Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel GGWP lainnya di IDN App
Kramm Selangor Red Giants Kena Sanksi Ban 7 Match dan Denda USD2 Ribu
Berbagai Sumber
  • MPL Malaysia menjatuhkan sanksi kepada Mark 'Kramm' Genzon Sojero dari Selangor Red Giants karena pelanggaran serius terhadap kode perilaku liga.
  • Kramm dilarang bermain selama tujuh pertandingan di seluruh turnamen resmi MLBB dan didenda sebesar USD2.000 sebagai konsekuensi atas tindakannya.
  • Pihak liga menegaskan keputusan ini hasil investigasi independen serta mengingatkan semua pemain untuk menjaga profesionalisme dan etika dalam ekosistem esports.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemain Selangor Red Giants, Mark “Kramm” Genzon Sojero Rusia, dijatuhi sanksi larangan bermain tujuh pertandingan dan denda sebesar USD2.000 oleh MPL Malaysia karena pelanggaran kode perilaku liga.
  • Who?
    Kramm, pemain asal Filipina yang berposisi sebagai EXP Laner untuk tim Selangor Red Giants di MPL Malaysia, menjadi pihak yang dikenai sanksi disipliner oleh penyelenggara liga.
  • Where?
    Sanksi diumumkan oleh MPL Malaysia melalui media sosial resmi mereka dan berlaku di seluruh turnamen resmi Mobile Legends: Bang Bang di semua regional kompetitif.
  • When?
    Pengumuman sanksi disampaikan pada Jumat, 8 Mei 2026, setelah proses investigasi internal terhadap dugaan pelanggaran kode perilaku selesai dilakukan oleh pihak liga.
  • Why?
    Kramm diketahui mengirim pesan kepada pemain lain dengan cara yang dianggap melanggar aturan dalam rulebook liga serta tidak sesuai dengan nilai profesionalisme yang dijunjung MPL Malaysia.
  • How?
    MPL Malaysia menjatuhkan hukuman berupa larangan bermain selama tujuh pertandingan dan denda USD2.000 sebagai hasil keputusan investigasi resmi terkait pelanggaran serius terhadap kode etik kompetisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Seorang pemain game namanya Kramm dari tim Selangor Red Giants kena hukuman. Katanya dia kirim pesan yang tidak boleh ke pemain lain. Sekarang dia tidak boleh main tujuh kali dan harus bayar uang dua ribu dolar. Orang-orang di MPL Malaysia bilang semua pemain harus tetap sopan dan profesional saat bermain game.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kompetisi profesional tidak hanya menuntut performa tinggi di dalam game, tetapi juga sikap profesional di luar pertandingan. Hal ini kembali menjadi sorotan setelah salah satu pemain di liga profesional Malaysia menerima sanksi disipliner.

Pihak penyelenggara MPL Malaysia secara resmi menjatuhkan sanksi kepada pemain Mark 'Kramm' Genzon Sojero Rusia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di media sosial MPL Malaysia pada Jumat (08/05/2026).

In Article GGWP_.png


Kramm Dijatuhi Sanksi oleh MPL Malaysia

Menurut pernyataan resmi tersebut, Kramm dinyatakan melakukan pelanggaran serius terhadap kode perilaku liga.

Pelanggaran itu terjadi setelah dirinya diketahui mengirimkan pesan kepada seorang pemain lain di MPL Malaysia yang dianggap melanggar aturan dalam rulebook liga.

Perilaku tersebut dinilai tidak sejalan dengan nilai profesionalisme serta standar yang dijunjung tinggi oleh MPL Malaysia sebagai liga esports profesional.

Sebagai konsekuensi dari pelanggaran tersebut, pihak liga menjatuhkan beberapa sanksi disipliner kepada Kramm.

Sanksi yang diberikan antara lain:

  • Larangan bermain dalam 7 pertandingan di seluruh turnamen resmi Mobile Legends: Bang Bang di semua regional

  • Denda sebesar USD2.000

Artinya, hukuman ini tidak hanya berlaku di kompetisi domestik MPL Malaysia saja, tetapi juga di seluruh ekosistem turnamen resmi MLBB.

Dalam pernyataan yang sama, MPL Malaysia juga menegaskan bahwa sanksi ini tidak berkaitan dengan insiden lain yang sebelumnya sempat terjadi.

Liga menekankan bahwa keputusan ini murni diambil berdasarkan hasil investigasi terkait pelanggaran kode perilaku yang dilakukan oleh sang pemain.

MPL Malaysia juga menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan seluruh tim dan pemain mengenai pentingnya menjaga profesionalisme dalam ekosistem esports.

“MPL Malaysia mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan semua tim dan pemain tentang tanggung jawab bersama untuk mempertahankan lingkungan yang profesional, hormat, dan aman bagi semua orang dalam ekosistem ini.”

Sosok Kramm di Scene MLBB

Bagi penggemar kompetitif MLBB, nama Kramm bukanlah sosok yang asing. Pemain asal Filipina tersebut saat ini berperan sebagai EXP Lane untuk tim Selangor Red Giants di MPL Malaysia.

Sepanjang kariernya, Kramm telah mencatatkan berbagai prestasi penting. Ia beberapa kali berhasil menjuarai MPL Malaysia bersama timnya, serta menjadi bagian dari skuad yang menjuarai turnamen internasional bergengsi, yaitu MSC 2024.

Pengalamannya di level regional maupun internasional membuatnya dikenal sebagai salah satu EXP Laner yang cukup berpengaruh di skena kompetitif MLBB.

Meski demikian, kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa profesionalisme dan etika tetap menjadi bagian penting dalam dunia esports, tidak hanya kemampuan bermain di dalam game.

Dengan sanksi yang dijatuhkan oleh MPL Malaysia, publik kini menantikan bagaimana langkah selanjutnya dari Kramm serta dampak keputusan ini terhadap perjalanan Selangor Red Giants di kompetisi mendatang.

FAQ

Mengapa Kramm mendapatkan sanksi dari MPL Malaysia?

Kramm mendapatkan sanksi karena melakukan pelanggaran kode perilaku setelah diketahui mengirimkan pesan kepada seorang pemain MPL Malaysia yang dianggap melanggar rulebook liga.

Apa saja hukuman yang diberikan kepada Kramm?

Ia dijatuhi larangan bermain dalam 7 pertandingan di seluruh turnamen resmi Mobile Legends: Bang Bang di semua regional serta denda sebesar USD2.000.

Apakah sanksi Kramm berkaitan dengan insiden sebelumnya?

Tidak. MPL Malaysia menegaskan bahwa sanksi ini tidak berkaitan dengan insiden lain yang sebelumnya sempat terjadi.

Siapa Kramm di scene MLBB?

Kramm adalah pemain profesional asal Filipina yang bermain sebagai EXP Lane untuk Selangor Red Giants dan pernah menjuarai beberapa edisi MPL Malaysia serta MSC 2024.

Editorial Team