Menurut pernyataan resmi tersebut, Kramm dinyatakan melakukan pelanggaran serius terhadap kode perilaku liga.
Pelanggaran itu terjadi setelah dirinya diketahui mengirimkan pesan kepada seorang pemain lain di MPL Malaysia yang dianggap melanggar aturan dalam rulebook liga.
Perilaku tersebut dinilai tidak sejalan dengan nilai profesionalisme serta standar yang dijunjung tinggi oleh MPL Malaysia sebagai liga esports profesional.
Sebagai konsekuensi dari pelanggaran tersebut, pihak liga menjatuhkan beberapa sanksi disipliner kepada Kramm.
Sanksi yang diberikan antara lain:
Artinya, hukuman ini tidak hanya berlaku di kompetisi domestik MPL Malaysia saja, tetapi juga di seluruh ekosistem turnamen resmi MLBB.
Dalam pernyataan yang sama, MPL Malaysia juga menegaskan bahwa sanksi ini tidak berkaitan dengan insiden lain yang sebelumnya sempat terjadi.
Liga menekankan bahwa keputusan ini murni diambil berdasarkan hasil investigasi terkait pelanggaran kode perilaku yang dilakukan oleh sang pemain.
MPL Malaysia juga menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan seluruh tim dan pemain mengenai pentingnya menjaga profesionalisme dalam ekosistem esports.
“MPL Malaysia mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan semua tim dan pemain tentang tanggung jawab bersama untuk mempertahankan lingkungan yang profesional, hormat, dan aman bagi semua orang dalam ekosistem ini.”