakteristik tim ONIC, sehingga Adi dan CW harus menyiapkan counter-nya dengan cepat.

Jalan Alter Ego menuju ke babak playoff mungkin akan lebih terjal dari ONIC. Tapi, Swiss Stage menunjukkan bahwa segala hal mungkin saja terjadi. Siapa tahu setelah hari pertama Alter Ego mendapatkan lawan yang relatif mudah, begitu pun sebaliknya.

Jadi intinya, ONIC dan Alter Ego seharusnya akan baik-baik saja di Swiss Stage M7. Dengan catatan, mereka stick to their gameplay, dan bermain konsisten.

Bagaimana menurut kamu sendiri? Apakah ONIC dan Alter Ego bisa maju ke babak playoff M7?


FAQ

Siapa saja roster ONIC Esports yang akan tampil di Swiss Stage M7?

ONIC diperkuat oleh Sanz, Kiboy, Skylar, Savero, Kairi, dan Lutpiii, dengan dukungan coach Adi dan CW.

Apa yang menjadi tantangan terbesar bagi Alter Ego di Swiss Stage M7?

Alter Ego harus menghadapi Aurora Turkiye, tim kuat dengan roster Fire Flux, serta membuktikan kemampuan pemain muda mereka di panggung internasional.

Mengapa Swiss Stage M7 penting bagi ONIC dan Alter Ego?

Karena Indonesia sudah lama tidak meraih gelar M Series sejak EVOS di M1, sehingga hasil baik menjadi tuntutan besar bagi kedua tim.

Bagaimana peran coach dalam mendukung kedua tim?

ONIC memiliki chemistry solid berkat Adi dan CW, sementara Alter Ego mendapat dorongan besar dari Xepher, legenda MOBA Indonesia yang kini menjadi coach MLBB.

Apa kunci sukses ONIC dan Alter Ego untuk lolos ke babak playoff M7?

Keduanya harus bermain konsisten, tidak meremehkan lawan, dan tetap berpegang pada gameplay masing-masing agar bisa melaju mulus ke tahap berikutnya.

Editorial Team