Pertandingan pertama di hari kedua diawali dengan dua tim papan tengah, TEAMnxl> melawan Rev Indo. Sama-sama kuat, kedua tim harus puas berbagi skor 1-1 di akhir pertandingan.
Di pertandingan selanjutnya, Domino’s Hunter harus kembali berhadapan dengan salah satu tim dominan di MPL season 1 ini, Elite8 (E8) Critical Reborns. Sayangnya, E8 memang terbukti lebih dominan di banyak aspek dibanding Domino. E8 menang telak dengan skor 2-0 atas Domino.
Pertandingan terakhir di hari kedua pekan ketujuh pun seakan anti-klimaks. Pasalnya, tim yang paling banyak dijagokan, RRQ.02 berhadapan dengan Saints Indo 2 yang berada di papan bawah. Alhasil, RRQ pun menang dan menutup akhir pekan ketujuh dengan skor 2-0.
Atas semua pertandingan yang terjadi di pekan pertama sampai ketujuh, Regular Season MPL Indonesia Season 1 pun berakhir. Untuk menentukan dua tim yang harus terdegradasi (dua tim terbawah), MPL Indonesia menggunakan sistem Kill Difference (yakni selisih perolehan Kill antara For dan Against).
Karena itulah, Domino’s Hunter dan Pandora Esports harus rela kehilangan kesempatan bertanding di babak playoff dan mengakui keunggulan Saints Indo 2 meski ketiganya memiliki jumlah kemenangan yang sama.
Sedangkan untuk tim-tim papan atas klasemen akhir ini, tidak banyak yang berubah dibandingkan dengan pekan keenam. RRQ.02 masih menjadi juara klasemen. Diikuti oleh EVOS Esports yang melompat di pekan keenam, E8, dan Bigetron PK yang kehilangan momentum karena absennya Eiduart.
Bagaimana dengan hasil akhir dari MPL season 1 ini? Apakah tim kalian bermain sesuai dengan harapan dan berhasil melenggang ke fase berikutnya, atau justru malah tersingkir? Tulis pendapat kalian pada kolom komentar ya!
Diedit oleh Belliandry.