Melihat ke belakang pada GOTF 2025 di Abu Dhabi, kategori MOBA (yang mencakup MLBB dan Dota 2) memegang peranan krusial dengan menyumbang 45% dari total keseluruhan penonton turnamen.
Secara spesifik, Dota 2 berkontribusi sebesar 29%, sementara MLBB menyumbang 15% secara mandiri. Angka tersebut didominasi oleh audiens yang sangat antusias dari wilayah Asia Tenggara (SEA) dan MENA (Timur Tengah & Afrika Utara).
Pertandingan puncak antara raksasa Indonesia, ONIC Esports, melawan Aurora Gaming menjadi puncaknya.
"Perjalanan ONIC sepanjang turnamen begitu mendominasi, dan babak final menyajikan gameplay berkualitas tinggi penuh tekanan yang memang ingin ditonton dan dibagikan oleh orang-orang. Hal ini memicu perbincangan yang kuat di seluruh komunitas MLBB global, bahkan terus berlanjut hingga jauh setelah pertandingan usai," papar William.
Tingginya level kompetisi ini juga merupakan dampak langsung dari sistem seleksi ketat yang diterapkan oleh pihak penyelenggara.
Berbeda dengan turnamen multilateral yang mengandalkan tim nasional, GOTF secara tegas mengusung format kompetisi berbasis klub.
"Ada hal yang perlu diklarifikasi terlebih dahulu—GOTF adalah kompetisi berbasis klub, bukan format tim nasional. Tim-tim mendapatkan tempat mereka dengan mewakili organisasi (klub) mereka sendiri. Perbedaan ini penting karena mencerminkan bagaimana ekosistem esports global sebenarnya berjalan," urai William menjelaskan regulasi.
Sistem undangan dan kualifikasi pun didasarkan pada asas competitive merit (pencapaian kompetitif murni). Komite GOTF memantau performa tim melalui sirkuit resmi yang sudah mapan seperti MPL (Mobile Legends: Bang Bang Professional League).
Dengan demikian, jajaran tim yang bertanding bukanlah hasil pilihan acak; mereka merepresentasikan organisasi terbaik dari wilayahnya masing-masing.
Selain itu, panggung GOTF juga menyediakan slot kualifikasi bagi kota tuan rumah demi memberikan kesempatan bagi talenta lokal bersinar di tanah kelahiran mereka sendiri.
Hasilnya terbukti konkret pada edisi lalu, di mana ONIC sukses mengamankan tempat pertama, disusul oleh Aurora Gaming di posisi kedua, Aurora Gaming PH di posisi ketiga, dan wakil China, DIANFENGYAOGUAI, menutup posisi empat besar.
"Empat klub dari empat wilayah berbeda, semuanya datang berkat pencapaian kompetitif mereka. Itulah standar yang kami bangun untuk Astana," tambahnya.